UNTUK mendapatkan jenis bambu unik dan antik, terutama bambu pethuk yang banyak diburu penggemar fanatic atau kolektor, ternyata tidaklah mudah. Karena memang sangat langka dan sangat sulit didapatkan. Tak mengherankan, kalau kemudian harga jual jenis bambu pethuk nilainya cukup tinggi.
“Kalau saya tidak pasang tarif. Tapi kalau penggemar atau kolektor bambu pethuk yang paham, mereka berani bayar dengan harga bagus, meskipun saya tidak menyebutkan angkanya.”jelas Wa Lemong, salah seorang pebolang bambu pethuk asuhan Ustadz H. Hari Petir kepada LINTAS PENA.
Maksud tidak pasang tarif, kata Wa Lemong, dia tidak mempatok harga kepada pembeli yang paham.” Contohnya begini, sebelum saya tawarkan dengan harga Rp. 1 juta, tapi kolektor yang paham justru dia akan menawar duluan dengan harga Rp.10 juta dan bahkan Rp.100 juta.”ungkapnya.
Kenapa demikian? Ya, itu tadi barangnya bagus dan mereka lebih paham. “Saya hanya nge-bolang atau mencari pethuk yang benar benar bagus saja. Tidak asal asalan mencarinya.”katanya
Apakah tiap hari Wa Lemong mendapatkan bambu pethuk yang bagus dan banyak dicari orang? “Ya, gak dong. Sebulan sekali juga belum tentu dapat. Kalau bambu bambu unik yang biasa sih, bisa tiap hari.”jelas Wa Lemong.
“Namun kalau lagi hoky, sehari bisa dapat 2-3 jenis bambu pethuk seperti sekarang ini, saya dapat 1 buah jenis bambu Pethuk Jalu dan bambu Pethuk Singkir yang masih muda (belum diambil karena belum tua). Kedua jenis bambu pethuk ini saya dapatkan di Jasinga Kab.Bogor.”tuturnya.
Kedua jenis bambu yang didapatnya itu, lanjut Wa Lemong, akan menjadi koleksi di Museum Bambu Maharani yang berada di Objek Wisata Batu Mahpar Galunggung Tasikmalaya yang didirikan Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn0 Dr. Ha.Anton Charliyan,MPKN .”Kalau ada kolektor yang minat memiliki bambu pethuk ini, bisa menghubungi saya atau ke musieum bambu di Tasikmalaya,”pungkasnya. (REDI MULYADI)***








Komentar