oleh

Drs H.Asep Hussein Yahya Suteja M.Si : “Geopark Galunggung Punya Nilai Penting Bagi Tasikmalaya”

Kab.Tasik.LINTAS PENA

Drs H.Asep Hussein Yahya Suteja M.Si anggota DPRD Komisi 4 Partai Golongan Karya (GOLKAR) Kabupaten Tasikmalaya yang didampingi istri tercintanya,mengatakan kepada LINTAS PENA, ditempat kediamannya  bahwa Geopark Galunggung dan pengembangan objek wisata Galungung menjadi Geopark Nasional harus terus diupayakan .

Drs. H.Asep Hussein Yahya Suteja M.Si menambahkan, melalui kajian oleh Provinsi Jawa Barat,  Tasikmalaya dinyatakan sebagai kawasan geopark, melalui Pergub Nomor 72 Tahun 2018 dengan syarat ada nilai-nilai geologi yang dikaji oleh Badan Geologi

Menurutnya“Karena Galunggung sudah terkenal di Tasikmalaya. Ini sudah dikaji oleh Badan Geologi Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2013 dan Galunggung cukup layak menjadi geopark,” ujarnya, Sabtu (08/01/2022).

Geopark itu imbuh Drs H.Asep Hussein Yahya Suteja M.Si, tentunya sangat penting baik bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Pasalnya arena sistem yang paling baik untuk mengembangkan wisata dengan menggunakan sistem geopark. Ini sudah menjadi kesepakatan untuk pembangunan yang berkelanjutan yang diwajibkan oleh seluruh negara,paparnya.

“Setelah ditetapkan geopark ini untuk mengembangkan destinasi pariwisata yang telah disepakati oleh para pemangku kepentingan, terutama bupati dengan melihat isu-isu strategis prinsip-prinsip pembangunan dan visi misi dengan tujuan sasaran dan juga target pembangunan kepariwisataan tingkat Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.

Geopark ini, kata dia, juga bisa meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap produk domestik regional, PAD karena, jumlah kunjungan wisatawan lokal, nasional hingga mancanegara,tegasnya.

Di seluruh dunia , setidaknya sudah ada 800 geopark yang rata-rata akan meningkatkan 10 kali lipat pengunjung. Per tahunnya pengunjung Galunggung itu mencapai 1,7 juta, jika dikalikan 10 kali lipat sudah 17 juta pengunjung di Kabupaten Tasikmalaya.“Tentunya dengan banyak pengunjung akan ada retribusi seperti pajak restoran dan hotel masuk untuk daerah Kabupaten Tasik,” tambah Drs H.Asep Hussein Yahya Suteja M.Si  mengakhiri obrolannya.(JOHAN ROHANI)*

Komentar