oleh

Mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan Apresiasi Panen Raya Jagung:  “Polri Sukses Wujudkan Swasembada Pangan dan Tingkatkan Perekonomian Petani”

KOTA TASIKMALAYA—Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan   mengapresiasi peran Polri dalam meningkatkan perekonomian petani sekaligus membantu pemerintah mencapai swasembada pangan.Peran Polri tersebut ditunjukkan melalui pengelolaan lahan untuk pertanian jagung. Dari 334.524,37 hektare lahan yang digarap, hasil panennnya diperkirakan mencapai 1,78 sampai 2,54 juta ton jagung.

            Sebagaimana diberikan media pada pekan kemarin, Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto menyambut panen raya jagung yang diinisiasi Polri sebagai bukti awal keberhasilan dalam produksi pangan. Presiden Prabowo juga memuji inisiatif Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam mendukung kedaulatan pangan, yang disebutnya sebagai kunci keamanan nasional. Panen raya jagung kuartal II 2025 menghasilkan 2,54 juta ton jagung dari lahan seluas 218,35 hektare dengan produktivitas 9,3 ton/hektare, di mana hasil ini naik secara signifikan dari sebelumnya yakni 2 ton/hektare. Keberhasilan ini didukung oleh penggunaan bibit unggul dan pupuk Presisi hasil riset Polda Kalimantan Barat. Diketahui pendapatan petani pun turut meningkat signifikan, disertai pemerintah yang mengekspor 1.200 ton jagung ke Sarawak, Malaysia.

“Presiden Prabowo beruntung memiliki jajaran seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Karena di bawah kepemimpinan beliau, Polri menunjukkan peran krusialnya dalam membantu mewujudkan visi-misi Prabowo-Gibran. Terutama terkait penegakan hukum, pemerataan ekonomi dan kesejahteraan serta swasembada pangan,” ungkap Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan kepada media ini , Kamis 12 Juni  2025.

            Abah Anton menjelaskan, bahwa dalam mencapai swasembada pangan khususnya jagung, Polri berperan dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari edukasi, penyiapan lahan, pupuk dan alat-alat pertanian, bibit unggul, proses penanaman sampai panen, penampungan dan penyimpanan, distribusi, ekspor, hingga pengolahan hasil panen untuk pakan ternak.”Padahal, tugas Polri secara konvensional melayani masyarakat, menjaga kamtibmas dan sebagai penegak hukum saja sudah berat. Ditambah penyebaran kebencian terhadap Polri secara masif dan upaya delegitimasi melalui desakan pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Meski tidak mudah, semua itu dijawab dengan prestasi dan pengabdian tanpa batas,” tuturnya

            Berdasarkan informasi, hasil panen jagung Polri pada panen raya kuartal II 2025 mengalami kenaikan signifikan dari 2 ton per hektare menjadi 9,3 ton per hektare. Dampaknya, pendapatan para petani juga meningkat tajam dari Rp.500 ribu per bulan menjadi Rp.4,5 juta per bulan.

Pertumbuhan produktivitas ini tidak terlepas dari penggunaan bibit unggul dan pupuk hasil riset Polri serta alat pertanian yang modern. Untuk menyimpan hasil panen, Polri bersama Bulog membangun 18 gudang yang ditargetkan selesai pada Agustus 2025. Mereka juga siap membeli hasil panen petani dengan harga Rp.5.500 per kilogram untuk menjawab tantangan surplus produksi yang ditaksir hingga 6 juta ton.

Sedangkan di sisi hilir, Polri menjalin kerjasama dengan perusahaan pakan ternak untuk mengelola hasil panen melalui 47 feedmills di 17 provinsi. Selain itu, dua pabrik baru di Maros (Sulsel) dan Lamongan (Jatim) juga dalam proses pembangunan, yang akan menjadi tempat pengolahan pakan ternak terbesar di Asia Tenggara.Melalui kolaborasi dengan pihak lain, dijalinlah kerjasama ekspor dengan perusahaan pengelola hasil pertanian di Malaysia. Kerjasama ekspor yang telah disepakati mencakup 20 ribu ton jagung secara bertahap. Ekspor perdana sebanyak 1.200 ton dengan harga Rp.5.900 per kilogram diresmikan dan dilepas langsung oleh Presiden Prabowo.”Ini sebuah pendekatan kolaboratif-komprehensif yang melibatkan banyak pihak dan aspek yang relevan. Ketahanan pangan mendukung terciptanya stabilitas keamanan dalam negeri sehingga pembangunan dapat berjalan optimal sesuai yang dicita-citakan,” jelas mantan Kadiv Humas Polri ini.

            Karena itu tidak berlebihan, menurut Anton Charliyan, jika Presiden Prabowo Subianto juga  mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendorong ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pembinaan koperasi petani jagung di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang digelar pada Kamis 5 Juni  2025 , Presiden Prabowo menyebut koperasi binaan Polri telah melakukan riset dan uji coba produk turunan jagung yang berpotensi besar dikembangkan, seperti keripik dan nasi jagung.“Ini membuktikan bahwa kita tidak hanya mampu swasembada, tetapi juga bisa menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Presiden Prabowo di depan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran menteri.(REDI MULYADI)****

Komentar