oleh

Organisasi Tuhan di Bumi

Oleh : Ali Assegaf

Topik tentang Tuhan sering kali wacana tentang pembuktian, tentang argumentasi siapa Dia – Seakan TUHAN begitu asing dalam topik pembahasan dan belum berkesimpulan pada kebanyakan manusia.

Satu hal pasti – Tuhan paling tahu cara merawat, memfungsikan ciptaanNya hingga mengorganisir ciptaan Nya ini dengan agenda Tujuan yang jelas terang dan terukur. Tuhan yang punya sistem mengorganisir ini lengkap dan sempurna sehingga tak memerlukan pelengkap atau penyempurna dari luar sistem Nya.

Tujuan utama TUHAN menciptakan dunia ini sebagai perhelatan panggung bagi kekasih Nya Muhammad saww yang sebelumnya diutus para nabi dan Rasul yang mempersiapkan dari satu zaman ke zaman – hingga tiba kesiapan kemunculan sang pemeran utama – Muhammad SAW ini.

Dengan tiga peran dan fungsi utama, dijabat kedudukan seorang sebagai Nabi – Rasul dan Imam.

An-Nabi

Sebagaimana namanya pembawa berita, pewarta – yang membimbing manusia untuk tujuan ini. Mekanisme nya telah ditunjuk oleh Allah dan dihadirkan ditengah masyarakat, dengan disertakan padanya bukti dari Allah untuk menghilangkan semua rasa keraguan kaum yang hidup bersamanya.

Fungsi an-Nabi ini bisa juga menjelaskan peran atau risalah Rasul yang diutus sebelumnya atau membantu Rasul yang hidup sezamannya. Selain juga teladan, menunjukkan ketaatan pada imam zamannya.

Akhir Kenabian

Akhir Kenabian muhammad saww, bukan berarti akhir peran dan fungsi kenabian ini. Namun peran dan fungsi itu sudah dilakukan oleh mereka yang berstatus Ulama – sebagaimana sabda beliau

إن العلماء ورثة الأنبياء

Ulama ummatku pewaris para nabi

Jika setiap nabi membawa bukti, maka bukti seorang ulama juga dapat dimintakan dalam sistem organisasi Tuhan ini – sehingga keraguan seorang akan keulamaan juga bisa diukur, demikian penerimaan dengan mensematkan keulamaan seseorang. Ini sekaligus bentuk keimanan seorang pada akhir kenabian Muhammad saww dimana peran utama ulama selain membimbing ummat, mewartakan hal-hal yang jadi fungsi kenabian, juga menjelaskan risalah serta menunjukan sikap ketauladanan ketaatan pada imam.

Ar-Rasul

Setiap Rasul senantiasa juga seorang nabi, ini bermakna Rasul memiliki dua peran utama sekaligus – yaitu fungsi kenabiannya dan fungsi kerasulannya. Tanda dan bukti kerasulan berbeda dengan tanda dan bukti kenabian. Rasul – selain membawa serangkaian aturan individu atau sosial yang wajib ditaati dari sisi Allah dalam pelaksanaan organisasi Tuhan, juga menjadi tauladan ketaatan itu sendiri.

Dalam membuat aturan Tuhan tidak pernah mengkompromikan aturanNya kepada manusia, melainkan bagiNya aturan yang dijadikan ketetapan untuk ditaati, dimana sang Nabi dan Rasul – sekaligus contoh sempurna ketaatan aturan yang hadir ditengah manusia ini.

Selainnya dibimbing untuk menjalankan syareat dan aturan yang mengatur seluruh manusia guna mencapai tujuan organisasi Tuhan ini.

Akhir Kerasulan

Keimanan pada akhir Kerasulan muhammad saww, adalah keimanan pada sempurna dan lengkapnya aturan dari sisi Nya yang tidak lagi perlu ada kitab suci baru, tidak perlu penetapan hukum baru, dan aturan Nya tidak menjadi kadaluarsa oleh sebab perbedaan zaman, atau tempat dan kultur suatu masyarakat.

Namun, penjelas terhadap hukum ini dan fungsi penjelas risalah disetiap zaman, harus diperankan oleh bentuk keulamaan khusus  – yang menjadi spesifikasi rujukan atau marja’ – sehingga organisasi Tuhan tetap dapat diberlangsungkan setelah akhir Kerasulan Muhammad SAW

Imamah

Selain para nabi dengan fungsi dan perannya datang dari sisi Allah, serta berakhir dengan muhammad saww – namun vitalnya peran kenabian dan Kerasulan – sudah diperankan oleh para ulama dan marja’ – ada sebuah jabatan pada muhammad saww sebagai imam.

Peran imam melewati redaksi text kitab, yang bukan sekedar sebagai penafsir text kitab suci, tetapi sekaligus sebagai penakwil – sebagaimana alquran menyebut

وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ

Dan tiada mengetahui Takwil (alqur’an) nya kecuali Allah SWT dan ar-Rasikhun dalam ilmu

Ar-Rasikhun fil ilm fungsi utama imam, yang diperankan oleh Rasul dan Ahl Bait as banyak perkara-perkara hukum yang secara redaksi dalam kitab suci – seakan berbeda atau bertolak belakang atas jalan yang digariskan yang itu menunjukkan fungsi imamahnya. Karena para imam tahu apa yang ada dibalik text risalah, yang bukan sekedar menurunkan tafsir atas redaksi – tetapi dirinya adalah makna text kitab / risalah itu. Itu sebabnya imamah memiliki peran sentral yang memastikan jalan satu menuju tujuan organisasi Tuhan ini.

