oleh

Gubernur Kang Dedi Mulyadi Berdiri Terdiam di Tengah Puing Longsor Desa Pasirlangu Kec.Cisarua Kabupaten Bandung Barat

Bandung, LINTAS PENA—Tanah yang runtuh bukan hanya membawa lumpur dan bebatuan, tapi juga duka yang mendalam.Dahulu kawasan ini adalah pegunungan yang kokoh menjaga keseimbangan alam.Namun perlahan berubah menjadi lahan pertanian, tanpa penguatan yang memadai.Saat hujan deras turun, alam tak lagi mampu menahan beban.

Di hadapan para korban longsor di Kampung Babakan Rt.05/011 Pasirkuning Desa Pasirlangu, Desa Cisarua Kabupaten Tasikmalaya, wajah Sang Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) tampak berat menahan kesedihan.Ini bukan sekadar bencana alam, tetapi peringatan pahit tentang rusaknya keseimbangan antara manusia dan lingkungan.

Dengan suara lirih, Gubernur KDM menyampaikan belasungkawa dan janji: bahwa ke depan, keselamatan warga harus lebih diutamakan,dan alam harus kembali dihormati, agar tragedi serupa tak terulang.Di bawah langit kelabu Bandung Barat,duka ini menjadi pelajaran… bahwa alam yang dilukai, suatu saat akan meminta kembali.

Ketika pembagian “uang duka” kepada keluarga korban bencana longsor tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada awak media menjelaskan, bahwa pihaknya akan merelokasi masyarakat yang terdampak longsor di Kabupaten Bandung Barat. Keputusan itu diambil saat meninjau lokasi longsor, Sabtu (24/1/2026).

Dari pantauan Dedi Mulyadi, lingkungan sekitar lokasi longsor dipenuhi tanaman sayur. Dengan kontur daerah berupa perbukitan, keberadaan kebun sayur rentan memicu longsor. Oleh karena itu, sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi itu.”Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi,” ucap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, di Kecamatan Cisarua, Sabtu (24/1/2026).

Untuk sementara, masyarakat yang selamat dari longsor diminta untuk mengontrak rumah selama dua bulan. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan Rp.10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kehidupan sehari-hari.Sementara itu, keluarga korban meninggal akibat longsor akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga.

Saat ini, lanjut KDM, Pemda Provinsi Jawa Barat fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor dan merestorasi lingkungan lokasi longsor. Pencarian korban dilakukan semaksimal mungkin oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas dan relawan.

                Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) mencatat sebanyak 10 orang dinyatakan tewas akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat, yang diduga disebabkan hujan deras pada Sabtu dini hari.

Berdasarkan keterangan dari BPBD Jabar di Bandung, Sabtu, korban tewas berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, delapan orang, sedangkan dua korban lainnya berasal dari kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Selain itu, 82 orang dinyatakan masih hilang dan dalam pencarian.

Longsor yang menimpa kawasan itu sekitar pukul 02.30 WIB itu menyebabkan 30 rumah terdampak dan satu rumah rusak berat. Selain itu, dilaporkan juga sekitar 400 warga harus dievakuasi oleh petugas gabungan ke tempat yang aman. (REDI MULYADI)****

Komentar