
Oleh : Ali Assegaf
SEMUA yang tidur terbangun disebut bangkit, semua yang tersadarkan disebut bangkit, semua yang menjaga dari kerusakan masyarakat disebut bangkit. Kebangkitan adalah buah dari sumber pembangkit, Listrik yang menyala karena terdapat sang pembangkit. Antara ummat yang bangkit terdapat Al Husein bin Ali As yang oleh Rasulullah SAW disebut
إن لقتل الحسين حرارة في قلوب المؤمنين لاتبردُ أبداً
Sesungguhnya terbunuhnya Al Husein As bara api di hati orang-orang beriman yang tidak akan padam selamanya.
Sebagaimana Al Husein As menjadikan islam dapat tegak dengan syahadahnya. Maka dunia diajarkan dipahamkan untuk berterima kasih pada mereka yang berkorban dan syahid, demi kehidupan dan kehormatan manusia. Pemikiran dan langkah kemerdekaan Al Husein As – penegas ucapannya – yaitu
وأسير بسيرة جدي وأبى
Dan berjalan di jalan kakekku ( Rasulullah) dan ayahku (Ali)
Huseiniah bermakna kemah kita di kampung dunia yang sempit ini, huseiniah kita berarti kemah sahabat al husein abad ini. Sehingga kemah ini adalah kemah yang mandiri – kemah yang menjadikan masyarakat seputar Huseiniah kita – bukan menjadi syiah, bukan menjaring yang sunni menjadi syiah, bukan juga menjadikan yang non Islam jadi Islam. Tetapi menjadikan ruh Al Husein pada masyarakat seputar huseiniah kita. Kemah ini pelindung dari anak-anak yang ketakutan, kelapan dan kehausan. Anak-anak itu adalah lingkungan huseiniah kita – yang harus mendapatkan pelindung huseiniah ini.
Huseiniah ini yang mencegah orang merobek tatanan – yang bisa jadi memaksakan atau memanipulasi untuk menghilangkan kemerdekaannya. Mengikat dengan ancaman atau tipuan – yang semua itu berat bagi yang ingin menjaga kehormatan sosial masyarakatnya. Inilah makna implementasi makrifat kita pada ahl bait – tertuang dalam buah kerja huseiniah dimasyarakat.
Karenanya setiap masyarakat harus disadarkan atas jasa mereka yang berkorban – syuhada yang oleh darahnya menjaga kehidupan. Syuhada yang pengorbanannya untuk kehormatan. Juga syuhada yang hidup para pemimpin huseiniah yang kinerjanya untuk menempuh jalan sulit Al Husein As. – yang memberikan banyak waktu mengajar dan membimbing sesama – yang bahkan mencarikan uang bagi yang berkebutuhan – menjaga kehormatan mereka yang membutuhkan, menjadi pelindung anak yatim ditengah Huseiniah ini.
Satu daerah tingkat-II bisa saja wujud beberapa Huseiniah ini – semangat pengabdian – pengorbanan ini -hendaknya mereka peka dari upaya aneksasi atas nama ormas yang sudah nyata lahir diluar garis Karbala’ ini. Maka hendaknya – berhimpun, saling silaturahmi – buatlah forum-forum rutin yang menjadi ciri syiah – berkomunikasi, mengurai problem dan mendekatkan perbedaan sehingga tak menimbulkan perselisihan sesama. Huseiniah dengan modal merobohkan ego – berarti gerakan pasti komunitas ini kepada Al Husein As. yang menjadikan kalimat
السلام على الحسين وعلى علي بن الحسين وعلى أولاد الحسين وعلى أصحاب الحسين
Adalah salam yang melekat dalam tiang kemah al husein as (huseiniah di tempat kalian) – itu sebabnya kemandirian huseiniah ini juga harus menjadikan kemandirian ekonominya juga.(****







Komentar