Sejarah membagi periode imamah ini, yang tak pernah ditutup seperti kenabian dan Kerasulan Muhammad SAW. Periode tersebut adalah

– Periode kenabian, Kerasulan dan imamah Muhammad saww – yang disebut periode pra bi’stah, medinah dan Mekkah – dimana 3 jabatan dan peran sekaligus diemban oleh muhammad Rasulullah saww ( nabi, Rasul dan imam)

– Periode 11 imam yang oleh Rahbar dengan sangat apik diberi nama manusia 250tahun – yaitu periode pasca wafat nabi 11 H sd syahadah imam hasan askari di 261 H — dimana peran, fungsi 11 imam terlihat berbeda karena mereaksi zaman yang berbeda – menjadi perbendaharaan utuh yang menjadi penyempurnaan persiapan Ummat akhir zaman yang menempatkan diri dalam organisasi Tuhan sepanjang sejarah.

– Periode Ghoib shugro ini fase periode yang memberi percontohan pra kemandirian Ummat dalam organisasi Tuhan ini – dibalik ghoib shugro inilah peran imam tidak terputus dan organisasi Tuhan tetap berperan, sebagai incubator

– Ghoib Kubro pada fase ini fase pendewasaan Ummat setelah semua bimbingan kenabian, baik zaman nabi muhammad, atau peranan kenabian oleh ribuan para murid imam di periode ke-2, juga peranan ribuan para murid imam yang berfungsi pembimbing hukum risalah diperiode ke-2 karena jarak masyarakat dari imam saat itu. Seluruhnya juga ada kalanya diberi peran dari penunjukan langsung imam untuk fungsi imamah di wilayah terbatas di dalam periode ke-2 ini – namun semua peran ini tersimpul pada imam zamannya saat itu.

Dengan semua itu, islam tetap terjaga diperiode ghoib kubro… Mengapa era ghoib kubro itu berat dan nilai ibadah di eskalasi lebih, karena faktor integralnya periode demi periode ini – menjadi makna TUJUAN UTAMA ORGANISASI TUHAN yaitu mewujudkan KERAJAAN TUHAN atau lahirnya PEMERINTAHAN TUHAN di akhir zaman. Maka tugas utama mencapai itu, Ummat dipersiapkan untuk memunculkan Imam Mahdi ajf ini

Selain fungsi dan peran kenabian pasca akhir kenabian Muhammad SAW, dapat berlangsung. Fungsi kerasulan dan peran kerasulan akhir kerasulan muhammad saww – juga dapat berlangsung sampai saat ini. Maka makna keghaiban imam Mahdi ajf – Ummat didorong punya langkah parsial yang kemudian terintegrasi dengan tujuan besarnya memunculkan imam Mahdi – dengan mengambil contoh zaman periode sebelum ghoib Imam Mahdi ini.

Karbala semisal – perlu adanya gerakan mendirikan tenda Karbala dipanggung dunia. Iran dalam hal ini telah mengambil fungsi utama pendirian tenda Karbala ini – yang kemudian mendorong gerakan2 seluruh dunia dalam rangka memperluas informasi yang ditutup oleh zaman dengan peran mencetak peran kenabian ini – alias para ulama 

Mengorganisir dengan pola yang tidak mengubah dan mengklaim Tuhan, Nabi dan apalagi dengan Ahl Bait as yang sama sekali tidak mencerminkan bentuk, peran apalagi tujuan yang berbeda dengan peran turunan fungsi organisasi Tuhan di bumi ini.

Wilayah Faqih

Setelah melewati periode dinasty – bani Umayyah 660 – 750 M – periode ini sejak imam Ali b Abi Thalib as hingga setengah kehidupan imam jakfar as – ahl Bait as mengalami fitnah, upaya pembunuhan dan keseluruhan imam mengambil peran zamannya dalam rangka tegaknya organisasi Tuhan di bumi ini dengan memutus fitnah, mencegah perusak ajaran, mengenalkan dan membimbing Ummat dan menggugah kesadaran… Seluruhnya dilakukan untuk wujudnya organisasi Tuhan di Bumi yang tak pernah berubah dengan upaya kerajaan dzalim yang membunuh ahl Bait as.

Sepanjang sejarah ini, ada banyak pelajaran dimana ahl Bait sebagai guru yang oleh islam disebut sebagai madrasah ahl Bait as. – organisasi sekoci – dari beberapa peranan sekelompok orang yang kemudian sumpah setia, dan kemudian menerima penugasan imam dibeberapa wilayah… Menjelaskan peran nubuwah, risalah dan wakil imam diperankan oleh banyak kalangan dan dipersiapkan oleh imam sendiri, atau bekas murid imam sebelum nya.

