
Oleh : Ali Assegaf
SAAT saya melihat video Gus Mus yang prihatin dengan kacamata NU yang dilepas warganya ketika di Golkar, PKB dan PDI – saat yang sama Gus Mus menunjukan rekan rekan HMI tidak demikian pada almarhum Nurcholish Majid, bahkan ditanya ada berapa HMI yang di Golkar dan diberbagai institusi.
Link : https://www.facebook.com/share/r/16Qp14JoFH/
Mengingatkan saya akan madzhab syiah ini. Bahkan karbala disebut madrasah atau cara pandang yang oleh imam khomeini qds disebut dengan
كل يوم عاشوراء وكل أرض كربلاء
Setiap saat adalah Asyura dan setiap hari adalah karbala
Ini jelas bahwa Imam Khomeini Qds ini semua syiah didunia hanya melihat penyatu mereka adalah Alhusein As. Saat bertemu mereka tanya Syi’ah dari mana… Syi’ah asal Iran, Syi’ah asan Australia, Syi’ah asal Irak… Mereka semua dipersaudarakan dengan syi’ah atau madzhab atau cara pandang. Bahkan mempertanyakan siapa marja’ panutan seorang syi’ah itu dipandang kurang pantas – karena syi’ah tidak dipilah-pilah karena marja’nya.
Yang demikian karena Syi’ah telah memiliki organisasi yang menghubungkan setiap pengikutnya dengan cara pandang ini – sehingga dalam skala dunia dapat berkata
الحسين يجمعنا
Alhusein menyatukan kita
Mungkin ini renungan buat yang mengklaim ada organisasi masyarakat yang mengatasnamakan ahl bait digunakan sebagai klaim pemersatu. Saya khawatir pengikut Ormas ini seperti kata gusmus diatas… Tolah toleh.. Cari aman kalau disebut sebagai syiah di institusi-institusi politik atau negara seperti NU.
Orang berakal tak akan terus belajar dari akibat yang ditimbulkan. Alhamdulillah syiah dikaruniai cara berorganisasi dengan Huseiniah bukan dengan ormas.(****





Komentar