oleh

Inilah Sekilas Kisah Nabi Yusuf As

Oleh: Aki Anom Badranaya (Pimpinan Majelis Ilmu Al Hikmah Bogor +62 858-8054-8718)

YUSUF bin Ya’qub (bahasa Arab: یُوسُف بن یعقوب) adalah salah seorang nabi dari Bani Israil yang memiliki kedudukan sebagai Nabi sekaligus raja. Bagian detail dari kehidupannya diceritakan dalam Surah Yusuf. Salah satu surat dalam A-Qur’an yang Allah SWT turunkan adalah Surat Yusuf. Surat ini menceritakan sejumlah kisah Nabi Yusuf AS dari berbagai peristiwa hidup yang pernah dialaminya. Yusuf AS merupakan satu dari 12 anak Nabi Yaqub AS. Dan Yusuf AS adalah satu-satunya putra Nabi Yaqub yang memperoleh tugas kenabian dari Allah.

Dalam Al-Qur’an, kisah Nabi Yusuf ini diceritakan secara paling lengkap, bahkan menjadi satu surah tersendiri. Kisahnya pun diuraikan secara runtut dan kronologis, ayat demi ayat.

Pada masa kecilnya, Yusuf dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, namun setelah beberapa lama, ia diselamatkan sekelompok orang yang kemudian menjadikannya budak dan di jual ke pembesar Mesir. Ia memiliki kemampuan menafsirkan mimpi sehingga ia mendapat perlakuan istimewa dari Raja Mesir dan akhirnya mendapatkan posisi di kerajaan. Kisah cinta Yusuf dan Zulaikha adalah kisah Qur’ani yang sangat masyhur. Zulaikha tergila-gila dengan ketampanan Yusuf dan ia menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan Yusuf, namun karena gagal akhirnya ia memfitnah Yusuf telah berkhianat, yang membuat pembesar Mesir menjebloskan Yusuf ke Penjara.Setelah beberapa tahun, Yusuf as berhasil membuktikan ketidak bersalahannya dan kemudian ia bebas dari penjara. Karena keahliannya menafsirkan mimpi raja Mesir dan memberikan solusi atas kekeringan, ia disukai oleh raja Mesir.

Yusuf adalah putra dari Nabi Ya’qub as, keturunan Ishak putra kedua Nabi Ibrahim as. Ia adalah Nabi dari Bani Israil.   Ibunya bernama Rahil  dan memiliki 11 saudara  Diantara ke sebelas saudaranya, Benyamin adalah saudara seibu Yusuf.   Dari kesemua saudaranya kecuali Benyamin, Yusuf adalah anak yang paling kecil.  

Nama Yusuf disebutkan sebanyak 27 kali dalam Al-Qur’an.[ Surah kedua belas Al-Qur’an juga dinamai dengan namanya. Al-Qur’an menyifati Yusuf as dengan hamba yang mukhlasyang menurut Allamah Thabathabai memiliki arti bahwa Yusuf as tidak menerima permintaan Zulaikha untuk berhubungan dengannya bukan hanya dari luarnya saja bahkan dari dalam hatinyapun ia tidak menginnginkannya.[8]. Begitu juga dalam Al-Qur’an Yusuf as disifati dengan Muhsinin

Nubuwah

Yusuf as dianggap sebagai salah satu nabi besar. Dalam sebuah riwayat dari Imam Baqir as yang mengutip ayat-ayat Al-Qur’an, Yusuf dianggap sebagai seorang nabi dan rasul. Berdasarkan Tafsir Nemuneh, mimpi Yusuf as tentang 11 bintang, bulan dan matahari yang sujud kepadanya selain mengisyaratkan kekayaan dan kekuasaan Yusuf as, itu juga merupakan tanda tentang kenabiannya di masa yang akan datang Allamah Tabatabai juga menyebutkan bahwa salah satu contoh pemenuhan berkah bagi Yusuf as, yang disebutkan dalam surat Yusuf ayat 6, adalah mencapai kedudukan sebagai seorang nabi

 Nama Yusuf disebutkan sebanyak 27 kali di tiga surah dalam Al-Qur’an dan surah ke-12 Al-Qur’an diberi nama dengan namanya. Al-Qur’an menyebut kisah Nabi Yusuf as dengan sebaik-baik kisah (احسن القصص). Bagian-bagian penting dari kisah kehidupannya diceritakan dalam Al-Qur’an mulai dari masa kecilnya ketika dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak kepada pembesar Mesir, kisah pertemuannya dengan Zulaikha, dijebloskan ke dalam penjara dan pertemuannya kembali dengan ayah dan saudara-saudaranya serta awal dan akhir kekuasaannya di Mesir.   Allamah Thabathabai dalam Tafsir Al-Mizan menulis, Al-Qur’an menyebut Nabi Yusuf as sebagai hamba yang ikhlas dan mampu menjaga kesucian dirinya, yang bukan hanya tidak melakukan dosa namun juga menghindari yang bisa menghantarkannya melakukan dosa bahkan untuk sekedar berniat atau berkhayal mengenai hal yang harampun tidak dilakukannya.   Dengan itu Allah swt mengkatergorikan Nabi Yusuf as sebagai Muhsinin.

