Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung)
MANUSIA masa depan , mereka yang slalu berderma terhadap sesama, dimanapun dan kapanpun, tanpa membedakan ras, suku, agama, dan golongan. Mereka adalah tangan- tangan Tuhan dimuka bumi alam.
Dalam sebuah riwayat, :” Tuhan akan menunda hari kiyamat, disebabkan masih hadirnya, manusia-manusia baik terhadap sesama, mereka yang merawat alam, mereka yang slalu beribadah dengan khusu, masih adanya seorang Ibu yang menyusui anaknya, masih ada binatang ternak yang merumput, masih ada mereka yang menyantuni anak2 yatim, masih ada yang bermunajat dikeheningan malam pada saat manusia lain tertidut lelap, dan mrteka masih merawat kekerabatan diantara mereka….”. Riwayat tersebut merupakan qodo Tuhan, bagi mereka yang yakin terhadap sumpah Tuhan. Tuhan bersumpah pada waktu ( Wal asri), Tuhan beesumpah dengan Matahari ( Wasyamsi), Tuhan bersumpah dengan Bulan (Walqamari), Tuhan bersumpah dengan Bintang2 ( Al Buruj), Tuhan bersumpah dwngan hak Ibu bapak yang telah melahirkan, Tuhan bersumpah pada mahluknya yang diciptakanNya.
Jadi jika ada manusia, yang bersumpah atas nama Allah (Demi Allah), bahkan atas nama Rasulullah saw (Demi Rssulullah), sudah pasti mereka pendusta, kadzab. Sebab Tuhan pun bersumpah atas apa yang telah Dia ciptakan.
Hal tersebut bukan hanya kesalahan berfikir, akan tetapi ada perilaku yang telah lazim dimasyarakat, mereka untuk menutupi kekurangannya slalu menggadaikan nama Tuhan, agar dipercaya. Teoligi semacam itu, yang tidak disadari atau bahkan sadar, maka kata Tuhan hanya menjadi retorika dan mengecilkan, bahkan menghilangkan Tuhan itu sendiri.
Berbahagialah manusia yang beramal kebajikan, yang menducikan dirinya dengan amal saleh, mereka yang berada dan berjalan bersama Tuhan di bumi alam.
Dalam keyakinan Thao, mereka adalah yang berhasil menyatukan Yin-Yang; Pada keyakinan Nashrani, mereka yang menempuh jalan kasih; pada keyakinan Hindu mereka menjadi tangan2 Brahma; Pada keyakinan Budha, mereka yang mengikuti jalan Sidharta Gautama; pada keyakinan Islam, mereka yang mencapai tajali ArRahman; dan pada keyakinan Adat, mereka yang merwat taliparanti karuhun (leluhur).
Ada pribahasa yang sejak sekolah dasar, ditanamkan, : ” Harimau mati meninggalkan belangnya; Gajah mati meninggalkan Gading; Manusia mati meninggalkan amalnya”.
Hari amal kebaikan ditanam dan ditebarkan, esok hari akan menuai hasilnya.
“Sombong dalam beramal adalah ibadah; Ramah dalam tidak beramal – kikir- adalah khianat:.
Cag!@Abah Yusuf//Doct//Kabuyutan








Komentar