Oleh: Mas Ipoy (Owner SPIRITUAL STUDIO Losari Cirebon – 0822-9589-7077)
Tulisan ini saya tulis dalam keadaan sadar tanpa disuruh oleh siapapun.
TEPAT empat tahun yang lalu saya pernah mendengar sebuah kata yang sangat asing, sederhana, namun entah mengapa terasa begitu dalam menembus batin saya.Hanya satu kata yaitu : SUWUNG…!!
Tidak ada penjelasan, tidak ada orang yang mengajarkan, tidak ada pembahasan apa pun tentang itu.Kata itu hanya lewat begitu saja di dalam pikiran saya, seperti bisikan yang muncul sesaat lalu menghilang.Dan jujur saja saat itu saya tidak mengerti apa artinya.Saya menganggapnya hanya bunga pikiran.Mungkin hanya khayalan sesaat.Mungkin hanya kata random yang lewat tanpa makna.
Bahkan pada saat itu dengan isengnya saya pernah mendesain sebuah kaos dengan gambar bertuliskan SUWUNG .Namun anehnya, setelah hari itu, hidup saya perlahan mulai berubah.Seolah ada sesuatu yang sedang menuntun saya secara diam-diam.
Saya mulai dipertemukan dengan banyak kejadian yang tidak pernah saya pahami sebelumnya.
- Mulai melewati fase hidup yang menguras batin.
- Banyak tekanan.
- Banyak rasa bingung.\Banyak pertanyaan yang bahkan tidak mampu dijawab oleh diri saya sendiri.
Saya pernah berada di titik di mana saya tertawa di depan orang lain tetapi hancur saat sendirian.Saya pernah berada di titik di mana saya merasa hidup berjalan namun jiwa saya terasa kosong.Dan yang paling menyakitkan, saya merasa seperti kehilangan diri sendiri tanpa sadar.Hari demi hari saya jalani hidup seperti manusia pada umumnya.
- Bekerja.
- Berbicara.
- Bercanda.
- Berinteraksi.
Namun di dalam diri saya, ada sesuatu yang terasa mati perlahan.Ada kekosongan yang tidak bisa dijelaskan. Sampai akhirnya, setelah saya menikah, takdir mempertemukan saya dengan seseorang yang kelak mengubah seluruh cara saya memandang kehidupan. Beliau adalah guru saya yang bernama RAGA DEWATA RASA ISMAYA atau yang pernah dikenal dengan nama KUSUMA SAID.
Awalnya saya tidak terlalu dekat dengan beliau.Saya hanya melihat beliau sebagai sosok yang memiliki wawasan luas tentang spiritual dan kehidupan. Tidak lebih.
Namun semakin waktu berjalan, semesta seperti terus mendorong saya untuk mendekat.
Ada banyak kejadian yang sulit dijelaskan logika.Selalu saja ada jalan yang membuat saya kembali dipertemukan dengan beliau. Dan perlahan tanpa saya sadari, hidup saya mulai ditata ulang. Bukan hanya pola pikir saya, namun:
- Cara saya melihat manusia
- Cara saya melihat rasa sakit
- Bahkan cara sata memahami Tuhan
Beliau pernah berkata kepada saya: ”Manusia itu bukan lelah karena hidup, tetapi karena terlalu jauh dari dirinya sendiri” Dan entah kenapa kalimat itu menghantam saya sangat dalam.Karena memang benar bahwa selama ini saya terlalu sibuk mengejar banyak hal di luar diri saya hingga lupa memeluk diri sendiri.Terlalu sibuk ingin dipahami hingga lupa memahami diri sendiri.Terlalu sibuk mencari kebahagiaan hingga lupa bahwa jiwa saya sebenarnya sedang menangis diam-diam. Hari demi hari saya banyak belajar dari beliau:
- Tentang rasa
- Tentang kesadaran
- Tentang energi kehidupan
- Tentang bagaimana manusia sebenarnya hidup di Tengah kebisingan yang tidak pernah berhenti.
Dan puncaknya terjadi beberapa hari yang lalu: Saya mendapatkan panggilan dari beliau.Awalnya saya berpikir itu hanyalah pertemuan biasa.Beliau juga hanya mengatakan hanya ingin membahas tentang aura.Saya pun datang tanpa memiliki firasat apa pun.Namun ternyata hari itu menjadi hari yang mengubah hidup saya untuk selamanya.Saat saya sampai di rumah beliau bersama e murid beliau yang lainnya, suasananya terasa berbeda.Hening, tenang, namun entah kenapa dada saya terasa bergetar.Beliau menatap saya cukup lama, seolah melihat sesuatu yang selama ini tersembunyi di dalam diri saya.
