Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Tokoh Budaya Jawa Barat dan Sesepuh Kabuyutan Geger Kalong Bandung)
SEBUAH epos, dan menjadi ceritra Rakyat di Nusantara, yaitu Kisah Ramayana. Kisah tersebut menggambarkan, bagaimana menyelamatkan Dewi Shinta dari keharan Rahwana (Dasa Muka), atas titah Rama , Jatayu mengorbankan dirinya untuk melawan Rahwana. Kemenangan pada sang juru selamat, Jatayu dengan berdarah-darah. Rahwana ditaklukan dan kembali ke perut bumi, dihimpit oleh dua Gunung Kembar, Sundara-Sundari.
Makna kata Dewi Shinta, adalah seorang Putri, Ibu, yang memiliki keindahan nan rupawan. Takwilnya melambangkan Ibu Pertiwi, Tanah Air, Lemah Cai, dimana tempat berpijak, beranak pinak, berkrhidupan seluruh mahluk bumi, Nusantara.
Jatayu sang juru selamat, adalah Manusia Langit, yang dapat melihat dari atas, bagaimana nasib Ibu Pertiwi yg sedang diperebutkan dan dirusak oleh Rahwana, Dasa Muka. Jatayu bertugas menyelamatkan, manusia dengan kemanusiaan yg adil dan beradab untuk Damai di Bumi Alam.
Rahwana, Dasa Muka. Rah (dibaca Roh) , Wana (dibaca,Bumi Alam). Kehancuran Ibu Pertiwi, akibat dari Rahwana, Roh jahat, dimana jelmaannya pada manusia manusia jahat. Mereka merasa adikuasa untuk mengelola dan mengendalikan Bumi Alam. Akibat perbuatan yang merusak, dengan jargon , Monopoli dan Oligarki.
Jatayu datang dari delapan arah mata angin , untuk menyelamatkan dari kehancuran Bumi Alam Nusantara (NKRI).Jatayu melaksanakan tugas, titah Sang Rama, selama hayat dikandung badan hingga tetes darah penghabisan, ia korbankan jiwaraganya demi menyelamatkan Dewi Shinta.
Jatayu, manusia langit, pasukan langit, pasukan Udara, mereka yang mampu menerobos jalan2 di langit, udara, Angkasa. Semua penghuni langit menyabut kedatangan, kehadiran pasukan langit, reel manusia langitan. Mereka memiliki bintang, dan bergelar bintang, Dirgantara.
Di bumi mereka berpijak dan berfihak. Di langit mereka menjunjung martabat kemanusiaan, agar penduduk Bumi Nusantara, mengagungkan Tuhan Hiyang Agung. Kenalilah Jatayu dari dekat agar NKRI Selanat dari Dasa muka, Doso muko.
Bajak laut, Perompak, Predator, Koruptor, berkedok Obligator, Legislator, Eksekutor, Oligartor …manusia2 kotor, yg jadi kesohor, Selebrator, mereka bangga dan jadi dalang provokator..hor mani hor.
Jatayu..jatayu…jayu selamatkan Dewi Shinta, Ibu Pertiwi. Air mata sang Dewi hampir mengering dan tangisan darah yang menetes…cag!














Komentar