oleh

Bunda Ratu Suningrat : “Wacana Pembentukan Provinsi Sunda, Khawatir Jadi Pemicu Jawa Barat Terpecah Belah “

-Umum-930 views

Bandung, LINTAS PENA

Sebagai tokoh masyarakat Sunda dari Keprabuan Tembong Agung Sumedang, Bunda Ratu Dr.Nining Suningrat,SH.,MH mengaku, beberapa hari yang lalu telah menerima sebaran “Naskah Akademis Provinsi Sunda” dalam bentuk PDF,yang intinya dukungan terhadap wacana Provinsi Sunda sebagai persyaratan awal para Pemakarsa untuk semakin mendapatkan dukungan publik serta memperkuat alur prosedur payung hukum UU Permendagri Nomor 30 tahun 2012.

“Setelah menerima sebaran naskah itu melalui WA, saya jadi teringat sebuah tulisan yang dimuat https://tabloidlintaspena.com berjudul “Ramalan Anton Charliyan Terbukti Nyata, Provinsi Sunda Jadi Pemicu Jawa Barat Terpecah Belah”, makanya saya sempat diskusi dengan sejumlah tokoh masyarakat,termasuk dengan Kombes Pol Jakub Prajogo,S.Ik,M.Si. Karena saya menilai, wacana pembentukan Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan masih terlalu dini dan bahkan berlebihan. Saya sependapat dengan tulisan yang disampaikan Abah Anton, karena pembentukan Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan dikhawatirkan akan menjadi pemicu Jawa Barat  terpecah belah. Hal ini jelas yang tidak kita harapkan,”ungkapnya.

Menurut Bunda Ratu Dr.Nining Suningrat,SH,MH , bahwa semua orang yang ada di Jabar memiliki semua adat Sunda yang harus dijaga.Kepentingan adat Sunda lebih baik diperjuangkan lewat kearifan lokal, karena bila dipecah justru akan memiliki kebijakan yang berbeda walaupun sama sama ada di wilayah Tatar Sunda.”Contoh Jawa Timur tetap bersatu ada sekitar 40 lebih Kab/Kota tetap satu khas Jawa Timur,bagian dari adat Jawa. Bagi saya yang terpenting jaga adat Sunda yang beraneka ragam.Yang terpenting dan utama bagi kebijakan dan kearifan lokal adalah  meningkatkan kreatifitas ragam adat budaya adat Sunda tersebut menjadi budaya kekayaan khasanah bagian adat budaya nusantara bangsa NKRI. Terutama yang sangat penting generasi bangsa butuh keotentifikasian budaya masing daerah di Nusantara NKRI . Jadi seharusnya kita saling gandeng tangan bersatu.”tuturnya

Bunda Ratu Suningrat menambahkan, bahwa yang penting dan utama bagi kebijakan/kearifan lokal adalah meningkatkan kreatifitas ragam budaya adat Sunda tsb. menjadi budaya kekayaan khasanah bagian adat budaya nusantara bangsa NKRI… “Terutama yang sangat penting generasi bangsa butuh keotentifikasian budaya masing daerah di nusantara NKRI. Bukan asal pecah belah seperti cara Belanda yang hanya ingin berkuasa. “jelasnya.

Sementara itu, Kombes Pol Jakub Prajogo,S.Ik,M.Si mengatakan, untuk membangun provinsi yang utama adalah perlu meningkatkan adat budaya lokal yang bagian Adat Nusantara perlu kajian dengan pendekatan keilmuan antrhopologi budaya lokal guna menggali keontentikan budaya Nusantara, juga merupakan bagian dari membangun pemerintahan daerah provinsi.

“Untuk upaya pemekaran pemerintahan daerah tentunya Kemen PAN RI juga akan mengkaji lagi jangan sampai ada pemekaran pemda malah membebani keuangan dan perekonomian nasional,yang saat ini lagi diutamakan fokus penanganan pandemi covid 19 dan pemulihan ekonomi sosial. Adat budaya yang menarik dan mahal adalah keotentikan adat budaya tersebut,meskipun ada kolaborasi atau modifikasi budaya modern namun keotentikan tetap dicari dan digali oleh para budayawan profesional dan generasi muda milenial yang saat ini merupakan kebanggaan Adat budaya Nusantara yang otentik di NKRI  .Jadi seharusnya kita saling bergandeng tangan untuk dapat melewati masa pademik ini dan yang urgert adalah bagaimana caranya dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan yang dapat digali dari kearifan lokal.Contoh pembuatan genting di Jatiwangi untuk ditingkatkan lagi produksinya dan bagaimana pangsa pasarnya hingga dapat menyerap para buruh yang dimasa pandemik ini yang  di PHK dan lainnya, Jadi itu pembahasan kajian pendekatan anthropologi budaya dan pemolisian masyarakat sesuai bidang ilmu yang saya tekuni.,,”jelas dia. (REDI MULYADI)***

Komentar

News Feed