
Oleh : Ali Assegaf
Di dalam Qs. Al Ma’arij 6 dan 7 :
إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا – وَنَرَاهُ قَرِيبًا
Sesungguhnya mereka melihatnya jauh dan kami melihatnya dekat
Ayat ini ditafsir mizan berkaitan dengan peristiwa ghodir – dimana seorang kemudian seorang meminta adzab dalam ayat sebelumnya, ketidak percayaannya pada risalah ini yang membuatnya melihat janji risalah muhammad itu sangat jauh baginya, sedangkan orang yang disebut kami dalam ayat itu – melihat perkara kemenangan itu sangatlah dekat.
Saat Rasulullah saww pertama kali dakwah, masih sendiri belum memiliki pengikut – orang menyaksikan ucapan dan semangat pengabdian beliau, meyakinkan setiap yang menyaksikan langkah dan perbuatannya – seperti orang yang melihat risalah itu dekat, dan demikian dekat yang beliau lihat. Orang-orang yang kafir (tidak percaya) – melihat risalah muhammad itu bukan hanya jauh, tetapi sangat jauh dan tidak terlihat olehnya, bahkan setelah fathul mekkah – ayat ini diantara ayat-ayat akhir risalah – artinya telah banyak penjelasan, namun hal itu tetap saja tak membuat penglihatannya menjadi dekat.
Penggunaan kosakata ra’a bermakna melihat dibalik mata lahirnya. Para ahli sipil dapat melihat lay-out bangunan kokoh sebelum bangunan itu berdiri – karena dalam ilmunya menjelaskan struktur didalamnya. Para ahli kitab dan hikmah dapat melihat pesan yang akan terjadi dibalik sebuah pesan risalah.
Palestina di awal revolusi islam di Iran – belum genap setahun – imam Khomeini qds menetapkan perkara Palestina perkara prioritas. Padahal Palestina saat itu issue paling tidak populer. Dunia memandang mustahil – Palestina dapat merdeka, sebagaimana mustahilnya israel dikalahkan. Semua alasan material menjelaskan hal ini, mata lahiriah mengatakan Palestina merdeka sangat jauh… dan bahkan mustahil. Namun Imam Khomeini qds seperti leluhurnya Rasulullah saww – terlihat sangat yakin dan tampak terlihat dekat dalam dirinya dan dipandang aneh oleh dunia oleh sebabnya.
Jika Rasulullah SAW setelah 23 tahun menyampaikan risalah, seorang masih belum juga yakin – sekalipun telah menyaksikan seluruh keutamaan islam dan risalah muhammad saww. hari ini – ketika dunia bersaksi pasca peristiwa 7 Oktober 2023 sebuah rangkaian yang 46 tahun silam dipandang dekat oleh mereka yang berada dalam paradigm imam ini – Palestina sangat dekat dengan kemerdekaan – bahkan penguasa arab masih tetap melihat hal itu masih sangat jauh.
اقترب اليوم الذي ستتحرر فيه فلسطین بينما حكام وملوك الدول العربية والإسلامية يرون ذلك اليوم بعيدا، لكننا نراه قريبا
Palestina menjadi bukti atas jiwa kita, keimanan memperlihatkan kemerdekaannya sangat dekat – sedang mata kafir ( tidak beriman) mengenalkan kemerdekaan Palestina masih jauh.(****











Komentar