oleh

Inilah Kronologis Wafatnya Almarhum Rega Haikal Faturarrahman Mahasiswa Baru UNPER Tasikmalaya Prodi Teknik Informatika

Tasikmalaya,LINTAS PENA – Dunia pendidikan Kota Tasikmalaya dikejutkan dengan kabar duka yang datang dari Universitas Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya. Karena salah seorang mahasiswanya meninggal dunia saat melaksanakan PKKMB. Rega Haikal Faturohman, mahasiswa baru yang terdaftar di program studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2024/2025.Musibah ini tidak hanya mengundang rasa duka yang mendalam dari berbagai kalangan, khususnya Civitas Akademika UNPER, tetapi juga menimbulkan berbagai pertanyaan terkait kejadian tragis tersebut. 

Pada hari Selasa (3/9/2024) petang, Rektor Universitas Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya, Dr. H. D. Yadi Heryadi, M.Sc., bersama Ketua Umum Yayasan Universitas Siliwangi (YUS), Brigjen TNI (Purn) Eko Yulianto, serta Ketua Pelaksana PKKMB Selji Salgangga dan Humas UNPER Depy Muhamad Pauzy menggelar konferensi pers di lobi Gedung Rektorat Unper di Jalan Peta, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya. 

Kepada belasan awak media, Yadi Heryadi menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Rega Haikal.”Pertama-tama, saya menyampaikan bela sungkawa atas kejadian ini. Ini musibah yang sungguh sangat mengguncang kita, keluarga besar UNPER Tasikmalaya,” ungkap Yadi.

Pada kesempatan yang sama, seluruh unsur pimpinan universitas, panitia, dan humas mengajak semua pihak untuk mengirimkan doa bagi almarhum Rega. Yadi juga menegaskan bahwa pihak universitas telah bertindak cepat dan bertanggung jawab sejak insiden terjadi, mulai dari proses penanganan di rumah sakit hingga pemakaman.”Pak Ketua Yayasan Brigjen Eko bahkan turut mengantarkan almarhum hingga ke peristirahatan terakhir,” tambah Yadi, menggambarkan betapa seriusnya pihak universitas dalam menangani musibah ini.

Rega Haikal Faturohman meninggal dunia akibat tertimpa bongkahan material plester dari Gedung Mashudi saat mengikuti gladi kotor untuk persiapan pelantikan mahasiswa baru. 

Ketua Pelaksana Kegiatan PKKMB Unper, Selji Salgangga, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi saat Rega bersama mahasiswa baru lainnya tengah berada di gedung tersebut untuk absensi.Menurut Selji, kegiatan hari itu dimulai dengan gladi kotor pada pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, diikuti dengan istirahat, salat, dan makan. 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan gladi bersih upacara pelantikan dari pukul 15.45 WIB hingga 16.30 WIB. Gladi bersih yang melibatkan prosesi senat, kelompok drumband, dan prosesi adat berlangsung lancar hingga selesai sekitar pukul 17.00 WIB.Setelah gladi bersih, para mahasiswa diarahkan ke Gedung Mashudi untuk absensi. Namun, tiba-tiba saja, lapisan plester setebal sekitar 5 cm dari lantai dua gedung tersebut terkelupas dan jatuh dari ketinggian sekitar 8 meter. Bongkahan plester tersebut menimpa kepala Rega, menyebabkan luka serius. Meskipun Rega segera dilarikan ke IGD RS TMC di Jalan HZ Mustofa, Tasikmalaya, nyawanya tidak tertolong. 

Pada pukul 18.48 WIB, Rega dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosa luka terbuka di bagian kepala. Selain Rega, korban lain bernama M. Kasvirabani mengalami luka robek di bagian telinga.

Dalam kaitan hal ini, menurut Rektor Dr. H. D. Yadi Heryadi, M.Sc ,pihak UNPER Tasikmalaya tidak tinggal diam dalam menghadapi musibah ini. Selain memproses asuransi jiwa, pihak UNPER Tasikmalaya telah bertemu dengan keluarga almarhum untuk menyelesaikan masalah tersebut.(ADE BACHTIAR ALIEF)***

Komentar