Jakarta, 26-02-2026 – Bea Cukai perkuat pengawasan sekaligus asistensi tiga perusahaan berstatus Mitra Utama (MITA) Kepabeanan di Sidoarjo dan Subang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan implementasi fasilitas kepabeanan berjalan sesuai ketentuan serta mendukung iklim usaha yang kondusif bagi industri dalam negeri.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pihaknya menjaga keseimbangan antara pelayanan dan pengawasan. “Monitoring dan asistensi merupakan bagian dari upaya kami memastikan fasilitas yang diberikan dimanfaatkan secara tepat dan akuntabel,” ujarnya.
Di Sidoarjo, Bea Cukai Tanjung Perak melaksanakan kunjungan lapangan ke PT Menjangan Sakti pada 9-10 Februari 2026 serta PT Unilever Indonesia Tbk pada 12-13 Februari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada monitoring kesesuaian antara standar operasional prosedur dengan implementasi di lapangan dalam kerangka MITA Kepabeanan.
PT Menjangan Sakti tercatat sebagai satu-satunya importir non-produsen yang memegang status MITA Kepabeanan. Perusahaan tersebut memiliki peran penting dalam rantai pasok global sebagai pemasok bahan baku bagi perusahaan MITA maupun Authorized Economic Operator (AEO) di sektor manufaktur. Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk merupakan perusahaan multinasional produsen kebutuhan rumah tangga yang sebelumnya pernah mengantongi sertifikasi AEO secara parsial di salah satu pabriknya di Surabaya.
“Kami ingin memastikan praktik di lapangan selaras dengan regulasi yang berlaku, sehingga kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan MITA tetap terjaga,” ujar Budi.
Sementara itu, di Subang, Bea Cukai Cikarang melaksanakan kegiatan CVC ke PT Subang Autocomp Indonesia pada 9 Februari 2026. Kegiatan yang dipimpin Kepala Bea Cukai Cikarang, I Wayan Sapta Dharma tersebut meliputi factory visit, dialog interaktif, serta asistensi kepabeanan guna memastikan implementasi ketentuan dan pemanfaatan fasilitas berjalan optimal.
PT Subang Autocomp Indonesia merupakan perusahaan manufaktur komponen otomotif, khususnya wiring harness dan komponen kelistrikan kendaraan bermotor, yang memasok kebutuhan industri otomotif domestik maupun ekspor. Perusahaan ini memiliki peran strategis dalam rantai pasok industri otomotif nasional.
Menurut Budi Prasetiyo, kegiatan CVC menjadi sarana komunikasi yang konstruktif antara Bea Cukai dan pelaku usaha. “Melalui Customs Visit Customer, kami membangun dialog terbuka dengan perusahaan agar setiap kendala dapat diidentifikasi dan diselesaikan bersama, tanpa mengabaikan prinsip kepatuhan,” ujarnya.(BeaCukai_RI)****









Komentar