Ketika Nabi Yusuf as berada dalam penjara, dari para tahanan terdapat orang dekat Raja Mesir yang telah diberitahu oleh Nabi Yusuf as sebelumnya mengenai kebebasannya. Ketika hendak keluar dari penjara, Yusuf berkata kepadanya, “Kondisiku yang sebenarnya tidak bersalah sampaikanlah kepada raja.” Namun Setan telah membuat orang itu melupakan pesan Yusuf yang menyebabkan Yusuf tetap berada dalam penjara selama bertahun-tahun kemudian. Sebagian mufassir menyebut, yang dilakukan oleh Nabi Yusuf as tersebut adalah meninggalkan yang lebih utama (تَرک اَولیٰ), karena Para Nabi atau siapapun yang memiliki pemahaman tauhid yang tinggi tidak akan bertawassul pada yang bersifat materi.   Oleh karena itu Nabi Yusuf as dimasukkan dalam kelompok yang telah melalaikan Tuhan yang membuat Setan berhasil membuat Yusuf lupa dengan Tuhan dan bertawassul kepada selain Tuhan. Allamah Thabathabai membantah pandangan mufassir yang demikian dengan menyebutkan Setan tidak mungkin bisa mempengaruhi dan mengambil alih pikiran para Nabi.  

Nabi Yusuf as hidup selama 120 tahun. Ketika ajalnya telah mendekati, Allah swt menurunkan wahyu kepadanya yang memerintahkan cahaya dan hikmah yang dimilikinya diserahkan ke Babarz bin Lewi bin Ya’qub.

Menjelang kematian, Yusuf memanggil Babarz bin Lewi bersama dengan 80 orang dari keluarga Ya’qub dan berkata kepada mereka bahwa tidak lama lagi sebuah kelompok akan mengalahkan dan membuat mereka tertimpa kondisi yang sulit sampai mereka diselamatkan oleh Allah swt melalui perantaraan seorang keturunan Lewi yang bernama Musa. Setelah Nabi Yusuf as meninggal dunia, setiap kelompok menghendaki agar jenazah Yusuf dimakamkan ditempat mereka. Dikarenakan tidak ditemukan kesepakatan, jenazah Nabi Yusuf kemudian dimasukkan kedalam peti jenazah yang terbuat dari marmer dan ditenggelamkan ke dalam sungai Nil. Setelah beberapa tahun, jenazah Nabi Yusuf as muncul ke permukaan dan kemudian dimakamkan di Palestina.

ASMA SIR NABI YUSUF

Ketika saudara-saudaranya membuang Nabi Yusuf ke dalam sumur tua, ternyata Nabi Yusuf tetap hidup dalam keadaan segar bugar.

Dipisahkannya dari ayahnya dengan harapan agar Nabi Yusuf dapat dilupakan ternyata sang ayah semakin mengingatnya

Ditinggalkan di tengah hutan belukar yang sepi tidak pernah dilewati orang lain, ternyata justru rombongan kafilah yang ramai menemukannya.

Ketika Nabi Yusuf dijual oleh kafilah tersebut sebagai budak ternyata menjadi jalan baginya menjadi raja

Apa yang dilakukan Nabi Yusuf di setiap episode kehidupannya? Beliau tidak melakukan apa-apa. Hanya pasrah dengan segala kelemahan dirinya bertawakal kepada Allah Yang Maha Memiliki Segala Kekuatan

Tetapi lihatlah bagaimana tawakal mengubah mati menjadi hidup, lupa menjadi ingat, sepi menjadi ramai, bahkan budak menjadi raja. Maha Benar Allah atas firmanNya dalam surat Al-Anfaal 64,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.

Kepada Jamaah Yang Berminat Silahkan

Asma Sir Nabi Yusuf + Medya Pengisian Al.Hikmah + Kitab Asma Aji Mantra Keilmuan Hizib Qosam Sholawat

*** CATATAN: Bagi yang hendak berkonsultasi seputar spiritual maupun belajar ilmu hikmah di Mejelis Ilmu Al-Hikmah Bogor, bisa menghubungi nomor kontak ini: 0858-8054-8718 InshaAlloh amanah.(****

Komentar