Sangihe, Sulawesi Utara, LINTAS PENA — Banjir dan tanah longsor yang melanda Kampung Binala, Kampung Lelipang, dan Desa Laine, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, menyebabkan sejumlah rumah warga serta fasilitas umum mengalami kerusakan. Kondisi tersebut semakin menyulitkan mobilitas masyarakat setelah dua jembatan di wilayah terdampak mengalami putus akibat bencana.
Bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam hingga Rabu pagi (19/07). Luapan sungai kemudian menggenangi permukiman warga sekitar pukul 08.00 WITA, dengan ketinggian air mencapai 190 cm sebelum berangsur surut mulai pukul 12.00 WITA.
Berdasarkan data dampak bencana, sebanyak 146 rumah warga terdampak banjir, yang terdiri dari 10 rumah di Desa Binala, 13 rumah di Desa Lelipang, serta 121 rumah di Desa Laine. Selain itu, terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat tertimbun longsor maupun terdampak langsung material longsoran. Dua rumah warga di bantaran Sungai Ulu Peliang juga dilaporkan hanyut.
Dampak bencana turut dirasakan pada fasilitas umum. Di Desa Binala, dua rumah dinas puskesmas mengalami kerusakan berat akibat tertimbun longsor. Sementara di Desa Lelipang, kantor kehutanan dan kantor pertanian terdampak banjir. Di Desa Laine, banjir turut menggenangi kantor balai desa, satu sekolah dasar, satu PAUD, satu sekolah menengah pertama, serta empat rumah dinas.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons terhadap kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Produksi Sungai Pakning menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan ini merupakan bagian dari dukungan tanggap darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi pascabencana, terutama ketika akses dan mobilitas warga turut terganggu akibat putusnya jembatan.
Supervisor General Affair Kilang Sungai Pakning, Iswandi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Kami turut sepenanggungan dengan masyarakat yang terdampak bencana ini. Bantuan tanggap darurat yang kami salurkan menjadi bagian dari doa dan harapan kami agar masyarakat dapat segera pulih, kembali beraktivitas, dan senantiasa mendapatkan perlindungan,” ujar Iswandi.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus menjadi wujud kehadiran Kilang Sungai Pakning dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana.(MAHIR RITONGA)***








Komentar