oleh

Situs Geger Sunten: Sebuah Jejak Legenda dan Warisan Kerajaan Galuh di Ciamis

GEGER Sunten merupakan situs budaya Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis  berada di Petak 24.b Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Rancah Bagian kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjar Utara.Situs Geger Sunten ini berada di Dusun Sodong, Desa Tambaksari, Kec.Tambaksari, Kabupaten Ciamis yang bisa ditempuh sekitar 35 km dari pusat kota Ciamis. Sebuah situs budaya yang menyimpan kisah panjang sejarah yaitu Geger Sunten. Dari Balai Desa Tambaksari, perjalanan menuju lokasi ini hanya sekitar 1 kilometer, dan bisa ditempuh dengan motor melewati jalan pedesaan yang asri.

Nama Geger Sunten tak asing bagi para penikmat cerita rakyat, terutama kisah Ciung Wanara  (legenda Kerajaan Sunda Galuh). Geger Sunten merupakan tempat bermukimnya Aki Balangantrang. Tokoh legendaris yang bernama asli Sang Bimaraksa (Aki Bimaraksa) muncul dalam beberapa konflik perebutan kekuasaan di masa kejayaan Kerajaan Galuh.

Konon, Situs Geger Sunten ini merupakan tempat persinggahan/ petilasan raja-raja Jawa dan memiliki peranan penting dalam sejarah Kerajaan Galuh, dan disebut-sebut sebagai tempat disimpannya Sastra jendra Rahayu ningrat yang merupakan kitab hukum dunia dalam sejarah Jawa. Di situs tersebut terdapat Punden Berundak sebanyak 69 buah. Hingga saat ini, situs ini masih digunakan untuk upacara adat kelompok Geger Sunten seperti ritual bentang boeh larang dan ritual lainnya. Kedepannya, bukan tidak mungkin situs budaya Geger Sunten ini menjadi sebuah situs wisata yang khas dari sebuah daerah atau kota, seperti Desa Baduy di Banten, Kampung Naga di Garut dan Desa Kuta di Ciamis dll.Sebuah perpaduan antara legenda, sejarah, dan kearifan lokal yang menunggu untuk terus digali.

Kuncen atau juru kunci Situs Geger Sunten, Tasim,   menjelaskansoal sumur kabuyutan yang konon mempunyai mitos bisa menghilangkan pengaruh ilmu hitam. Sumur yang dulu dipakai Ciung Wanara itu mempunyai air yang jernih.“Sumur itu tempat mandi Ciung Wanara dan Bimaraksa. Sumur itu juga disebut cai galuh. Bagi orang yang mandi atau wudhu di sumur itu, apabila dilakukan secara khusyu saat berdoa dan meminta kepada yang maha kuasa, Insyaallah akan mendapat karomahnya, ” katanya

Lokasi sumur kabuyutan atau yang dikenal dengan mitosnya yang dimana airnya konon bisa menghilangkan ilmu hitam atau penyembuh pengaruh santet.

Menurut Tasim, banyak orang sengaja datang dan berobat menggunakan air sumur tersebut untuk menghilangkan pengaruh ilmu hitam (santet) dan mengobati orang sakit jiwa. Ada juga sebagian orang yang sengaja datang mengambil air untuk keperluan memperlancar usaha.

“Dalam tata cara berdoanya biasa saja, tidak ada ritual khusus. Peziarah cukup mandi di sumur itu, kemudian memanjatkan doa dan memohon kepada sang pencipta agar niat dan keinginannya tercapai, ” katanya.

Menurut Tasim, biasanya peziarah menggelar ritual mandi pada malam hari. Hal itu bertujuan agar saat melaksanakan ritualnya bisa berjalan dengan khusyu.“Kalau malam kan sepi, tidak bising seperti siang hari. Makanya, banyak peziarah yang memilih menggelar ritual pada malam hari, ” ungkapnya.

Peziarah yang datang ke tempat itu, kata Tasim, tak hanya berasal dari sekitar Ciamis saja, tetapi ada juga yang berasal dari luar daerah, seperti Tasikmalaya, Banjar, Garut, Subang, Bandung dan bahkan ada juga dari Bengkulu dan Palembang.“Kalau kebanyakan peziarah yang datang ke sini untuk membersihkan diri dari ilmu hitam. Memang situs ini dikenalnya mengenai mitos sumurnya dibanding dengan asal muasal sejarahnya, ” katanya.

Ketua LMDH  Geger Sunten Desa Tambaksari Dodo Soma Wijaya   ,   menuturkan, bahwa pihak pengelolaan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis sudah menata dan mempercantik lokasi Situs Geger Sunten. Pembuatan sarana prasana berupa gapura , pos tiket dan perbaikan jalan trap serta bangku tempat duduk di buat dengan sederhana tapi menarik. Dia berharap selain sebagai tujuan wisata ziarah, lokasi ini akan di jadikan Wisata Edukasi yang menarik perhatian wisatawan domestik.

#GegerSunten

#SejarahGaluh

#WisataBudayaCiamis

#LegendaCiungWanara

#PundenBerundak

Komentar

News Feed