– Bani Abbasiyah – 750 – 1.258M jika bani Umayyah 90th Abbasiyah mencapai 508 tahun – di periode ini ahl Bait bukan hanya dibunuhi, kuburan mereka dibongkar dan dibakar mayatnya. Upaya menghina dan menjauhkan islam dari ahl Bait nabi begitu kuat, sehingga membuat Ummat takut mendekati sumber islam dalam periode yang sangat panjang. di periode ini – imam Mahdi di ghoibkan, baik shugra dan kubro…

Yang menarik dalam situasi yang serba tertekan, ahl Bait selalu menyiapkan murid-murid ini untuk terus memerankan fungsi2 kenabian, kerasulan dan kepanjangan imamah ini – sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah yang oleh kerajaan dan dinasty sudah diubah standard penilaian kemajuannya dengan mengklaim islam ini

Perang Standard Nilai

Ketika kerajaan / dinasty juga melahirkan intelektual culas dan akademisi penjilat,  mereka telah mengambil peran utama mengubah-ubah standard penilaian islam itu – dengan mengukur kemajuan islam dengan perluasan wilayah kerajaan, dan banyaknya Ummat yang dipaksa menjadi islam atas program aneksasi nya.

Sejarah mencatat, beberapa imam justru dijadikan objek untuk merendahkan nya, dengan menempatkan salah seorang imam di wilayah baru agar masyarakat yang di islamkan ala kerajaan, melakukan praktek kekurang ajaran pada ahl Bait as. Imam Ali Hadi As salah satu yang mengalami percobaan ini..  Justru kemudian, Allah menyempurnakan peran imam dengan makar kerajaan yang ingin menjebaknya.

11 imam, selama 250 tahun telah menjadikan islam punya Pustaka perjuangan, kesadaran dan madrasah,  peran dan organisasi Tuhan di Bumi tetap berdiri tak pernah bergeser dari sumbernya sedikit pun.

Ghoib Kubro Imam Mahdi, mengalihkan kerajaan abasiah tak lagi punya kesibukan mentarget para imam, dan membiarkan pengikut ahl Bait larut dalam derita, tradisi Karbala seakan tanpa detonator yang dapat menyatukan, dibiarkan dilakukan dalam sembunyi dan beban mental pengikut ahl Bait yang oleh dinasty dianggap jadi khayalan imam yang ghoib.

Dinasti Utsmaniyah 1300-1922M sebuah dinasti yang cukup lama, tak terdengar pengikut ahl Bait kecuali kelompok2 yang aktif dengan kegiatan keilmuan, sosial dan menjadi orang-orang bijak yang memanfaatkan pemerintah diberbagai wilayah sebagai pencerah bimbingan moral.

Dari zaman ke zaman, Islam membangun prinsip kemandirian ini – tak menyibukkan diri untuk merebut kekuasaan dan tidak memaksakan apalagi aneksasi, diatas prinsip Ummat yang makbul – menerima dan menyiapkan diri – Islam tetap eksis dengan tiga fungsi utama nubuwah, risalah dan imamah. dibimbing Ummat untuk mengorganisir diri sebatas tujuan-tujuan kontrak sosial sebagaimana perjanjian mereka di Pasar-pasar dalam mengerjakan produk perdagangan, tak mengurangi timbangan, perduli perkara sesama… Islam dibangun atas prinsip ketaatan, kesetiaan dan pengabdian ini.

Pengikut ahl Bait mendapat intimidasi ini hanya karena faktor kecurigaan kerajaan dan penguasa, yang menganggap angan-angan mereka sebagai bayangan ancaman. Saat yang sama pengikut ahl Bait as, dibawah bimbingan imam – memiliki cara pandang yang terus menerus dicerahkan diperbaiki dan diperluas hingga banyak menjadi bagian yang menerima risalah Muhammad SAW.. Tradisi para nabi-nabi sebelum nabi muhammadpun jadi tradisi ahl Bait as. Semisal tradisi menangis Karbala’ – sebagaimana yakkub dengan baitul hazin (rumah suka) nya – sehingga al-quran sebagai risalah mendapatkan bentuk nyata kegiatan keorganisasian Tuhan dibumi ini dengan tradisi menangis.

Walaupun pengikut ahl Bait ditindas sepanjang zaman, organisasi Tuhan telah membuatnya terlihat besar dan menakutkan setiap kedzaliman.. Namun, tetap menjadi organisasi yang menerima takdir – menanti penghubung Ummat ini dengan imam Mahdi ajf yang fungsi fungsi kenabian, kerasulan dan perpanjangan imam dikenali dengan sinyalemen ahkamul wilayah – sepanjang zaman.

Islam Kerajaan

Sengaja disebut Islam kerajaan, bukan kerajaan islam – karena era kerajaan ini mengklaim sebagai islam – bahkan membawa ajaran Islam pesanan nya, yang seluruhnya berhenti – setelah dari satu raja ke raja lainnya, kadang mereka mensematkan khalifah agar tetap disebut Islam, publik tidak dapat lagi membedakannya, dan dibalik ketidak tahuan publik ini, kata kerajaan islam, khalifah islam – tidak lagi dapat kritik memadahi.

