oleh

Sebagian Warga Ciamis Dapat Bantuan Hunian Layak Pemprov Jabar

CIAMIS – Dalam rangka memperkuat komitmennya Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. Salah satunya diwujudkan melalui Program Poe Ibu, sebuah gerakan rereongan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong tumbuhnya kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Abdi Nagri Ngaprak Lembur #2 yang dilaksanakan di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, dengan fokus pada perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga memperoleh hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, melalui kegiatan ini, sebanyak 39 rumah menjadi sasaran penanganan, yang terdiri atas 30 rumah milik masyarakat miskin atau kurang mampu dan 9 rumah yang terdampak bencana pergeseran tanah. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pemulihan kondisi hunian warga yang terdampak bencana.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program, renovasi satu rumah milik Bapak Teddy telah dilaksanakan. Selanjutnya, renovasi tahap pertama direncanakan menyasar 11 rumah yang membutuhkan perbaikan, dengan dukungan kolaboratif dari berbagai pihak.

Dari 11 rumah pada tahap pertama tersebut, sebanyak tiga rumah akan ditangani oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, sedangkan delapan rumah lainnya didukung oleh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dua rumah akan dibangun secara mandiri oleh Badan Pendapatan Daerah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, masing-masing satu rumah. Sementara itu, enam rumah lainnya akan ditangani melalui kolaborasi sejumlah perangkat daerah.

Dalam pelaksanaannya, pendanaan renovasi Rutilahu tahap pertama bersumber dari gerakan rereongan ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Program Poe Ibu. “Semangat rereongan ini menjadi wujud kepedulian bersama bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah secara kelembagaan, tetapi juga merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh unsur aparatur,” kata Dedi, Rabu (14/10/2026).

Pelaksanaan Abdi Nagri Ngaprak Lembur #2 juga melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat, dan Jamkrida. Sinergi lintas pihak ini diharapkan dapat memperkuat jangkauan manfaat program serta mendorong partisipasi berbagai unsur dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan capaian administratif, tetapi juga pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Perbaikan rumah warga menjadi salah satu langkah konkret untuk menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial.

Melalui Poe Ibu, semangat rereongan ASN diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan kebaikan yang berkelanjutan. Dengan semangat Abdi Nagri Ngaprak Lembur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa, sejalan dengan komitmen membangun Jawa Barat yang lebih sejahtera, inklusif, dan berdaya. (ROS)

Komentar