HIDUP merupakan perjalanan panjang menuju kematian, dan semua makhluk, manusia, jin, hewan, tumbuhan dan sebagainya yang bernyawa pasti akan mati.”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” Ayat ini mengingatkan kepada kita semua, bahwa kematian pasti akan datang dan pasti akan kita hadapi, entah di mana pun dan kapan pun. Serta tidak pandang bulu dan tawar menawar.
Sehingga kita harus selalu ingat kepada Allah SWT, Tuhan yang telah menghidupkan dan mematikan kita semua. Kata sahabat Ali, sesuatu yang pasti tapi seringkali dilupakan oleh manusia adalah kematian.
Ada dua penggambaran terkait sakaratul maut di dalam Al-Quran.
Pertama, dalam surat Al-Anfal ayat 50, Allah berfirman : “Andaikata dirimu, wahai Muhammad, menyaksikan pemandangan mengerikan pada saat malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir, kalian akan mendapatkan malaikat itu memukuli tubuh orang-orang kafir itu dari depan dan belakang, “seraya berkata,:
“Rasakan siksa api neraka, akibat perbuatan kalian.”
Kedua, dalam surat An-Nazi’at 2, Allah berfirman : “Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan lemah lembut,”
Orang yang diambil nyawanya oleh malaikat dengan lemah lembut ini adalah mereka yang beramal sholeh karena Allah Swt.
Amal sholeh ini diibaratkan dengan obat bius saat mau dioperasi . Sekalipun sakaratul maut itu menyakitkan, tapi kalau kita sudah dibius dengan amal sholeh, maka insya Allah tidak begitu berat merasakan kesakitan menjelang wafat.
Apa saja amal sholeh yang bisa kita persiapkan sebelum kita menghadapi kematian?
Pertama, beramal sebaik mungkin.
Selama hidup di dunia kita diajarkan untuk selalu beramal yang baik sebanyak mungkin, tanpa harus perhitungan sedikit pun, beramal harus dengan ikhlas dan istiqomah.
Dalam surat Al-Mulk ayat 1-2, Allah berfirman :”Maha Suci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.”
Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda:”Sesungguhnya sebaik-baik pekerjaan adalah yang rutin berkelanjutan, meskipun itu sedikit.”
Dari kedua dalil ini sudah sangat jelas bahwa kita dianjurkan beramal sholeh dengan istiqomah atau terus menerus.
Karena pekerjaan yang istiqomah akan membuahkan hasil yang banyak.
Selain istiqomah, pekerjaan yang kita lakukan harus dilandasi dengan ikhlas dan syukur.
Sehingga apa yang dikerjakan tidak sia – sia.
Kedua, menyiapkan amal yang terus mengalir pahalanya. Menyiapkan amal, jangan hanya yang sifatnya pribadi, yang ketika sudah wafat hanya akan berhenti ketika itu juga.
Maka kita harus beramal jariyah yang sifatnya memberkahi dan bermanfaat bagi orang lain.
Sehingga amal tersebut akan terus mengalir kepada diri kita meskipun kita telah tiada.
Seperti sedekah jariyah, mengajarkan ilmu agama dan pengetahuan lainnya, serta mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh dan alim, sehingga dapat mendoakan kita kelak.
Sebagaimana Rasulullah SAW Bersabda :”Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda : Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya” (HR Muslim).
Ketiga, berdoa agar diberikan husnul khotimah.
Siapa yang tidak ingin akhir hidupnya husnul khotimah?
Pasti semuanya mau dan sangat berharap. Maka salah satu agar kita mendapatkan husnul khotimah yakni memperbanyak berdoa dan berdzikir kepada Allah Swt.
Salah satunya dengan kalimat tayyibah “Laa ilaha illallah”.
Karena ketika kita sering berdzikir “Laa ilaha illallah” maka insyaallah di akhir hayat juga Allah akan membimbing kita mengucap kalimat “laa ilaaha illallaah”.
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah Saw bersabda :”Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah “Laa ilaaha illallaah” maka dia akan masuk Surga.”
Rasulullah SAW juga memberikan gambaran tambahan bahwa ciri-ciri seseorang yang husnul khotimah yakni dirinya akan selalu istiqomah mengerjakan perbuatan yang baik hingga akhir hayat.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.”
Para sahabat bertanya:
Bagaimana membuatnya beramal ?
Beliau menjawab : “Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal sholeh sebelum dia meninggal” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Semoga kita menjadi hamba Allah yang selalu istiqomah ingat kepada-Nya. Ketika selalu ingat kematian , maka iman kita akan selalu bertambah dan selalu mengerjakan kebajikan. Dan juga semoga Allah Swt menjadikan kita sebagai orang – orang yang wafat dalam keadaan husnul khotimah.Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
Wassalamual








Komentar