Oleh: Ki Acep Aan (Ingsun Galunggung)
” Menurut Al Qur’an ,umur Nabi Nuh ini 950 tahun.Nabi Nuh diutus Alloh menjadi Nabi dan Rosul ketika berumur 480 tahun.Dalam masa 5 abad itu,hanya berhasil mendapatkan pengikut 70 atau 80 orang saja”
Kalau benarlah apa yang dikatakan oleh Hisyam bin Muhammad bin As Saib Al Kalby,bahwa Adam dan Hawa mulai pertama diturunkan Alloh kepermukaan bumi did aerah pegunungan yang paling subur bernama Gunung Nuth.Sedangkan menurut Ahmad Zaky , Gunung Nuth itu nama aslinya adalah Gunung Rahuun ,dimana kali Adam diturunkan .Disinilah Adam dan Hawa hidup dan berketurunan.Turunan -turunan Adam dan Hawa ada yang hidup berpindah -pindah ,tentu saja dengan tujuan mencari tempat yang lebih baik ,udara yang lebih nyaman atau penghasilan yang lebih gampang mendapatjannya.Dengan jalan begitu,manusia semakin banyak jumlahnya dan daerah yang ditempati semakin luas pula ,berkembang ke timur dan ke barat ,ke utara atau ke selatan.
Beberapa abad kemudian ,di dunia ini jadi ramai .Pada abad pertama sampai ke lima menurut Sa’id yang di ambil dari perkataan Qatadah (sahabat Rosululloh SAW),mereka boleh dikatakan hidup dalam keadaan aman dan tentram dengan kepercanyaan yang benar sesuai dengan ajaran Adam dan Hawa yang sangat giat menunjuki akan anak turunannya agar sampai sesat dan celaka ,seperti apa yang sudah terjadi antara adik kakak yang bernama Qabil dan Habil .
Tetapi pada abad yang berikutnya ,yaitu kira-kira pada turunan yang kelima atau ke enam dari Adam dan Hawa ,mulailah timbul kerusakan ,kekacauan atau perselisihan antara mereka.
Diriwayatkan oleh Athiyah dari Ibnu Abbas r.a.bahwa manusia disaat wafatnya Adam semua baik dan beriman ,tetapi kemudian hampir seluruhnya menjadi seperti binatang-binatang yang tak punya akal.
Dan karena itulah Alloh lalu mengutus nabi -nabi dan rosul -rosul untuk membimbing mereka dengan memberi kabar -kabar gembira dan ancaman.Alloh mengutus Nabi Idris a.s.kira -kira pada abad keenam sesudah Adam a.s .Tetapi Nabi Idris ini mereka dustakan ,sampai nabi Idris ini diangkatkan ke tempat yang tinggi (Wafat).
PATUNG BERHALA PERTAMA
Sepeninggal Nabi Idris a.s.diantara manusia yang hidup kapir jahat seperti binatang itu ada pula beberapa orang yang hidup secara baik,sehingga mereka dicintai oleh kaum kerabat dan orang-orang yang ada di sekitar mereka,manusia tersebut: 1.Wad ; 2.Suwa; 3.Jaghuth; 4.Ja ‘uuq dan 5.Nasr.
Menurut Hisyam kelima orang baik ini mati serentak berturut-turut dalam satu bulan,sehingga menyebabkan kegemparan yang amat sangat,bagi keluarga dan orang-orang yang mencintai mereka itu.
Kemudian salah seorang dari kerabat yang sangat cinta mengusuljan pada teman-teman dan kerabatnya ,agar ke lima orang baik tersebut yang telah meninggal dunia itu di buatkan gambar dan berupa patung patung yang menyerupai mereka ,sekedar untuk kenang-kenangan supaya melepaskan teragak atau rindu hati terhadap masing-masing mereka.Usul ini diterima orang banyak dengan gembira.Lalu dicarilah orang-orang yang pandai menggambar dan mematungnya.selanjutnya pada abad pertama mereka menghirmati dengan upacara-upacara tertentu.Menurut At Thabary ,nama -nama tersebut sesudah di di ta’ribkan yaitu di bahasa arabkan ,yaitu sesudah di Ibrant-kan dari bahasa aslinya.
Pada abad ke dua ,cara membesarkan dan menghormati patung-patung itu makin di tingkatkan ,timbulah berbagai cerita dan dongeng-dongeng tentang patung patung atau berhala tersebut ,cerita yang sangat mempengaruhi jiwa manusia yang mendengarkannya.
Pada abad ke tiga mulailah timbul dogma-dogma mithos atau kepercanyaan yang bersipat mistik.seakan patung tersebut membawa manpaat,mereka sembah seolah patung itu Tuhan.
Berkata Ibnu Kalby dari Ibnu Shalih ,bahwa menurut Ibnu Abbas r.a.antara Adam dan Nuh adalah 12 abad lamanya.Dan di abad keduabelas sesudah Adam ini ,seluruh manusia sudah menyembah patung .Karenanya Alloh mengutus Nabi Nuh a.s.untuk memperbaiki keadaan mereka yang sudah rusak itu.
