Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung dan Tokoh Budaya Sunda)
GURINDAM 12 Raja Ali Haji adalah sebuah karya sastra Melayu yang ditulis oleh Raja Ali Haji, seorang sastrawan dan ulama Melayu abad ke-19. Gurindam 12 ini merupakan sebuah puisi yang terdiri dari 12 pasal, yang berisi tentang ajaran moral dan spiritual.
Gurindam 12 Raja Ali Haji merupakan salah satu karya sastra Melayu yang paling terkenal dan berpengaruh, karena isinya yang kaya akan ajaran moral dan spiritual, serta bahasanya yang indah dan puitis.
Berikut adalah contoh beberapa pasal dari Gurindam 12 Raja Ali Haji:
Pasal 1:
“Barang siapa yang ingin menjadi orang yang baik,
Maka hendaklah ia memiliki akal yang sempurna,
Akal yang sempurna itu adalah akal yang bersih,
Bersih dari sifat-sifat yang tercela.”
Pasal 2:
“Barang siapa yang ingin memiliki ilmu yang bermanfaat,
Maka hendaklah ia mencari guru yang sejati,
Guru yang sejati itu adalah guru yang memiliki ilmu,
Ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang membuat kita menjadi lebih baik.”
Berikut adalah pasal 3 sampai 12 dari Gurindam 12 Raja Ali Haji:
Pasal 3:
“Barang siapa yang ingin memiliki hati yang bersih,
Maka hendaklah ia menjauhi sifat-sifat yang tercela,
Sifat-sifat yang tercela itu adalah sifat-sifat yang buruk,
Buruk bagi diri sendiri dan bagi orang lain.”
Pasal 4:
“Barang siapa yang ingin memiliki iman yang kuat,
Maka hendaklah ia memperbanyak ibadah,
Ibadah yang paling utama adalah ibadah hati,
Hati yang ikhlas itu adalah hati yang suci.”
Pasal 5:
“Barang siapa yang ingin memiliki akhlak yang mulia,
Maka hendaklah ia bergaul dengan orang-orang yang baik,
Orang-orang yang baik itu adalah orang-orang yang beriman,
Iman yang sempurna itu adalah iman yang disertai dengan amal.”
Pasal 6:
“Barang siapa yang ingin memiliki ilmu yang luas,
Maka hendaklah ia mencari ilmu dari berbagai sumber,
Ilmu yang luas itu adalah ilmu yang bermanfaat,
Bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain.”
Pasal 7:
“Barang siapa yang ingin memiliki sifat yang sabar,
Maka hendaklah ia menghadapi kesulitan dengan tenang,
Kesulitan yang dihadapi dengan sabar itu adalah kesulitan yang ringan,
Ringan bagi diri sendiri dan bagi orang lain.”
Pasal 8:
“Barang siapa yang ingin memiliki sifat yang syukur,
Maka hendaklah ia menghitung nikmat yang diterimanya,
Nikmat yang dihitung itu adalah nikmat yang bertambah,
Bertambah bagi diri sendiri dan bagi orang lain.”
Pasal 9:
“Barang siapa yang ingin memiliki sifat yang tawakal,
Maka hendaklah ia menyerahkan diri kepada Allah,
Allah yang menyerahkan itu adalah Allah yang maha kuasa,
Kuasa atas segala sesuatu.”
Pasal 10:
“Barang siapa yang ingin memiliki sifat yang ikhlas,
Maka hendaklah ia beramal dengan ikhlas,
Amal yang ikhlas itu adalah amal yang diterima,
Diterima oleh Allah yang maha kuasa.”
Pasal 11:
“Barang siapa yang ingin memiliki sifat yang rendah hati,
Maka hendaklah ia menganggap diri sendiri hina,
Hina di mata Allah itu adalah hina yang sebenarnya,
Hina bagi diri sendiri dan bagi orang lain.”
Pasal 12:
“Barang siapa yang ingin memiliki sifat yang sempurna,
Maka hendaklah ia mengikuti sunnah Nabi,
Sunnah Nabi itu adalah sunnah yang lurus,
Lurus bagi diri sendiri dan bagi orang lain.”
Gurindam 12 Raja Ali Haji telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dan masih dipelajari di sekolah-sekolah di Malaysia dan Indonesia(****















Komentar