Kab.Tasikmalaya LINTAS PENA—-Mengenakan pakaian ihram serba putih,melangkah dengan penuh semangat mengikuti tahapan ibadah haji di tengah suadaba belajar yang menyenangkan mereka tidak sekedar bermain peran tetapi mulai mengenal makna rukun islam kelima melalui kegiatan peragaan manasik haji .
Sebanyak 6000 orang murid Taman Kanak kanak dari 367 lembaga dibawah naungan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia(IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tasikmalaya telah usai melaksanakan kegiatan peragaan manasik haji yang dimulai sejak tanggal 2 – 5 November 2026 yang bertempat di Ampera Waterpark Jalan Raya Ciawi Kabupaten Tasikmalaya jelas Hj.N.Lilis Julawati S.Pd.,M.Pd Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Tasikmalaya kepada lintas pena Usai acara peragaan manasik haji.
“Alhamdulillah Acara Peragaan Manasik Haji TK IGTKI- PGRI telah dilaksanakan dengan lancar tidak ada halangan apapun”.
Melalui kegiatan peragaan manasik haji tersebut, IGTKI-PGRI Kabupaten Tasikmalaya berupaya menanamkan nilai-nilai agama dan budi pekerti sejak dini.
Anak-anak diajak mengenal ibadah haji bukan hanya melalui cerita atau gambar di ruang kelas, melainkan melalui pengalaman langsung yang disesuaikan dengan tahap perkembangan dan kemampuan mereka.
Sejak persiapan dimulai,guru,panitia,dan orang tua turut mendampingi anak-anak agar dapat mengikuti kegiatan dengan tertib.
Anak laki-laki mengenakan pakaian ihram,sedangkan anak perempuan memakai busana muslim.Suasana penuh antusiasme terlihat ketika peserta bersiap mengikuti rangkaian peragaan msnasik haji yang dipandu guru dan petugas.
Tahapan manasik diawali dengan pengenalan niat ihram dan niat berhaji,kemudian dilanjutkan dengan simulasi tawaf,yakni mengelilingi replika Ka’bah dengan arahan pemandu,anak-anak mengikuti putaran demi putaran sambil belajar bahwa setiap rangkaian ibadah memiliki tata cara yang perlu dipahami dan dilaksanakan secara tertib.
Perjalanan pembelajaran berlanjut pada simulasi Sa’i yaitu berjalan antara safa dan marwah. Dalam kegiatan ini anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada urutan pelaksanaan ibadah haji,tetapi juga diajak memahami pentingnya usaha,kesabaran dan semangat untuk menyelesaikan setiap tahapan sesuai arahan pendamping.
Anak-anak juga mengikuti simulasi wukuf,dilanjutkan dengan pengenalan lempar jumrotul ula,wustha dan Aqabah. Seluruh tahapan dirancang secara edukatif dengan mempertimbangkan usia peserta,sehingga proses belajar tetap aman,menyenangkan,dan mudah dipahami.Kegiatan kemudian dilengkapi dengan simulasi tahallul serta minum air Zamzam yang menambah pengalaman nyata bagi anak-anak.
“Peragaan manasik haji bukan sekedar mengenalkan urutan ibadah kepada anak,melainkan membuka kesempatan bagi mereka untuk belajar agama melalui pengalaman langsung.
Dengan cara yang menyenangkan dan sesuai usia,nilai religius,kedisiplinan,kesabaran,serta kebersamaan diharapkan tumbuh menjadi bagian dari karakter mereka.”ungkap ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Tasikmalaya.( ADE BACHTIAR ALIF)*














Komentar