Makassar, LINTAS PENA—- Dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis Universitas Hasanuddin (Unhas) ke-66 di Makasar pada hari Sabtu (10 September 2022), Menteri Pertanian Prof.Dr.H.Syahrul Yasin Limpo,SH.,M.Si.,MH mengatakan,bahwa krisis global akan berdampak langsung pada sektor pangan, apalagi perubahan iklim semakin nyata mengancam. Untuk itu, upaya mitigasi dan adaptasi harus dikedepankan.
“Guna mengantisipasi agar ancaman krisis pangan itu tidak terjadi di Indonesia, Kementerian Pertanian telah menyiapkan tiga strategi utama. “ujarnya
Adapun tiga strategi utama yang disiapkan Kementerian Pertanian, menurut Syahrul Yasin Limpo, antara lain: Pertama, peningkatan kapasitas produksi yang difokuskan pada komoditas pangan dan komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi, seperti cabai dan bawang. Kedua, mengembangkan komoditas substitusi impor untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Misal gandum dengan mendorong peningkatan produksi singkong, sorgum, dan sagu. Ketiga, peningkatan ekspor, terutama untuk komoditas sarang burung walet, porang, ayam, dan telur.
“Pendekatan lain yang saya gunakan adalah memperkuat jejaring kerja (networking) dan kolaborasi. Penguatan jejaring kerja (network) dengan pemangku kepentingan yang melibatkan semua komponen, antara lain pemerintah daerah, BUMN, UMKM, pelaku usaha pangan dan pertanian, lembaga pembiayaan, serta lembaga pendidikan. Semua itu bermuara untuk penguatan ekosistem pangan dan pertanian.Itulah poin utama saya dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis Universitas Hasanuddin (Unhas) ke-66 di Makasar. Saya berharap perguruan tinggi, seperti Unhas, bisa turut serta dalam pemajuan inovasi dan memberikan solusi pada permasalahan di sektor pertanian.”paparnya.(REDI MULYADI)***














Komentar