Bukan hanya itu,  klaim-klaim ahl Bait dan upaya pemaknaan yang terus mencoba menggeser pada yang berhak, juga terjadi. Era abasiah banyak melakukan langkah ini, untuk menjustifikasi kerajaan ini adalah kerajaan Abbas paman nabi,  yang juga ahl Bait nabi. Walhasil – Upaya-upaya  yang kuat dan banyak serta massive menggeser  standard nilai ini jadi agenda utama, yang melumpuhkan ummat sehinggakan tidak lagi tahu organisasi Tuhan sejati nya.

Namun, jalan siratal mustaqim – tetap berjalan, panggung bumi ciptaanNya tetap diperankan – ghoib imam Mahdi ajf – bahkan memberikan peran kesadaran Ummat yang tak pernah ada di zaman nabi-nabi sebelum nya, hingga tiba situasi dimana 1979 – Revolusi panjang itu terlahir dari rangkaian panjang fungsi nubuwah, risalah dan imamah yang tidak berhenti.

Terbukalah kosakata alquran yang memerintahkan adanya yang menjadi pengawal di tengah pejuang, dengan kata yafaqqih fiddin – yang muncul dengan nama wilayah faqih ini. Sebuah istilah yang hakekatnya sudah pernah terjadi, baik di zaman para imam dan ghoib imam Mahdi ajf ini. Jika dahulu utusan langsung imam, maka wali faqih saat ini pun diyakini utusan langsung imam Mahdi ajf – yang agendanya adalah agenda imam Mahdi dan mempersiapkan Ummat untuk segera mewujudkan misi utama organisasi Tuhan di Bumi.

Revolusi ini seperti lahirnya musa as, setelah kejahatan kebrutalan fir’aun zaman itu. Revolusi yang hadir setelah PD-I bristih menyerahkan wilayah berdaulat Palestina kepada bani israel, yang kemudian berjalan dengan waktu mengusir, membunuh dan diluar nalar kejahatan yang sangat kejam pada rakyat Palestina ini. Revolusi yang muncul karena tak ada lagi klaim kerajaan atau dinasty islam lagi, revolusi yang mengembalikan islam saat sudah tak lagi dikenali memiliki kehormatan lagi. Pusat keislaman jadi pusat pelecehan dan bahkan kemiskinan dan keterbelakangan… Revolusi islam di Iran ini – tampil menegaskan kehadiran nya hanya sebagai Kemah Karbala di panggung dunia, yang seluruhnya untuk menyiapkan kemandirian dalam menyongsong imam Mahdi dan melenyapkan israel dari peta Bumi – seakan pemerintahan Ali b Abi Thalib as yang hanya 3,5 tahun itu kini berdiri kembali.

Organisasi Tuhan di Bumi – kini semakin jelas karena wujud lahiriahnya tampak, tujuan dan agenda nya semakin terang – arah gerakan dunia semakin tertuntun – Wilayah Faqih jadi pentas Tuhan jelang kemunculan imam Mahdi ajf

Setiap organisasi ada pemimpinnya, saya ikut organisasi yang jika mati kelak malaikat akan menanyakan status keorganisasian saya dengan Allah SWT sebagai pemimpinnya. Bukti utama kepemimpinan dg Allah, saya melihat aturan dari Nya dan bisa melaporkan kegiatan langsung kepadaNya dan juga menerima serangkaian penugasan dariNya. Serta mengikuti semua tata aturan yang telah ditetapkan sebagai wasilah padaNya

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 Wahai orang-orang yang beriman – taqwalah kepada Allah, dan ikutilah Perantara menujuNya dan berjihadlah dijalanNya – agar kalian mencapai kemenangan.

Ini ayat rahasia kenapa mereka yang teguh dalam Organisasi Tuhan merasa menang – tak punya kamus kalah dalam dirinya. Saya beriman dengan cara memandang ulama sebagai pemeran para nabi. 

Sebagaimana dahulu para nabi dengan bukti, bersama saya bukti yang mengukur keulamaan seseorang, yang saya dengar ucapan perkataannya, dan melakukan fungsi dan peran kenabian – yang olehnya saya punya kepastian bukti keimanan bukan hanya muhammad adalah nabi tetapi sekaligus akhir kenabian mereka adalah yang menegakan hauzah-hauzah, fokus di huseiniyah-huseiniyah — yang bisa saja namanya bukan hauzah dan bukan huseiniyah, tetapi berperan menegakkan fungsi nubuwah muhammad saww.

Organisasi Tuhan menuntut komunitas-komunitas bergerak mendirikan ini, sehingga fungsi2 nubuwah berjalan – yang oleh imam Khomeini qds dikatakan

كل ما لدينا من محرم و سفر

Semua yang kita dapati ini dari Muharam dan Shafar

Berarti, tegaknya doa doa mingguan, kumail dan tawasul. Tersosialisasinya ahl Bait dan jiwa al-Husain di lingkungan terdekat. Dan pendidikan sesuai dg taklif…

Organisasi sempurna dari Tuhan mengajarkan kita – kenal tugas ( taklif) untuk kemudian mengorganisir diri dengan org yang punya kesadaran yang sama dan membuat organisasi adhoc untuk target pekerjaan nya…

Organisasi Tuhan memberi kita kehormatan dengan kesadaran ini semua.