Nabi Nuh a.s.adalah seorang fasih berkata -kata ,tajam pemikiran atau akalnya ,dapat menangkis kalau berdebat ,bersipat sabar dan tenang.Orang -orang kafir selalu menentang dan menyombongkan diri.
Atas perintah Alloh SWT ,Nabi Nuh membuat kapal dengan mempergunakan kayu dan paku,disuatu tempat dekat kota.Orang-orang kafir tersebut selalu mengejek dan menghina Nabi Nuh a.s. Sehingga sempurnalah pembikinan kapal tersebut.Dalam pada itu Tuhan telah mewajibkan kepada Nuh ,agar bila siksa itu telah datang ,Nuh dan pengikutnya segera naik ke kapal itu,dengan membawa semua orang yang beriman dan binatang ternaknya yang berpasang-pasangan.
Ketika Nabi Nuh berdiri ditempat yang tertinggi diatas kapal nya,mata Nabi Nuh terpandang kepada seorang anaknya yang bernama Kan’aan ,anak yang ingkar.Nuh memanggil anaknya yang malang itu,panggilan yang penghabisan” Hai anaku ,mari bersama kamj,janganlah engkau bersama orang-orang kafir itu! “
Kan’aan tidak menuruti apa yang diserukan Nuh ayahnya,anak itupun leyap di telan gelombang air yang sedang bergulung-gulung,Nabi Nuh bersedih dan berkata” Ya Alloh ,bukankah Anaku itu termasuk keluargaku sendiri?”
Alloh menurunkan ilham kepada Nuh ,bahwa anak itu bukan ahlimu lagi dan tidaklah termasuk menjadi keluargamu siapa saja yang kapir dan durhaka ” Kami hanya berhak menolong orang orang yang beriman saja”dan ” Janganlah meminta-minta lagi kepada Tuhan tentang apa yang tidak diketahuinya Alloh berfirman” Aku ajari engkau (Ya Nuh)tentang apa yang engkau masih djahil”.
Banjir dahsyat dan gelombanya yang bergulung itu telah dapat menelan semua manusia yang inkar.Langit mulai tertutup dan berhenti mencurahkan air ,sedang bumi telah menghisap semua air yang ada diatas datarannya.Kapal Nabi Nuh terhenti diatas puncak Gunung Suci yang sampai sekarang orang -orang pintar sedang mencari bekas-bekasnya.
NABI HUUD
Nabi Nuh dan pengikutnya yang terdiri dari orang-orang yang beriman telah di selamatkan Alloh dari bahaya maut.Semua musuh mereka yang terdiri dari orang-orang kafir yang jahat seluruhnya sudah musnah.Orang -orang beriman yang selamat ini,setelah berhenti banjir dahsyat itu,dibawah pimpinan Nabi Nuh semakin tebal iman mereka,semakin percanya kepada Nabi Nuh dan ajarannya.Mereka tak henti-hentinya bersyukur dan ibadah menyembah Alloh yang telah menyelamatkan mereka .Makin terasa sampai sedalam -dalamnya ,dalam jiwa raga mereka akan kekuasaan Alloh dari kekuasaan Nya.
Diutus Tuhanlah kepada mereka seorang dari bangsa “Aad” itu sendiri ,Nabi Hud namanya .Seorang yang lapang dada,berbudi tinggi,pengasih dan penyantun ,penuh dengan kesabaran.Nabi Huud melarang kepada orang-orang kafir untuk tidak menyenbah berhala,tapi mereka tidak mengibdahkannya bahkan menentang.Sebagaimana manusia di jaman Nabi Nuh ,seruan ajaran Huud ini tidak di hiraukan oleh manusia Aad,mereka membantah dengan membangga banggakan kekayaan dan kepintaran mereka sendiri.Akhirnya Alloh menurunkan Azab/siksa dengan melibas ksum kafir Aad,angin yang dahsat selama tujuh malam delapan hari,memporakporandakan daerah tersebut.Demikian jadinya manusia yang kafir dan takabur .Alloh berfirman” TIDAKLAH TUHAN AKAN MENCELAKAKAN SUATU NEGRI DENGAN SATU PETAKA ,SEDANG PENDUDUKNYA BERBUAT BAIK”.
Heran Nabi Huud dan pengikutnya di rumah saja ,dengan tidak merasakan sedikit juga akan bahaya angin ribut yang begitu dahsyat selama seminggu berturut-turut itu.Akhirnya Nabi Huud pundah tempat ke Hedramaut,dimana beliau hidup sampai wafatnya.
sumber:
– Al Qur an dan Hadis
– Bey Arifin bin Muhammad Arif (gelar Datuk Laut Bisa),Surabaya,2 Nopember 1971.
Tasikmalaya, Juli 2021″










Komentar