Oleh: Pena Aswaja Demak
KHUSYUK serta fokus saat beribadah, terutama saat melakukan ibadah sholat, merupakan hal yang sangat penting dan tentunya sangat diinginkan oleh mereka yang salih secara spiritual. Pasalnya, ibadah, khususnya sholat merupakan simbol penghambaan, layaknya bertemu dan bercakap dengan Sang Kekasih. Tak pelak, Rasulullah SAW berkali-kali mengatakan bahwa sholat baginya adalah qurratu ‘aini fisshalah “Penyejuk hatiku berada di dalam shalat.”
Namun dalam praktiknya, menjaga kekhusyukan bukanlah perkara mudah. Pikiran sering kali mengembara ke berbagai hal, mulai dari pekerjaan yang belum selesai, tugas rumah, bahkan hal-hal sepele seperti daftar belanja atau isi chat yang belum dibaca.
Imam Abu Hasan As Syadzili merekomendasikan untuk membaca sebuah doa dan amalan agar dapat khusyuk dalam sholat.
Pentingnya Menjaga Kualitas Khusyu Saat Sholat
Menurut Hujjatul Islam Al Ghazali, sholat adalah ibarat hadiah yang dipersembahkan seorang hamba kepada Tuhannya. Maka, sebagaimana seseorang tentu akan memberikan hadiah terbaik kepada seorang raja. Demikian pula seharusnya kita menghadiahkan sholat dengan sebaik-baiknya lahir dan batin.
Jika sholat kita hanya bagus secara gerakan tapi kosong dari kehadiran hati, itu seperti memberikan hadiah yang indah dari luar, tapi isinya sudah rusak. Sebaliknya, jika sholat kita asal-asalan secara gerakan, itu seperti memberikan hadiah yang cacat. Keduanya, menurut al-Ghazali, adalah bentuk ketidaksopanan kepada Allah.
قالَ الإِمامُ الغَزالي – رَحِمَهُ اللهُ تَعالى مَثَلُ الَّذِي يُقِيمُ صُورَةَ الصَّلَاةِ الظَّاهِرَةِ وَيَغْفُلُ عَنْ حَقِيقَتِهَا الْبَاطِنَةِ، كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي إِلَى مَلِكٍ عَظِيمٍ وَصِيفَةً مَيِّتَةً لَا رُوحَ فِيهَا. وَمَثَلُ الَّذِي يُقَصِّرُ فِي إِقَامَةِ ظَاهِرِ الصَّلَاةِ، كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي إِلَى الْمَلِكِ وَصِيفَةً مَقْطُوعَةَ الْأَطْرَافِ، مَفْقُوءَةَ الْعَيْنَيْنِ فَهُوَ وَالَّذِي قَبْلَهُ مُتَعَرِّضَانِ مِنَ الْمَلِكِ بِهَدِيَّتِهِمَا لِلْعِقَابِ وَالنَّكَالِ، لِاسْتِهَانَتِهِمَا بِالْحُرْمَةِ، وَاسْتِخْفَافِهِمَا بِحَقِّ الْمَلِكِ
Artinya: ”Orang yang hanya melakukan sholat secara lahiriah (gerakan bagus dan sesuai syariat), namun abai dari makna batinnya (tanpa khusyu’), seperti orang yang memberi hadiah kepada seorang raja besar berupa seorang pelayan wanita yang sudah mati, tidak bernyawa. Sedangkan orang yang bermalas-malasan dalam melaksanakan sholat pun tanpa kekhusyu’an, seperti orang yang menghadiahkan pelayan kepada raja, tetapi pelayan itu cacat: tangannya buntung dan matanya buta. Maka keduanya, baik yang lalai dari hati maupun yang malas dalam gerakan—sama-sama sedang menyerahkan hadiah yang tidak pantas kepada sang raja, dan itu bisa membuat mereka mendapat hukuman dan celaan, karena telah meremehkan kehormatan dan tidak menghargai sang raja.” (An Nasaih ad-Diniyyah Wa al-Wasaya al-Imaniyyah, [Dar al-Hawi, 1999] hal. 116)
Amalan Doa agar Khusyu saat Melakukan Ibadah Sholat:
Syekh Nawawi al Bantani dalam kitab karyanya Nihayatuz Zain menulis amalan dari Imam Abu Hasan As Syadzili kepada muridnya agar khusyuk dalam melaksanakan ibadah sholat. Beliau menganjurkan sebelum melakukan takbiratul ihram memegang dada dengan tangan kanan kemudian membaca;
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْخَلَّاقِ الْفَعَّالِ
Subḥān al-Malik al-Quddūs al-Khallāq al-Faʿʿāl
Dzikir ini dibaca sebanyak 7 kali, kemudian membaca surat Al-Fathir ayat 16-17
اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍۚ وَمَا ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ بِعَزِيْزٍ
in yasya’ yudz-hibkum wa ya’ti bikhalqin jadîd. wa mâ dzâlika ‘alallâhi bi‘azîz
Artinya: “Jika berkehendak, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru. Yang demikian itu bagi Allah tidak sulit”
Demikian amalan doa dari Imam Abu Hasan Asy-Syadzili agar sholat khusyuk, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab.(***














Komentar