ISLAM mengenal empat sifat wajib bagi Rasulullah SAW, satu di antaranya adalah amanah. Sifat itu dimilikinya dalam mengemban tugas dalam menegakkan ketauhidan dan menyiarkan ajaran Islam. Untuk itu pula, Rasulullah SAW menjalankan perintahNya dengan baik.
Islammengajarkan nilai-nilai moral yang baik bagi umatnya, salah satunya adalah amanah atau kepercayaan. Dan menjadi orang yang Amanah adalah salah satu tanda bahwa seseorang memiliki keimanan yang kuat. Dalam hal ini, menjadi orang yang amanah tidak hanya sebuah bentuk kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia. Namun, apa saja ciri-ciri orang amanah menurut agama Islam?
Selain dikenal sebagai salah satu sifat wajib yang dimiliki para rasul, kata amanah cukup familiar di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia. Kata amanah juga sangat sering diucapkan dalam kehidupan organisasi dan pekerjaan. Namun, apa sebenarnya pengertian amanah? Mengapa kata amanah akrab diasosiasikan dengan kepemimpinan?
Pengertian Amanah
Kata amanah artinya bisa dipercaya. Kata ini berasal dari bahasa Arab, yakni amuna- ya’munu- amānatan. KBBI pun merilis terjemahan resmi makna kata amanah dalam bahasa Indonesia. Amanah adalah sesuatu yang dititipkan atau dipercayakan kepada orang lain.
Ada pula pendapat Quraish Shihab yang lebih memperjelas lagi pemahaman mengenai amanah. Menurutnya, amanah adalah kepercayaan yang diberikan seseorang untuk dipelihara dan dijalankan sebaik mungkin. Dalam prosesnya pun, orang yang diberi amanah harus menghindari kemungkinan menyia-nyiakan amanah tersebut, baik karena sengaja ataupun lalai.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa amanah adalah sifat seseorang yang mampu menjaga dengan sebaik mungkin kepercayaan yang diberikan kepada orang tersebut. sehingga, orang tersebut bisa dipercaya oleh orang-orang atau suatu komunitas di sekitarnya.
Hadis Tentang Amanah
Suatu perkara yang ada di muka bumi, diputuskan hukumnya dalam Islam berdasarkan 4 sumber. Keempat sumber tersebut adalah Quran, hadis, ijma, dan qiyas.
Pada artikel kali ini, mari kulik lebih lanjut tentang sumber hukum kedua dalam Islam yang menyoroti betapa pentingnya sifat amanah, sehingga menjadi sifat wajib para nabi dan rasul serta wajib pula dimiliki oleh umat manusia.
Setidaknya ada 2 hadis yang membahas tentang keharusan seseorang memiliki sifat amanah, sebagai berikut:
Hadis Riwayat Ahmad
لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دِينَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ
(Laa iimaana liman laa amaanata lahu walaa diina liman laa ‘ahdahu)
Artinya:“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama orang yang tidak menunaikan janji” (Hadis Riwayat Ahmad).
Dalam hadis tersebut, kita dapat melihat bahwa sifat amanah dijadikan sebagai indikator kesempurnaan iman seseorang. Padahal, tentu masih banyak lagi sifat terpuji selain amanah. Oleh karena itu, sifat amanah wajib dimiliki karena dapat menjadi gambaran tingkat keimanan seseorang.
Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ
(Haddatsnaa abdulloh ibnu maslamata an maalikin an abdillah ibni diinarin an abdillah ibni ‘umaro anna rasuul allahi SAW qoola: alaa kullukum rooin wa kullukum masuulun an roiyyatihi. Fal amiirul ladzii alan naasi roo’in alaihim wa huwa masuulun ‘anhum)
Artinya:Dari Ibnu Umar RA dari Nabi SAW sesunggguhnya bersabda; “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Seperti yang telah kita ketahui, hadis ini memberitahu bahwa pemimpin bukan hanya seseorang yang memiliki wilayah kekuasaan ataupun orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.
Pada dasarnya, setiap orang adalah pemimpin atas dirinya sendiri. Alasan mengapa sifat amanah wajib dimiliki oleh tiap individu adalah isi hadis ini. Jika seseorang sudah tidak bisa menjaga kepercayaan yang diberikan kepada dirinya sebagai individu, tentu akan bermasalah jika harus menerima kepercayaan yang menyangkut banyak orang.
