oleh

Manhaj Imam Khomeini  

Oleh:  Ali Assegaf

FENOMENA revolusi islam Iran sering kali dipotret dengan cara pandang kehebatan material – dari buah revolusi yang Menggulingkan monarki pahlevi – atau kehebatan rudal dan drone dan teknologi Iran yang mampu mematahkan irom dome israel. Cara pandang seperti ini – tidak menjelaskan dibalik rahasia iran. Jika melihat sosoknya ada nama sentral yaitu imam Khomeini sosok pakaian khas yang beda dengan tokoh2 dibalik revolusi-revolusi dunia yang dicatat dalam sejarah dunia. Sosok yang religius namun bukan sekedar pemuka di rumah-rumah ibadah – tetapi juga tampil dalam politik yang menggoncang sendi materilisme barat yang tampil sempurna lahirnya revolusi ini menyertai ruh yang berada di baliknya.

Topik ini akan melihat ciri khusus pada pribadi Imam Khomeini Qds – yang oleh pengikutnya dijadikan suatu acuan yang disebut dengan manhaj, sehingga bernama manhaj Imam Khomeini Qds – tujuan tulisan ini melengkapi tulisan organisasi syiah adalah Huseiniah yang proses kemunculannya sama dengan proses yang dilakukan kakek imam yaitu Rasulullah dan Ali. dimana Imam Khomeini ini juga yang kemudian menjadikan revolusinya ini adalah REVOLUSI KARBALA’ dan menjadikan Iran sebagai kemah imam Husein As dimana beliau sendiri symbolnya.

Setidaknya ada tiga catatan yang melekat dalam ciri Imam Khomeini Qds yang hadir selalu konsisten, yaitu beriman kepada Allah SWT

Keimanan imam Khomeini ini persis seperti kakeknya Rasulullah SAW – yang mengancam berhala-berhala itu ketika Rasulullah belum banyak pengikutnya, demikian imam Khomeini mengancam Syah Pahlevi ketika belum punya pengikut. Ini menjelaskan jiwa huseiniah yang membara dalam iman beliau begitu besar. Ini juga pendiri kemah Al Husein atau Huseiniah – harus terlahir dari iman yang dalam topik sebelum ini dilahirkan oleh orang yang al husein menghidupkannya. Konsistensi imam ini yang melahirkan pembrani – yang tampak berteriak

لبيك يا حسين

Labbaika Ya Husein berarti tetap berdiri walau kalian sendiri.

Itu sebabnya imam Khomeini meninggalkan Teheran menuju Qom – hingga masyarakat secara merdeka memilih bersama imam. Dan setelah tiga kali referendum – imam kemudian mendirikan pemerintahannya dengan nama yang kita kenali wilayat faqih sama persis dengan pemerintahan Madani Rasulullah di Madinah. Wawancara awal oleh media asing spesifik menegaskan hal ini. Semua menunjukan keimanan Imam Khomeini pada Allah begitu kuat – yang harus jadi ciri utama Keimanan pendiri kemah imam husein di Indonesia (Huseiniah)

Jiwa huseini ini yang melahirkan system – jika ada istilah system melahirkan pribadi – maka system itu bernama Karbala’ atau organisasi Tuhan di bumi itu sebabnya Imam Khomeini Qds mengatakan revolusi ini dan apa yang dunia saksikan ini semua berasal dari Muharram dan Shafar

كل ما لدينا من محرم و سفر

Ingin rasanya menulis topik iman pada Allah pada pribadi Imam Khomeini Qds ini lebih panjang dan detail. Tulisan kecil singkat ini tidak untuk itu, sehingga lebih pada poin point yang semoga Allah membimbing saya untuk menggunakan istilah dan kata yang tetap bisa menyampaikan makna sebenarnya. Dari sini pembaca paham – kekurangan besar pada penulis ini.

Hal paling penting dalam manhaj Imam Khomeini Qds ini adalah – mengembalikan makna tak ada istilah Allah melantik nabi atau para Imam Ahl Bait As. Istilah bi’stah juga bermakna yukasyif atau membuka tabir. Istilah ini sangatlah penting untuk menjelaskan bentuk organisasi Tuhan di Bumi – O… Ingin rasanya menyampaikan detail yang akal ini memahami dimana tangan ini menulisnya..  

Pada ayat

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Ayat ini pemberitaan umum (atau juga disebut dengan nubuwatan) – bahwa Allah menjelaskan ciri mereka yang beriman pada Allah dan istiqamah – bahwa kemudian DIA sendiri yang memperbaiki urusan manusia dengan turun para malaikat dan menampakan pribadi yang tidak lagi punya rasa takut dan khawatir — karena dalam dirinya melihat semua janji Allah pada nya.

Itu sebabnya imam Khomeini senantiasa membaca dan mengajarkan doa

 اللهم يا محول الحول والأحوال حول حالنا إلى أحسن حال

Ya Allah sang pengubah keadaan, Ubahlah keadaan kami dengan sebaik-baik keadaan

Iman ini yang membuat keimanan imam Khomeini qds menjadi sebuah jalan dan tampak torehan buku kehidupan. Iman yang menjelaskan seluruh pekerjaan adalah gerak keridhoanNya – seluruh langkahnya langkah kakek nya Rasulullah dan Ali, dan iman ini yang dilahirkan dari System Ilahi karbala’. Tidak lapuk dengan derita, ancaman dan cermin utuh ayat yang berkata Allah Tuhan kami dan istiqamah  – Iman ini yang juga harus diwujudkan disetiap penduduk bumi..

