Kota Tasikmalaya LINTAS PENA—-Kerja keras,Berdedikasi dan Visioner selalu berujung dengan sukses itulah ungkapan prinsip hidup yang layak disematkan kepada Ustadz Agus Yosep Abduloh M.Pd.I.,MBA .Pria yang akrab dipanggil Ustadz AYA Sukses mengukir dengan tinta Emas dalam karir Akademik tertinggi meraih gelar Doktor Bidang Pendidikan Islam dalam sidang terbuka promosi Doktor Pasca sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Jalan Soekarno Hatta pada Rabu 5 Agustus 2026 Dengan judul Disertasi “Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Mutu Lulusan (Penelitian Pada Pesantren Salafiyah dan Pondok Modern Alam Tahfidz Al-Qur’an Kabupaten Tasikmalaya)” meraih IPK 3.81 (Magna Cumlaude).
Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah dalam perjalanan hidup saya. Bukan semata-mata karena berhasil meraih gelar akademik tertinggi, tetapi karena saya merasakan betapa besar kasih sayang Allah SWT yang mengantarkan saya melewati setiap proses perjuangan yang penuh tantangan. Jelas Ustadz Agus Yosep Abduloh M.Pd.I.,MBA Kepada Lintas pena Kamis 6 Agustus 2026.
Penelitian ini lahir dari kecintaan saya terhadap dunia pendidikan Islam dan pesantren. Saya meyakini bahwa pesantren adalah benteng peradaban umat yang harus terus berkembang dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman, akhlakul karimah, serta tradisi keilmuan yang telah diwariskan para ulama.
Melalui pendekatan Total Quality Management (TQM), penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas tata kelola pesantren sehingga mampu melahirkan lulusan yang unggul dalam keilmuan, spiritualitas, akhlak, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Perjalanan menuju gelar doktor bukanlah perjalanan yang mudah. Banyak waktu yang dihabiskan untuk membaca, meneliti, berdiskusi, menulis, merevisi, mengumpulkan data, hingga menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Namun setiap kesulitan justru mengajarkan arti kesabaran, keikhlasan, dan tawakal kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman: “Barang siapa bersungguh-sungguh, maka sesungguhnya kesungguhannya itu adalah untuk dirinya sendiri.” (QS. Al-‘Ankabut: 6).
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan niat yang benar akan kembali membawa manfaat bagi pelakunya.
Pada kesempatan yang penuh kebahagiaan ini, dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan perjuangan akademik saya.
Pertama dan yang paling utama, saya bersujud syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang senantiasa memberikan pertolongan, kekuatan, dan kemudahan dalam setiap langkah kehidupan saya.
Dengan penuh rasa hormat, saya mempersembahkan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada kedua orang tua tercinta. Terima kasih atas kasih sayang, pendidikan, pengorbanan, doa yang tidak pernah putus, serta perjuangan yang telah mengantarkan saya hingga berada di titik ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan mereka dengan pahala yang berlipat ganda dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya.
Juga kepada istri tercinta, saya mengucapkan terima kasih atas cinta, kesabaran, pengertian, doa, serta pengorbanan yang luar biasa selama saya menempuh pendidikan doktor. Kepada anak-anak tercinta, terima kasih atas kasih sayang, semangat, dan pengertian kalian. Kalian adalah sumber kebahagiaan sekaligus motivasi terbesar dalam setiap perjuangan ini.
Dengan penuh hormat saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh Promotor, Ko-Promotor, Ketua Sidang, Sekretaris Sidang, para Guru Besar, Dewan Penguji, serta seluruh dosen Program Doktor Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah membimbing, mengarahkan, memberikan ilmu, kritik, saran, dan motivasi selama proses studi hingga sidang promosi doktor ini dapat terlaksana dengan baik.
Saya juga menghaturkan rasa hormat kepada seluruh guru-guru saya, sejak Sekolah Dasar, Madrasah, Aliyah, Perguruan Tinggi, para kiai, para masyayikh, ustadz, dan semua pendidik yang telah menanamkan ilmu, adab, keikhlasan, dan semangat pengabdian. Semoga setiap ilmu yang diberikan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Terima kasih kepada seluruh sahabat, rekan seperjuangan, kolega akademik, teman-teman mahasiswa Program Doktor, serta seluruh keluarga besar organisasi dan lembaga yang telah memberikan semangat, masukan, dan doa sehingga perjalanan ini terasa lebih ringan.
Ucapan terima kasih yang tulus juga saya sampaikan kepada seluruh jamaah pengajian, para santri, para penghafal Al-Qur’an, keluarga besar pondok pesantren, lembaga pendidikan, organisasi dakwah, serta masyarakat yang selama ini telah memberikan kepercayaan, dukungan, dan doa kepada saya. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian dengan keberkahan yang berlimpah.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan, rekan kerja, serta seluruh institusi tempat saya mengabdi, yang telah memberikan kesempatan untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan diri dalam dunia pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan ini bukanlah hasil perjuangan seorang diri. Di balik setiap langkah terdapat doa orang tua, dukungan keluarga, bimbingan guru dan dosen, semangat para sahabat, serta doa dari begitu banyak orang yang mencintai ilmu dan dakwah.
Harapan dan Komitmen
Meraih gelar doktor bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan awal dari amanah yang jauh lebih besar.Sebagai insan akademik, pendidik, dai, dan pemerhati pendidikan Islam, saya berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan Islam yang bermutu melalui:
- Penguatan manajemen mutu pesantren.
- Pengembangan pendidikan Tahfizh Al-Qur’an.
- Peningkatan kualitas guru dan dai.
- Penguatan kepemimpinan pendidikan Islam.
- Sinergi antara pesantren, perguruan tinggi, pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat.
Mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Saya berharap hasil penelitian ini tidak hanya menjadi dokumen akademik di perpustakaan, tetapi dapat diimplementasikan sebagai solusi nyata dalam meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam di Indonesia.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).
Semoga ilmu yang Allah amanahkan melalui gelar doktor ini menjadi ilmu yang bermanfaat, menjadi amal jariyah, dan menjadi wasilah untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi agama, bangsa, negara, dan seluruh umat manusia.
Akhirnya, saya memohon doa dari seluruh keluarga, guru, dosen, sahabat, jamaah, dan masyarakat agar Allah SWT senantiasa memberikan keistiqamahan dalam mengemban amanah keilmuan ini.
“Gelar doktor bukanlah simbol kesempurnaan, melainkan amanah untuk terus belajar, mengabdi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi umat. Ilmu yang sejati adalah ilmu yang melahirkan akhlak, menghadirkan solusi, serta menjadi cahaya bagi kehidupan.”jelasnya.(ADE BACHTIAR ALIF)*








Komentar