Jenis Amanah
Setelah mengetahui dasar hukum yang menjelaskan peran sifat amanah dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, mari kita ketahui juga jenis amanah apa saja yang ada.
Berikut 3 jenis dasar amanah dalam kehidupan sehari-hari:
Kepada Allah, Sang Pencipta
Yang pertama, adalah amanah kepada Sang pencipta, yakni Allah SWT. Karena manusia merupakan suatu makhluk yang diciptakan, tentu jenis amanah yang pertama kali dimiliki adalah amanah kepada Tuhannya.
Apa bentuk amanah yang dimiliki manusia terhadap Penciptanya? Yakni menjalankan semua hal yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apapun yang telah dilarang Allah.
Hal ini tergambar dalam QS, al-Anfal:27, sebagai berikut:
يَاأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
(Yaa ayyuhal ladziina aamanuu laa takhuunuloh warrosuula watakhuunuu amaanaatikum wa antum ta’lamun)
Artinya“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (Q.S. al-Anfal 8: 27)
Oleh sebab itu, konsekuensi dari perbuatan mencari kekuatan kepada makhluk lain atau biasa disebut syirik adalah konsekuensi paling berat yang mungkin dilakukan oleh umat Islam.
Kepada Sesama Umat Manusia
Jenis amanah kedua adalah amanah kepada individu lain sebagai sesama makhluk. Intensitas terjadinya jenis amanah kedua ini bisa dikatakan yang paling tinggi.Bentuk amanah tersebut meliputi hak ataupun kewajiban antarmanusia. Sebagai contoh yaitu tidak mengatakan kepada orang lain saat diberitahu sebuah rahasia. Tidak hanya itu, menyampaikan sesuatu sesuai dengan kebenaran aslinya juga dapat mencerminkan sifat amanah.
Hal ini sesuai dengan isi QS. An-Nisa: 58, sebagai berikut:
….. إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا
(Innalaha ya’murukum an tuaddu amaanaati ilaa ahlihaa …)
Artinya:“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya …” (Q.S. an-Nisa 4: 58).
Bisa saja nilai ucapan atau perbuatan yang diamanahkan biasa saja atau bahkan tidak memiliki makna sama sekali untuk kita. akan tetapi, sangat mungkin bahwa tindakan atau ucapan sederhana tersebut memiliki dampak yang sangat signifikan bagi penerima amanah.Oleh sebab itu, Allah memerintahkan melalui firmannya agar umat Islam menyampaikan amanah kepada pihak yang harus menerimanya.
Kepada Diri Sendiri
Jenis ketiga yakni kepada diri sendiri. Amanah kepada diri sendiri merupakan jenis amanah yang jarang disadari pada umumnya.
Mengingat bahwa tiap manusia adalah pemimpin, tentu amanah kepada diri sendiri pun harus tetap dilakukan, sesederhana menjaga kesehatan pikiran dan badan. Tidak membiarkan diri sendiri terluka dalam beragam aspek, juga menjadi bentuk amanah pada diri sendiri.Karena segala sesuatu yang dimiliki di muka bumi. Hanya titipan dari Allah SWT. Contoh amanah dalam kehidupan sehari-hari.Berikut contoh penerapan sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari:
- Menjaga informasi yang dirahasiakan
- Menyampaikan titipan pesan sesuai dengan isi aslinya
- Menjaga benda yang dititipkan dengan baik
- Menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan sesuai dengan yang diberikan
- Menjaga segala sesuatu yang telah diberikan oleh Allah
Ciri Orang Bersifat Amanah
Seseorang yang memiliki sifat amanah, dapat dipastikan memiliki beberapa ciri-ciri di bawah ini. Yuk cari tahu bersama, Sahabat!
- Jujur
- Tanggung jawab
- Tepat janji
- Tegas
- Sering dipercayakan tugas tidak biasa
Jujur dalam Segala Hal
Ciri pertama dari orang yang amanah adalah jujur. Tidak hanya jujur dalam berkata, orang yang amanah juga jujur dalam hal tindakan dan perilaku. Ketika berurusan dengan orang lain, orang yang amanah tidak akan menipu atau menyembunyikan kebenaran. Mereka berbicara dengan jelas dan terbuka, tanpa menyembunyikan fakta-fakta ada.