Huseiniah untuk mewujudkan keimanan ini, dimulai dengan cara pandang dan pelatihan persaudaraan dari yang paling kecil dan meninggalkan pengkotakan kemanusiaan yang menghalangi nubuwah. Bisa baca fungsi dan target Huseiniah dalam tulisan saya.

Keimanan pada Jalannya

Keimanan imam pada Allah SWT diikuti dengan jalan yang dipilih. Kali ini saya melihat jalan imam Khomeini mirip dengan kakeknya Alhusein As. Saat banyak orang tidak memahami kedudukan Imam Husein As dan bahkan menasehatinya – yang menyelipkan antara ketakutan penasehat atau nada kengerian ancaman Yazid yang akan menimpa Al Husein As kemudian menasehati imam – imam Husein menjawab

شاء الله أن يراني قتيلاً

Allah berkehendak melihatku terbunuh

Jika Al Husein As di antara pilihan hidup nyaman atau menderita dengan bangkit – Imam Husein As memilih bangkit dengan menanggung penderitaan. Persis kakeknya, sang Imam Khomeini Qds – memilih jalan melawan sejak ayahnya Reza  Pahlevi. Pemilihan imam dengan standard tujuan perbaikan ummat  yang demi itu rela dengan memilih jalan berat dan beresiko kematian sekalipun. Pilihan imam Khomeini qds ini yang menjelaskan beliau produk dari Madrasah Karbala’ ini.

Manhaj imam yang mengacu pada memilih jalan sulit – menunjukan etos kerja dan kebangkitan. Ini yang menjadi gerak maju kesadaran besar yang kolektif yang muncul dari tujuan perbaikan ummat dan pilihan berani imam.

Huseiniah manhaj Imam Khomeini Qds – selain mewarisi iman pada Allah, juga iman pada langkah jalan yang ditempuh dan tujuannya ini.

Iman pada masyarakatnya

Imam juga mempercayai masyarakat yang bersamanya.

Cermin keimanan pada Allah SWT yang tercermin pada perlawanan imam pada Syah Pahlevi – yang dilakukan terbuka dan ketika belum ada pengikutnya – maka pendirian Huseiniah Manhaj Imam Khomeini juga harus lahir dari keyakinan pada Allah ini, baik itu sendiri atau kolektif untuk tujuan perbaikan ummat di lingkungan masyarakatnya.

Cermin keimanan imam pada jalan yang ditempuh, sekalipun beresiko – adalah menunjukan huseiniah manhaj imam Khomeini berdiri dengan tidak oleh parameter takut – tetapi parameter maslahat ditengah masyarakat, dari nama, bentuk giat hingga cara paling beresiko yang dipilih – demi tujuan perbaikan masyarakat sebagaimana tujuan Imam Husein As di Karbala’.

Imam beriman pada masyarakatnya

Saya teringat reaksi Imam Ali Khamenei Hf, ketika barat memandang Yaman Ansharullah dan Hezbollah atau Muqawama Irak adalah proxy-proxy Iran – penolakan menilai sebagai proxy itu – bahkan tercermin sekalipun hamas dibantu oleh Iran – tanpa menetapkan syarat atasnya. Ini bukan karena langkah kamuflase dan basa-basi – tetapi karena Rahbar menunjukan ke dunia – bahwa manhaj Imam Khomeini Qds beriman pada masyarakatnya. Tidak membuat sebagai proxy alias bawahan yang siap diperintah, tetapi masyarakatnyalah yang dipersiapkan untuk bangkit menerima imam dengan keimanan. Selintas ini sama – namun jauh sekali perbedaan. Selaku ilustrasi adalah sahabat-sahabat Al Husein As di Karbala’ – bagaimana Imam Husein mempercayai mereka, dan menampakan kepada sejarah – agar sahabat-sahabat nya meninggalkannya di malam terakhir asyura. Yang memukau adalah sahabat-sahabat Al Husein As menangis.. Satu persatu menyatakan sikap setianya untuk berkorban. Ini yang kemudian menjadi sebab ucapan Imam Husein As.

فاني لا اعلم أصحابا اوفي ولا خيرا من أصحابي…

Sesungguhnya aku ( Al Husein As) tak melihat sahabat-sahabat setia dan sebaik-baik selain sahabat-sahabatku ini.

Inilah puncak makna huseiniah manhaj imam Khomeini bukan sembarang Huseiniah, tetapi huseiniah merdeka, huseiniah mandiri – yang didalamnya terdapat mereka yang melayani masyarakat, mencintai masyarakat dan mempercayai masyarakat lingkungannya ini. Huseiniah yang begini – yang paling tahu jalannya di lingkungannya, bentuk komunikasi dan menjadikan semua golongan – keagamaan mengenal al husein, menerima Al Husein dalam bingkai persaudaraan. ( baca : organisasi syiah bernama huseiniah)*****

Komentar