Lalu beliau berkata pelan: ”Sekarang kamu sudah siap memahami SUWUNG….” Saat mendengar itu tubuh saya langsung merinding.Karena tiba-tiba saya teringat satu kata yang pernah muncul empat tahun lalu yaitu : “ SUWUNG” Kata yang dulu saya anggap tidak penting.Kata yang dulu saya abaikan begitu saja.Kata yang dulu malah dijadikan sebagai desain kaosDan hari itu saya sadar bahwa itu bukan kebetulan.Beliau mulai mengajarkan saya apa itu SUWUNG.
Bukan sekadar teori, bukan pula sekadar filosofi kosong.Namun sebuah jalan untuk mengenal hakikat diri.Dan yang membuat saya benar-benar terguncang beliau bukan hanya mengajarkan cara memahaminya.Tetapi juga mengajarkan cara mempraktikkannya. Dan dihari itu untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Saya merasakan keheningan yang benar-benar hidup.Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Seolah seluruh kebisingan di kepala saya mendadak berhenti.
- Tidak ada ambisi.
- Tidak ada ketakutan.
- Tidak ada luka.
- Tidak ada dendam.
Yang ada hanyalah ”SADAR” Dan di titik itu saya menangis. Bukan karena sedih, namun karena baru sadar bahwa selama ini saya terlalu jauh dari diri saya sendiri. Saya terlalu sibuk menjadi seseorang, hingga lupa menjadi manusia. Ternyata ”SUWUNG” bukan tentang kosong dalam arti kehilangan.Namun kosong dari segala hal yang membuat jiwa kita sesak.
- Kosong dari ego
- Kosong dari amarah
- Kosong dari rasa ingin diakui
- Kosong dari kebencian
- Kosong dari perang batin yang selama ini diam diam menghancurkan diri sendiri
Dan di dalam kekosongan itu, saya justru menemukan sesuatu yang tidak pernah saya temukan sebelumnya yaitu KETENANGAN….!!! Tenang yang saya maksud bukan ketenangan karena hidup saya sempurna. Bukan pula karena masalah saya selesai.
Tetapi karena akhirnya jiwa saya berhenti melawan kenyataan. Dan di sana saya memahami satu hal yang sangat dalam. Bahwa terkadang Tuhan sengaja menghancurkan isi hati kita terlebih dahulu agar kita berhenti bergantung pada dunia. Tujuannya agar kita berhenti mencari kebahagiaan dari manusia.Agar kita sadar bahwa sumber ketenangan yang sejati ternyata sudah ada di dalam diri kita sendiri sejak awal.
Dan hari itu saya benar-benar sadar…
Pesan yang saya dapatkan empat tahun lalu bukanlah angin lewat , melainkan sebuah panggilan. Panggilan agar saya dipersiapkan untuk menerima sebuah ilmu yang sangat mahal.Ilmu yang tidak bisa dibeli dengan uang, tidak bisa dipelajari hanya lewat buku dan tidak bisa dipahami hanya lewat logika.Karena SUWUNG bukan sekadar ilmu. SUWUNG adalah pengalaman batin.Ia hanya bisa dipahami oleh orang yang pernah hancur lalu memilih mengenali dirinya sendiri daripada menyalahkan dunia.
Dan saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa ”SEMESTA TIDAK PERNAH SALAH MEMPERTEMUKAN KITA DENGAN SESEORANG” Tidak pernah salah menghadirkan luka. Tidak pernah salah menghadirkan kehilangan. Karena kadang hal-hal yang paling menyakitkan itulah yang diam-diam sedang mengantar kita pulang kepada diri sendiri. Dan kini saya mengerti…
Mengapa kata ”SUWUNG” datang kepada saya empat tahun lalu.Karena semesta tahu, suatu hari nanti saya akan dipertemukan dengan jalan ini.Jalan untuk memahami bahwa ketenangan sejati bukan ketika hidup tanpa masalah. Melainkan ketika hati tidak lagi kehilangan dirinya sendiri.
CATATAN:
Nah,bagi anda yang berminat menimba keilmuan al hikmah maupun sekedar Konsultasi Spiritual-Supranatural, Pemesanan Media dan Gemblengan Keilmuan hubungi Mas Ipoy Owner SPIRITUAL STUDIO Losari Cirebon – 0822-9589-7077 (****












Komentar