JAKARTA—Tiga provinsi di wilayah Sumatera belum pulih pasca diterjang banjir bandang dan longsor selama sepekan terakhir. Tiga daerah yang terdampak yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Jumlah korban jiwa akibat bencana ini pun terus bertambah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan update terkait korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir hingga tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di pulau Sumatera. Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera tersebut bertambah menjadi 604 orang. Penambahan jumlah korban jiwa tersebut diketahui berdasarkan data di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Senin (1/12/2025), yang ter-update pada pukul 17.00 WIB. “Sumatera Utara 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa dan Aceh 156 jiwa,” tertulis data di situs Pusatin BNPB, dikutip Senin.
Data ini disampaikan saat konferensi pers Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Sabtu (29/11) sore kemarin. Selain korban meninggal dunia, ada pula korban yang sampai saat ini masih hilang.
Adapun rinciannya, sebanyak 156 orang meninggal dunia, korban hilang 181 orang dan korban luka 1.800 di Aceh. Kemudian, korban meninggal sebanyak 165 orang, korban hilang 114 orang, dan 112 orang terluka di Sumatera Barat.
Sementara jumlah korban di Sumatera Utara mencapai 283 jiwa, 169 orang hilang, dan 613 orang terluka.
Data Pusdatin BNPB juga mengungkapkan setidaknya sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan. Data ini pun terus di-update secara berkala. “Jembatan rudak 271 unit hingga 282 fasilitas pendidikan rusak,” jelas data tersebut.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Letnan Jenderal Suharyanto menyebut Sumatera Utara adalah daerah terdampak paling parah. “Dibandingkan Sumatera Barat dan Aceh yang sudah lebih pulih di hari ketiga ini, apalagi sekarang sudah tidak ada hujan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers daring, Ahad, 30 November 2025.(BERBAGAI SUMBER)****








Komentar