Dalam Islam, kejujuran merupakan landasan dari kepercayaan dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan menjadi jujur dalam segala hal, kita membangun pandangan yang baik dihadapan Allah SWT dan manusia, serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada kita.
Memenuhi Amanah dengan Baik
Tidak hanya jujur, orang yang amanah juga bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya. Baik itu dalam urusan finansial,pekerjaan, atau kepercayaan sosial lainnya. Mereka melakukan tanggung jawab mereka dengan sungguh-sungguh dan tidak mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan, bahkan ketika tidak diawasi sekalipun.
Memenuhi amanah adalah bagian dari kewajiban kita sebagai hamba Allah. Al-Quran dan hadis-hadis Rasulullah menegaskan pentingnya memenuhi amanah dengan baik. Allah SWT berfirman:
“إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ
إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ
إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا
بَصِيرًا”
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia, supaya kamu menetapkannya dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58).
Menjaga Rahasia dengan Baik
Orang yang amanah juga dikenal baik dalam menjaga rahasia. Mereka tidak mengkhianati kepercayaan dengan mengungkapkan atau menggunakan rahasia orang lain untuk kepentingan pribadi. Mereka memahami pentingnya kepercayaan yang diberikan kepada mereka dan menjaga kerahasiaan dengan penuh tanggung jawab.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Seorang mukmin tidaklah mencaci orang lain, tidak berkhianat, tidak berkata kotor, dan tidak berlaku biadab.” (HR. At-Tirmidzi). Dalam Islam, menjaga rahasia adalah bagian dari akhlak yang baik dan menunjukkan pendirian serta kedewasaan seseorang. Dengan menjaga rahasia dengan baik, kita dapat membangun hubungan yang kuat dan saling percaya dengan orang lain.
Adil dalam Segala Keputusan
Dalam Islam, kejujuran dan keadilan selalu berjalan beriringan.Orang yang amanah selalu berusaha untuk bersikap adil dalam segala Keputusan dan perlakuan mereka terhadap orang lain. Mereka tidak memihak atau membedakan dalam menegakkan kebenaran, bahkan jika itu melibatkan diri mereka sendiri atau orang yang mereka kenal. Allah SWT berfirman:
“إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى
أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ
اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا”
“Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (memerintahkan) apabila kalian menetapkan hukum diantara manusia, hendaklah kalian menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pelajaran yang baik kepadamu; sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58).
Selalu Berperilaku Baik
Tidak hanya bersikap baik pada saat diperhatikan oleh orang lain,orang yang amanah juga akan bersikap baik, sekalipun tak ada orang yang melihatnya. Mereka menjaga pendirian dan moral mereka dalam setiap situasi, bahkan jika itu sulit atau tidak nyaman. Mereka tidak pernah mengorbankan prinsip-prinsip mereka untuk keuntungan pribadi atau popularitas.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Perilaku yang paling baik adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berperilaku baik,tidak hanya di hadapan orang lain, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
Menghargai Kepercayaan yang Diberikan
Orang yang amanah selalu menghargai kepercayaan yang diberikan kepada mereka, baik itu dari Allah SWT maupun orang lain sekalipun. Orang yang amanah tidak menganggap remeh amanah yang diberikan dan selalu berusaha untuk memenuhi harapan dan ekspektasi dengan sebaik mungkin. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:
“إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا
وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا”
“Dan sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT telah memberikan Amanah kepada manusia sebagai bentuk kepercayaan dan kehormatan. Maka dari itu, kita harus selalu menghargai dan menjaga amanah tersebut dengan baik.
Menjalani Hidup dengan Kesadaran akan Akhirat
Orang yang amanah selalu hidup dengan kesadaran akan akhirat dan pertanggungjawaban mereka di hadapan Allah SWT. Mereka tahu bahwa di akhirat kelak setiap tindakan dan keputusan mereka akan dimintai pertanggungjawaban, dan mereka berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran Islam dan nilai-nilai moral yang tinggi.Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
KESIMPULAN
Itulah tadi pembahasan mengenai 7 ciri-ciri orang yang amanah menurut Islam. Jadi, menjadi orang yang amanah adalah hal yang sangat dianjurkan. Dengan pemahaman akan ciri-ciri tersebut, marilah kita berusaha untuk menjadi orang yang amanah dalam setiap aspek kehidupan kita. ((BERBAGAI SUMBER)****









Komentar