Lhokseumawe, LINTAS PENA– Ada yang berbeda dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe, Polda Aceh. Jika biasanya peringatan diisi dengan upacara, bakti sosial, atau perlombaan, kali ini jajaran Polres Lhokseumawe memilih menyentuh sisi emosional personelnya melalui kegiatan bertajuk “Isi Ulang Cinta”.
Mengusung tema “Isi Ulang Cinta: Cinta kepada Tuhan, kepada Negara, Bhayangkara, dan Rumah Tangga”, seluruh personel Polres Lhokseumawe dan Bhayangkari diajak melakukan perjalanan batin untuk merefleksikan kembali makna pengabdian. Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Lhokseumawe, Senin (29/6/2026), ini menghadirkan motivator nasional, Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., Direktur Thanks Institute Indonesia, sebagai narasumber utama.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., menegaskan bahwa pengabdian anggota Polri tidak cukup hanya berbekal kemampuan teknis dan profesionalisme. Kekuatan mental, spiritual, dan keharmonisan keluarga merupakan fondasi yang sama pentingnya.
”Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk menguatkan kembali fondasi pengabdian personel. Melalui kegiatan ‘Isi Ulang Cinta’, kami ingin setiap anggota kembali memperkuat ketaatan kepada Tuhan, setia kepada negara, bangga sebagai Bhayangkara, serta menjaga keharmonisan rumah tangga. Ketika hati menjadi kuat, pelayanan kepada masyarakat akan semakin tulus, humanis, dan Presisi,” ujar AKBP Ahzan.
Senada dengan Kapolres, Dr. Ketut Abid Halimi menjelaskan bahwa konsep “Isi Ulang Cinta” bukan sekadar pelatihan motivasi biasa. Program ini dirancang sebagai proses membangkitkan kembali energi positif yang kerap terkikis oleh tekanan pekerjaan dan dinamika kehidupan.
”Banyak orang mampu bekerja keras, tetapi lupa merawat hatinya. Melalui pendekatan refleksi, emotional cleansing, senam otak, dan senam hati, kami membantu peserta melepaskan beban emosional. Tujuannya agar cinta kepada Tuhan, keluarga, bangsa, dan profesi dapat tumbuh kembali. Saat cinta itu hidup, semangat melayani masyarakat akan muncul secara alami,” jelas Ketut.
Kegiatan ini diharapkan menjadi warna baru dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Tidak hanya merayakan usia institusi Polri, kegiatan ini menjadi ruang introspeksi bagi setiap anggota untuk mengingat kembali alasan mendasar mereka memilih jalan pengabdian.
Di tengah tantangan tugas yang kian kompleks, “Isi Ulang Cinta” menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang Bhayangkara tidak hanya terletak pada seragam dan kewenangan, melainkan pada ketenangan hati, keharmonisan keluarga, serta kecintaan yang utuh kepada Tuhan, bangsa, dan masyarakat. (dbs/red)










Komentar