DUA kata ”Benar dan Baik” sudah menjadi bahasa dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Benar, kebenaran memiliki nilai universal. Baik, kebaikan memiliki nilai, personal, lokal , dan kondisional.
BENAR
Benar ada dua kategori: Benar Mutlak; Benar Relatif.
Benar mutlak adalah berupa Ketentuan Tuhan dalam kitab Suci yang disampaikan, diajarkan oleh paranabi, rasul dan manusia suci. Dimana manapun tempat, bangsa, dan negara pasti sama, berlaku universal. Contoh: mejaga martabat kemanusiaan-tanpa memandang agama dan keyakinan- harus dijaga keberadaan, dan diperlakukan sebagai manusia ciptaan Tuhan; begitupun dalam memperlakukan cimtaan Tuhan yg lainnya- Bumi Alam dan isinya.
Benar relatif adalah ketika ketentuan , ditakwilkan, ditafsirkan, secara semantik diluar apa yg dilakukan para nabi, rasul dan manusia suci, yang dilakukan oleh para ‘alim ulama, ilmuwan, sesua kadar akal dan kaidah keilmuan, maka nilai kebenarannya relatif. Dalam hal ini para ‘alim ulama dan ilmuwan menafsirkan, memahami, dan mengamalkannya sangat hati-hati , agar tidak menabrak kebenaran mutlak. Munculah Dewan Ahli, Ahlul hali wa alaqdi, tentu mereka menggunakan kaidah ilmiah dan etika (moral, ahlaq).Kebenaran relatif, berupaya tidak bertolak belakang secara diametral dengan kebenaran mutlak, universal.
Imam ‘Ali bin Abu Thalib as mengatakan”Seandainya Kemiskinan betwujud manusia , aku akan membunuhnya”. Dawuh Imam benar , karena menjalankan perintah Tuhan untuk memberantas kemiskinan – material-. Apa yg dimaksud membunuh, menghilangkan , menghapus agar tidak ada lagi orang miskin. Karena kata miskin tersebut melekat pada manusia , yg harus dicari, yakni penyebabnya, mengapa orang miskin ada. Para ‘alim ulama, ilmuwan mencari akar masalahnya. Apakah miskin disebabkan malas, lemah ,terpinggirkan , atau karena sistem sosial yg diberlakukan dalam tatanan kehidupan. Sehingga muncul secara semantik, kemiskinan struktural. Kemiskinan yang sengaja diciptakan oleh para Qarun , Kapitalis, hingga manusia dinilai transaksional, sebagai alat produksi-Para pekerja , yg dipekerjakan- Proletariat.
Jadi kalimat Imam adalah universal, kapan kondisi apapun, dimanapun akan muncul dimuka bumi ini. Oleh karena itu, penafsiran nya diterjemahkan secara operasional tidak bertentangan dengan martabat kemanusiaan.
BAIK
Baik atau kebaikan adalah bersifat personal, komunal, bahkan regional.Perbuatan baik, lebih melekat pada nilai etika dan estetika. Para petani, secara personal dan komunal, kelompok, akan menghasilkan produktifitas tinggi, manakala mereka mengikuti, melaksanakan sesuai petunjuk. Dimana petunjuk, pedoman bertani sudah diuji terlebih dahulu, ekspetimentasi, sebelum diberlakukan masal. Kebaikan petani dalam memperlakukan alam mengikuti kaidah etika dan estetika. Begipula kehidupan para nelayan , ketika mereka mengikuti SOP, maka hasil tangkapan ikan akan maksimal.
Kebaikan menjadi relatif nilainya, manakala kebaikan seseorang, kelompok, tersebut dibandingkan dengan orang lain atau kelompok lain.
Contoh: Seorang penyamun, RobinHood. Ia merampok dari kaum bangsawan, hasil rampokannya dibagikan pada rakyat jelata. Begitupun Abudzar al Gifari. Ia merampok para saudagar Arabia yg pulang berdagang dari negeri Syam, hasil rampasannya dibagikan pada warga kampung Gifar yang rata rata fakir dan miskin. Abudzar hanya mengambil bagian tidak semua Dinar Dirham, dan makanan diambil , ia mengambil secukupnya untuk dibagikan pada warga Gifar.
RobinHood dan Abudzar, dikenal dalam sejarah, yg disebut “maling budiman”.
Bunda Theresa, seorang Biarawati, yg menolong banyak orang yg terkena penyakit kusta di India saat itu, maka dengan nilai kemanusiaan yg bunda lakukan terhadap pasien kusta, dengan telaten. Maka Bunda Theresya, telah berbuat kebaikan.
Begitupun Ma Eroh, yang ia membuat aliran air dengan tangannya sendiri, menyisir bukit dan tebing bebatuan, hingga berbulan bulan, dan berbagai peralatan tradisional ia pakai rusak , dengan kesungguhan tanpa merasa lelah akhirnya air mengalir kekampungnya, hingga warga kampung di Tasikmalaya, merasakan nilai kebaikan dan manfaat dari Ma Eroh.
Masyarakat Adat Ciptagelar, mereka secara komunal, berhasil menyiapkan lumbung padi (leuit) dengan masing lumbung 7-11 ton padi huma, mereka mengatakan untuk keamanan dan ketahanan pangan cukup untuk 60 tahun kedepan.
R. Haidar Alwi, dengan program Haidar Alwi Care (HAC) dan Rakyat Bantu Rakyat (RBR). Hadar Alwi memberikan santunan beras 1 juta ton untuk dibagikan ke dhuafa- fakir miskin- dan menyantuni 2 juta anak yatim dari Sabang sampai Merauke serta menolong orang sakit, bahkan menyumbang mobil Ambulance ke Desa yg jauh dari RS, membantu menyelesaikan pembangunan Gereja , Madjid sdh tentu , memberi beasuswa, dll.
Hal tersebut merupakan perbuatan baik personal yg dilandasi dengan keyakinan, sehinga perbuatannya dapat ditiru banyak orang-orang kaya di NKRI. Perbuatan baik Haidar Alwi sebagai wujud cinta pada bangsa dan Rakyat Indonesia.
Jadi kebaikan, personal, komunal, merupakan contoh yg patut ditiru dan diterapkan dengan kondisi setempat.
Koruptor
Pelaku korup, Koruptor, mereka telah melanggar,kebenaran mutlak, kebenaran relatif, dan kebaikan, disebabkan merampok uang negara, uang rakyat, yg mengakibatkan banyak rakyat jadi miskin. Korupsi bisa dilakukan secara sistemik, personal, dan atau kelompok -berjamaah-. Jadi tidak ada nilai kebenaran dan kebaikan, yg ada adalah keburukan atau kejahatan. Maka hukumannya adalah hukum mati. Tidak lagi hukuman pada moral dan atau etika, karena perbuatannya sudah tidak menggunakan kaidah moral dan etika. Merugikan Negara dan Rakyat banyak.
Rekomendasi
Perbuatan benar , merupakan nilai universal, dan bisa dilaksanska oleh siapapun, dan dimanapun dimuka bumi.
Perbuatan baik, merupakan tindakan personal, komununal sehinga bisa ditiru dan diterapkan, baik personal atau komunal.
Cag!@,Abah Yusuf-Doct// Kabuyutan
2 Jumadil Akhir 1447 H – 22 November 2025 M














Komentar