Saya bersyukur mengenal banyak marja’ taklid sehingga Saya memiliki bukti bahwa fungsi Risalah muhammad saww tetap berlangsung pada Saya dengan akhir Kerasulan muhammad saww. Lewat prosedur yang sudah pasti, sehingga inipun jika kelak ditanya malaikat menjelaskan Saya berada dalam organisasi Tuhan ini.

Setelah ribuan tahun, tak muncul detonator yang dapat mengorganisir energy kebangkitan – Saya bersyukur telah hadir dengan bukti yang jelas, terang dan tanpa keraguan – seorang wali faqih yang menjadi kepanjangan imam Mahdi ajf tanpa ragu… Yang kelak melalui lisannya Saya mudah paham maksud imam Mahdi ajf yang jauh ( baca jauhnya karena hijab diri yang besar) – tetap Saya memiliki alat ukur, imam Mahdi ajf adalah hujjah pemimpin yang Saya bisa laporan setiap saat kepada nya.

Maka dengan posko Karbala ini – misi utama Karbala adalah keridoanNya dan tegaknya Organisasi Tuhan ini. Sebuah organisasi yang tercermin pada malam sepuluh Muharram, seluruh sahabat Al-Husain As diminta melepaskan diri dari tanggungjawab dg membawa setiap wanita dan anak-anak nya kembali, yang terjadi mereka menangis

Sejarah mencatat kegelisahan mereka, jika sampai tak diijinkan imam husein untuk berkorban. Ekspresi mereka begitu memukau, sehingga Karbala menjadi lebih bersinar karena ini. Hingga Imam Husein berkata : aku tak menyaksikan sahabat setia seperti sahabat sahabat ku ini.

Reaksi selanjutnya, pengikut imam husein menjadi gembira, tak ada rasa gelisah,  tidak nampak rasa takut pada diri nya, mereka siap mati karena itu kehormatan baginya… Andai mereka menang, mereka akan menerapkan keadilan, jika mereka terbunuh mereka syahid. Syahid atau menang adalah bonus bagi kesetiaan organisasi Tuhan ini… yang utama bagi anggota organisasi Tuhan ini adalah –

– berorganisasi dengan pemimpin yang kelak malaikat akan ikut serta administrasi menanyakan di kuburan ( mungkar nakir)

– tahu agenda Utama Tuhan dalam mengorganisir manusia, serta tujuanNya

– tidak membuat agenda diluar agenda organisasi Tuhan dan atau berinisiatif sendiri yang melewati target, sasaran atau kewenangan yang digariskan Organisasi Tuhan

– memiliki progress terukur dalam job diskripsi organisasi Tuhan ini

Semua ini akan sangat berbeda dengan Tuhan yang diorganisir – karena Tuhan  yang diorganisir adalah Tuhan palsu dan Tuhan yang berlawanan dari logika dasar dan mudah dimengerti akal sehat

Akal berlogika, tahu yang dikerjakan yang melahirkan organisasi alias tahu taklif, yang mendorong organisasi untuk waktu yang dibutuhkan menjalankan taklif tsb.

Semoga Allah menyertakan kita dalam organisasi Nya yang dikatakan

ولاية علي بن ابي طالب حِصْني ومَن دخل حصني اَمِنَ مِن عذابي

 Wilayah Ali bin Abi Thalib benteng Ku siapa yang berada dalam benteng Ku aman dari siksaKu.

Dan pemimpin organisasi ini yang berkata, aku tak akan meninggalkan pengikutku seorangpun di hari sakratul maut.

Ya Allah… Aku beriman dan kehormatan bagiku bergabung dalam wilayah Mu, dibawah bimbingan nabi , Rasul dan imam yang Kau tetapkan ketaatan padaku.

Ya Allah… Telah besar makna ghoibah imam zaman ku…

Yang berarti tiba disebuah zaman incubator yang kemudian Kau banggakan kami dalam redaksi

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

Sebaik-baik Ummat.. Dalam ayat yang menjadi kaum yang tidak meninggalkan pemimpinnya sendiri…

Sujud abadi dalam organisasi Mu ya rabb

Saya berterima kasih kepada yang mengingatkan saya dengan ucapan Imam Ali as ( tulis jelang hari wilayahnya) yang Redaksinya

الحق بلا نظام يغلبه الباطل بنظام

Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan kebathilan yang terorganisir

Pesan hadist ini memahamkan pada pesan tasyri ( kebenaran yang di tegakkan atau di organisir) vs organisasi bathil yang sifatnya cenderung melakukan aneksasi, atau mengalahkan.

Berbeda dengan ayat alquran yang berbunyi

 وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Qs. Al isra’ – 81

 Allah berfirman : Katakanlah telah datang kebenaran dan lenyap kebathilan, sungguh kebatilan telah dilenyapkan.

Pada ayat ini, Allah meminta kesaksian – bukan perintah mengorganisir kebenaran. Ini menjelaskan tentang kebenaran takwini – kebenaran yang Allah sendiri mengorganisirnya dan tak memiliki musuh yang dapat dibandingkan ( baca : musuh Allah tak dapat dibandingkan dengan kekuatan Nya, tidak membuat Allah terancam oleh perlawanan kebathilan iini  )

Ibarat hal ini digambarkan sebagai cahaya yang kehadiran nya melenyapkan kegelapan ( kebathilan) itu. disini lah makna peran ummat manusia di organisir oleh Nya.

