oleh

Nyawa Lebih Penting dari Kecepatan, Kodim 0612/Tasikmalaya Gaungkan 5 Pilar Berkendara Aman

TASIKMALAYA — Keselamatan berkendara bukan sekadar urusan sampai di tujuan, tetapi bagaimana memastikan setiap perjalanan berakhir dengan selamat.Pesan tersebut disampaikan Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor Caj Dadan Kusnadi saat memberikan Penyuluhan dan Sosialisasi 5 Pilar Berkendara kepada sekitar 180 personel TNI dan PNS Kodim 0612/Tasikmalaya, Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan yang merupakan tindak lanjut arahan Aspres Kasad tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan personel dalam menjaga keselamatan berlalu lintas, baik saat melaksanakan tugas maupun dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam penyuluhannya, Mayor Caj Dadan Kusnadi mengingatkan bahwa keselamatan tidak cukup hanya dengan kemampuan mengendarai kendaraan. Sikap disiplin, kewaspadaan, kelengkapan kendaraan, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas juga menjadi bagian penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Ada lima hal utama yang ditekankan kepada seluruh personel.
Pertama, gunakan helm dan pastikan tali pengamannya dikunci atau diikat dengan benar. Helm bukan sekadar formalitas, tetapi perlindungan penting untuk mengurangi risiko cedera kepala ketika terjadi benturan.
Kedua, berdoa sebelum berkendara. Selain sebagai bentuk permohonan keselamatan, doa menjadi pengingat agar setiap perjalanan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Ketiga, jangan ngebut. Kecepatan tinggi dapat mempersempit waktu pengendara untuk bereaksi terhadap situasi yang muncul secara tiba-tiba. Karena itu, kecepatan harus disesuaikan dengan kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
Keempat, jaga konsentrasi. Pengendara harus fokus pada jalan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu perhatian, termasuk menggunakan telepon seluler saat kendaraan sedang berjalan.
Kelima, lengkapi surat-surat dan cek kondisi kendaraan. Sebelum berangkat, pengendara perlu memastikan kelengkapan administrasi serta memeriksa kondisi kendaraan, terutama rem, ban, lampu, spion dan komponen penting lainnya.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemakaian helm oleh anggota Kodim 0612/Tasikmalaya.
Praktik sederhana tersebut menjadi bentuk penegasan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, tetapi harus diterapkan secara nyata setiap kali berkendara.
Edukasi ini juga diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa satu tindakan ceroboh di jalan tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mengancam keselamatan orang lain.
Sebagai prajurit dan PNS, personel Kodim 0612/Tasikmalaya juga diharapkan mampu menjadi contoh di tengah masyarakat dalam menerapkan budaya tertib berlalu lintas.
Pada akhirnya, berkendara aman bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang mampu sampai tujuan dengan selamat.
Lima pilar tersebut sederhana: helm terkunci, berdoa, tidak ngebut, tetap konsentrasi, serta memastikan surat dan kondisi kendaraan lengkap. Karena di jalan raya, keselamatan bukan pilihan melainkan kebutuhan.

Komentar