Ayat itu dimaknai dengan wujud imam Ali as, atau wujud manusia suci, yang darinya Allah memancarkan kebenaran (haq) yang selalu berfungsi dalam peran organisasi Nya ( nubuwah, risalah dan imamah) – dengan Tujuan Nya.

Kontrak Sosial

Berbeda dengan kontrak2 sosial sesama machluk – yang hubungannya dibawah kewajiban menepati janji kontrak sosial tersebut. Sebagaimana banyak kalangan pengklaim organisasi Tuhan menyematkan ayat-ayat tersebut bagian dari perjanjian sosial ini. Saya melihatnya sebagai pelaksanaan syareat bukan berorganisir tetapi syareat komitmen kontrak – yang didalam nya ada timbal balik, hak dan kewajiban. Berbeda dengan pesan kalimat Imam Ali as – yang sifat kalimat nya berita dan peringatan ( fungsi nubuwah yang diperankan Imam Ali – memberi peringatan ) bahwa Kebenaran yang tidak di organisir akan dikalahkan oleh kebatilan terorganisir  pesan ini bermakna muqawama ( bangkit eksis merdeka diatas fondasi organisasi Tuhan di bumi)

Muqawama yang diorganisir olehNya

Pembahasan muqawama – perlu diawali dengan jenis-jenis organisasi yang manipulatif seperti Ormas. Guna membedakan dengan ahl bait  dalam hal ini yang sudah terlihat dalam gerakan diluar Iran yang berafiliasi ke wilayat alfaqih seperti hezbollah Lebanon, ansharullah yaman, hasybusy sya’bi irak.

Perbedaan Ormas vs Ahl Bait di Indonesia

1. Kongres atau vote: Ahl bait tak satupun melalui mekanisme vote ini. beda dengan ormas

2. Periodik: Ahl bait tak ada periodisasi 4,5 atau 7 tahun dan ada pemilihan kembali. beda dengan ormas

3. Organisasi dan Taklif: Ahl bait mengenal taklif mewujudkan organisasi. beda dengan ormas melahirkan organisasi membuat rencana kerja ( taklif)

4. Proxy: Ahl bait tidak membangun proxy. beda dengan ormas proxy propinsi, kab/kota

5. Existing: Ahl bait muncul disaat menghadapi tantangan dan jelas, kemudian menyatu kedalam masyarakat tanpa bentuk. Sehingga sulit jadi target beda dengan ormas tampak diseluruh masyarakat dengan kantor perwakilan sebelum ada tantangan. Mudah ditarget.

6. Persatuan: Jumlah yang sedikit memudahkan persatuan sikap. beda dengan ormas banyak proxy dan banyak perbedaan mungkin pertentangan sehingga dipaksa dengan aturan AD ART yang dipaksakan Ahl bait persatuan karena kemerdekaannya, beda dengan ormas persatuan karena pemaksaan internal.

7. Lahir dari Pelayanan: Ahl bait terlahir dari pelayanan. beda dengan ormas klaim pelayanan muncul sebagai kemasan

8. Corak budaya : Ahl bait mewujudkan kebhinekaan, keragaman dalam bingkai kesatuan. beda dengan ormas

9. Keputusan: Ahl bait rutin dapat membuat kajian dan kesimpulan. beda dengan ormas hanya sekelompok orang yang mengklaim atas nama AD/ART mengambil putusan untuk dipaksakan

10. Keuangan: Ahl bait terbagi taklif merata di banyak wilayah dan daerah. beda dengan ormas tersentral keuangan dan baru menerima laporan kelompok mana yang memerlukan

11. Keanggotaan: Ahl bait tak nampak jaringan anggotanya, namun kelihatan saat event pimpinan mengkomandonya muncul. beda dengan ormas perlu pendataan setelah mentransparansikan ke publik.

12. Program: Ahl bait sudah punya program umum dan khususnya (dalam doa2 ahl bait as) dan perkara zaman. beda dengan ormas  program hasil raker nasional dan diikuti raker propinsi dan raker kab kota – yang seluruh nya topik yang tak melekat dan menjiwai pelaku nya

Jika alasan adanya perwakilan di pemerintah, logisnya pemuka komunitas ahl bait  yang punya kesetiaan dalam sumpah – sejumlah puluhan membentuk sebuah Perhimpunan, forum atau bisa menyebut diri sebagai Dewan yang sah dalam legal lembaran negara.  bukan dengan ormas yang mensyaratkan proxy ke seluruh wilayah Indonesia.

1. Kongres atau vote : Tak memerlukan Kongres apalagi vote karena jumlahnya terbatas. beda dengan ormas

2. Periodik: Tak memerlukan periodisasi dalam lembaga yang kecil anggotanya ini. beda dengan ormas

3. Organisasi dan taklif: Otorisasi pelayanan dan kebersamaan ini yang kemudian dapat membentuk  pokja untuk penugasan di wilayah yang dibutuhkan, baik itu permintaan. beda dengan ormas

4. Proxy: Tak ada struktur proxy dibawahnya, seluruh wilayah dikembangkan dengan huseiniah dengan nama dan polanya serta karakter nya masing-masing. beda dengan ormas

5. Existing: Keberadaannya tidak seperti kendaraan atau kuda tumpangan. Yang kata imam Ali as, seperti anak onta yang tak bisa diperah susunya atau ditumpangi. beda dengan ormas yang sudah terbukti ditumpangi oleh segelintir orang dibalik tabir.

6. Persatuan: Tak memunculkan kelompok  yang memilah keorganisasiannya. beda dengan ormas yang membuka kelompok ini kelompok ormasnya ini bukan.

7. Lahir dari pelayanan: Sebagaimana dewan atau forum ini banyak berkorban dan beresiko menghadapi problem, duduk karena paling depan melayani. Begitu juga jaringan huseiniah nya. beda dengan ormas yang hanya akan mengebiri huseiniah yang sudah terbentuk.

8. Corak budaya: Wajah dan nama huseiniah, yang bisa jadi bernama lokal spt padepokan – mewujudkan karakter yang beragam sesuai dengan kearifan lokalnya. beda dengan ormas yang menyeragamkan nama dan membentuk batas dengan masyarakat yang menjadi makin eksklusif.

9. Keputusan: Selain masalah didaerah itu banyak, kemandirian mengambil keputusan bahkan kerahasiaan yang menjaga kehormatan dapat dicapai. beda dengan ormas daerah itu dipersiapkan seperti kelas dibawahnya yang pembesar datang dengan bawa aturan ad/art dan menuntut pelaporan.

10. Keuangan: Dengan huseiniah begini, dewan menjadi traffic informasi pelayanan, sehingga setiap huseiniah berkompetisi dalam kebajikan. beda dengan ormas yang kompetisi diukur dengan gerak mensentralisasi sumber keuangan. Dan saat distribusi menjadi tempat pengajuan jadi pemilik otoritas pengendali kebutuhan.

11. Keanggotaan: Huseiniah menjadi hub pusat data yang tidak disentralisasi kepusat, dan dapat menjaga kerahasiaan dan dekat. beda dengan ormas yang keanggotaan jadi bahan untuk dijadikan target fihak musuh.

12. Program: Kegiatan selain melekat dalam huseiniah, melahirkan masyarakat qur’ani dan menghidupkan hari2 islam yang memenuhi syarat

 قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

dimana huseiniah bentuk perhimpunan yang disyaratkan al-qur’an dan ditegaskan imam Khomeini qds.

Reaksi emosional yang saya temukan pada pembaca seri-07 dan seri-08 menjelaskan benarnya Ormas itu telah membuat kotak yang sekalipun dikatakan tidak, tertolak secara verbal. Sekalipun tak disebutkan nama ormasnya, reaksi tinggi itu menjelaskan – bagaimana NU dan Muhamadiyah hingga puluhan tahun memiliki eksistensi dengan saling membedakan, kalau tidak menyebut saling bertentangan. Sejak awal islam suatu agama yang memiliki konsep sosial atau masyarakat, yang menolak berdiri diatas fondasi memiliki musuh bersama, tetapi masyarakat sosial yang melihat persaudaraan bersama.

Diriwayatkan dari imam Ali as.

روي عن الإمام علي بن أبي طالب: الناس صنفان إما أخ لك في الدين وإما نظير لك في الخلق

Manusia ada dua jenis, sebagai saudaramu seagama atau persaudaraan yang bersamamu dalam penciptaan.

Cara pandang Islam awal dari cara pandang orang dalam organisasi Tuhan di Bumi ini. Sehingga semua pemilahan manusia atas suku, warna kulit bentuk yang menjauhkan manusia dari tatanan masyarakat ilahi ini. Begitu juga agama. Dari ucapan Imam Ali as ini – agama sesuatu yang sudah mencakup kemanusiaan ini.

Sekali lagi, kebanyakan muslimin di Indonesia merasakan jarak yang dibangun oleh Ormas, sehingga upaya persatuan NU-Muhamadiah menghabiskan energy besar – yang ujungnya selesai karena sekularism yang orang tak lagi peduli terhadap perkara agama, semua karena Ormas.

Islam yang memandang masyarakat persaudaraan ini tidak dapat dicapai persaudaraan dalam bingkai Ormas. Hanya ada dua kelompok manusia yang membangun organisasinya – untuk tujuan kekuasaan yang menguasai lainnya, atau berdiri bersama untuk melayani sesama ( yang para nabi hadir untuk pelayanan ini)

Itu sebabnya Organisasi Tuhan di Bumi bukan mekanisme pemilihan, penunjukan – tetapi kesadaran yang dalam komunitas ahl bait mendirikan ( muqawim) kemah huseiniah. Yaitu sekelompok orang yang punya kesetiaan sumpah, mendirikan kemah imam husein as yang seluruh tujuannya seperti yang disampaikan imam husein as di karbala’ – yaitu tidak untuk tujuan kekuasaan, tidak untuk membuat keonaran, tidak untuk menciptakan kekacauan, berjalan diatas sirat kakekku dan ayahku Ali as.

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Pada surat Yunus ini juga Allah menyebutkan dua dengan karunia Allah dan RahmatNya maka bergembiralah, dan itu sebaik-baiknya kalian dihimpun

Setidaknya huseiniah adalah sistem kepemimpinan kecil, yang berada di jantung masyarakat yang arealnya seluas kesertaan dan partisipasinya ditengah masyarakat sekitar. Huseiniah ini yang diterima lingkungan, menjadikan masyarakat sekitar huseiniah, sebagai masyarakat yang terlindungi oleh kemah ini ( huseiniah ini) – kemah husein ini – memutus semua kotak2 yang menjadi sekat dimasyarakat yang eksis karena permusuhan bersama ( baca dalam kotak) – mencegah racun yang di injeksikan dimasyarakat dengan kedaulatan, berfungsi menjadikan masyarakat bernyawa, memiliki ruh…

Ruh dalam masyarakat ini, yang menjadikan persaudaraan mereka erat, kebudayaan mereka eksis, kebhinekaan mereka hadir tak di generalisir apalagi dihilangkan. Ini adalah symbol ruh yang bergelantungan di samping imam husein as.

وَعلَى الأرواحِ الّتي حَلّتْ بِفِنائِكَ

Dan atas arwah ( ruh-ruh) yang berhimpun disisimu ( Imam Husein As)

Prinsip pensematkan nama Tuhan berarti Pelayanan, Pengabdian, Pengorbanan, Kesetiaan, kehormatan, Persatuan, Persaudaraan yang berdiri diatas fondasi pemikiran yang di imani. di titik ini Huseiniah memiliki fungsi bagi individu-individu memakrifati Allah, Rasul dan ahli bait as – mendekatkan pada kedaulatan pemikiran, sehingga kecenderungan individu menjadi dekat ke makrifat ini – memiliki bukti pembenaran makrifat nya dengan melihat persaudaraan sesama.

عن النبي ﷺ قال: لا يؤمن أحدكم حتى يحبَّ لأخيه ما يحبُّ لنفسه

Hadist yang makruf ditengah muslimin, dari nabi saw berkata : tidak beriman seorang dari kalian sehingga mencintai saudara nya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.

Ini tujuan utama pematangan makrifat dalam tujuan huseiniah ini. Sehingga huseiniah kumpulan orang-orang yang menumbuhkan makrifat warganya hingga mencapai target atau tujuan individu ini.

diluar wilayah area huseiniah, masyarakat yang beragam agama, pendidikan, strata ekonomi dan sosial – memiliki pemuka, yaitu orang-orang yang didalam huseiniah ini – yang berpandangan sebagaimana ucapan imam Ali as.

الناس صنفان: إما أخ لك في الدين، أو نظير لك في الخلق

Manusia digolongkan kedalam dua : sabagai saudara dalam agama atau cara pandang mu pada mereka sebagai saudara sesama ciptaan.

Dengan posisi ini huseiniah akan berperan aktif melakukan penguatan bathin anggota nya dan mengikat hubungan persaudaraan diarea komunitas nya. Islam melihat mengucapkan kata yang baik, melayani sesama dalam berbagai kegiatan sosial – menjadikan wilayah persaudaraan di lingkungan huseiniah ini seluas cakupannya.

Syarat Sosial

Perbedaan nyolok masyarakat islam – bukan berarti keseluruhan beragama islam – tetapi keseluruhan terbangun persaudaraan, yang dengan persaudaraan ini mewujud semangat berdialog, berkomunikasi, mengurai semua perselisihan, membangun kesadaran apa yang menjadi kebutuhan komunitas atau masyarakat dengan dialog ini.

Salah satu sebab terhenti nya dialog adalah adanya sifat buruk individu ini, yang karenanya islam mengajar dan membimbing achlak dengan makrifat ini seperti siraman yang berketerusan di masyarakat, sehingga mencapai kesadaran untuk berbagi pemikiran, dialog dengan rasa persaudaraan ini. Tujuan utama dialog perkumpulan ini adalah menyadarkan Taklif sosial jika makrifat sebagai bentuk kesadaran taklif individu – maka huseiniah mendorong kesadaran taklif sosial ini.

Huseiniah melahirkan individu-individu yang kemudian guna menjalankan agenda taklif sosial itu – dengan motif pengabdian melahirkan qiyadah ( kelola kepemimpinan) atas setiap perkara. Disinilah masyarakat al-qur’an terbentuk di sebuah kawasan dengan berdiri nya huseiniah

Masyarakat yang cara pandangnya persaudaraan ini, bukan masyarakat yang dipisahkan oleh permusuhan atau perselisihan, bukan juga masyarakat yang eksistensi nya hanya untuk keuntungan material sebagai tujuan, tetapi masyarakat yang melihat tetangga mereka adalah saudara

جارُ الدَّارِ أحقُّ بالدَّارِ

Tetangga rumah lebih berhak atas rumah

Dari dua makna melihat persaudaraan sebagai bukti makrifat, melakukan dialog hingga memahami taklif adalah arah menuju qiyadah ( masyarakat alquran) – maka dengan itu seorang telah melakukan dua hal dalam prinsip kehidupannya yaitu prinsip terdekat dan prinsip prioritas yang menjadikan masyarakat yang maju dan berkembang (****

Komentar