oleh

Mengenali Jatidiri Islam Dalam Perbuatan

Oleh : Ali Assegaf

BERBEDA dengan selainnya, Islam memiliki jatidiri – yang setiap pemerhatinya akan mendapatkan jatidiri ini pada setiap elemen didalam dirinya. Saya dapat mencatatnya dalam 3 hal yang menyangkut – (1) dhahir dan bathin (2) individu dan sosial (3) partikular dan holistikholistik.

Point utama ajaran Islam tidak membangun keseimbangan itu serial, atau tahapan – semisal pekerjaan dhahir dilakukan untuk menjadi pelengkap pekerjaan yang bersifat bathin, atau sebaliknya. Begitu juga individu yang menjadi tahapan sebagai pemenuhan sosialnya. Sama halnya menganggap pekerjaan partikular dan holistiknya.

Islam memiliki ciri khusus, dimana pekerjaan yang selintas terlihat lahiriah didalamnya terkandung makna bathin dalam satu perbuatan tersebut. Begitu juga pekerjaan bathin seseorang dalam islam hakekatnya sedang mewujudkan lahiriah perbuatan tersebut. Keunikan perbuatan islam juga terkadang nampak terlihat individu, namun hakekatnya sedang mewujudkan tatanan sosialnya dengan satu perbuatan tersebut, begitu juga sebaliknya. Atau pekerjaan individu yang selintas hanya seorang namun hakekatnya membangun hubungan integral dengan wilayah ali b abi Thalib, dengan wilayah faqih dan keimanan pada wali faqih dan ali bin Abi Thalib as – yang selintas perkara dunia, hakekatnya menjadi gerakan partikular setiap individu yang masif.

Insya Allah, detail perkara ini diuraikan secara terperinci.

Fenomena DS di PBNU yang mengultimatum DT Yahya Staquf ini menarik dicermati.  NU yang menggunakan instrumen pemecatan, mengawal AD-ART dengan kontrol pelaksanaan aturan – menimbulkan retakan, dimana faktanya melahirkan saling meniadakan.

Kemana perkara ini akan dibawa, jika Ketua DT yang tidak setuju arahnya jelas ke pengadilan, alias pihak luar yang akan menjadi penentu. Ini semua karena DT yang bermain hak teken surat 2 atau 3 orang yang berhak bicara atas nama klaim jutaan warga NU. Ujung-ujungnya fulus

Apakah Ormas lain, termasuk syiah tak memiliki perkara yang sama ? – apakah karena kita Syi’ah itu mustahil terjadi ? – apakah kemustahilan terjadinya karena memang Syi’ah selama ini sudah cukup banyak membahas topik Otoritas sehingga memang perkara itu tidak ada ?

Sepengetahuan saya, beberapa orang telah ditempatkan pada sebuah jabatan bernama Penasehat tak pernah difungsikan nasehatnya. Beberapa nama diberi peran anggota sebagai DS tak pernah merasa dapat aktif dalam fungsinya. Jika di level yang tinggi seperti itu, bagaimana dengan level2 dibawahnya ?

Pelajaran penting polemik Ormas NU, yang payung aturannya dibawah UU negara yang sama, harusnya membuka pikiran setiap Syi’ah – jenis organisasi seperti ini tidak sedikitpun memiliki bangunan konstruksi wilayah yang dikenal dalam ahl bait as mensematkan nama ahl bait as dalam organisasi jenis Ormas ini beresiko besar terhadap mensosialisasikan jati diri

Wilayah Nabi dan Ali

Sudah diuraikan, bahwa sang Nabi menjadi pemimpin merdeka di Madinah dan Ali di Kuffah dengan menetapkan syarat atas ummatnya, mencerminkan sang Nabi dan imam Ali sebagai pemimpin merdeka, yang berbeda dengan Khalifah lain yang muncul hasil Kongres dan prasyarat ummatnya.

Karbala’ munjukan prinsip kemerdekaan ini, yang karenanya – imam husein as menyebut jalan karbala’ dengan

أسير بسيرة جدي وأبي

Jalan dijalan kakekku (Rasulullah) dan ayahku (Ali)

Jiwa merdeka sahabat alhusein as ini yang kemudian membuat pujian imam husein as pada sahabatnya yaitu

ما رأيت أصحاباً خيراً من اصحابي

Aku (alhusein) tak melihat sahabat sebaik-baik sahabatku

Iman pada Wali faqih

Jika hanya berslogan islam, kita mustinya curiga – adakah islam yang dibawa imam Khomeini qds sama dengan islam merdeka seperti yang dilakukan Rasulullah, Ali dan alhusein di karbala’ ? Bahwa kisah diutusnya ribuan para nabi semua diatas prinsip kemerdekaan dan konsistensi ini. Sehingga kita dapat melihat dari dekat apa yang dibawa oleh imam dengan ukuran yang sama atau sebaliknya.

Yang terjadi adalah, ketika revolusi telah sampai menjatuhkan sah reza Pahlevi – Imam Khomeini qds memerintahkan rakyat Iran melakukan Referendum – hingga tiga kali. Referendum ini persis pada yang dilakukan Rasulullah di Madinah, penetapan syarat Ali pada Ummat di mesjid kufah, bahkan penegasan alhusein as di malam asyura’ – yang menampilkan pernyataan kesetiaan dimalam itu.

Bentuk Partikular

Kisah rasul, kisah sejarah Ali di Kuffah pertama kali, kisah malam asyura – sejarah revolusi islam Iran yang memukau dari kejauhan di negri Indonesia ini – pekerjaan apa yang kehadiran praktek agung dan payung besar wilayah ini yang dapat kita rasakan dalam ciri jatidiri islamnya

Qs ibrahim : 40

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Tuhanku jadikan diriku penegak sholat dan juga bagi keturunanku. Tuhanku terimalah permohonan

Sang Ibrahim yang juga kakek Rasulullah, Ali, alhusein dan imam Khomeini qds – saat memohon doa ini sudah menjabat sebagai Nabi, sebagai Rasul, bahkan sudah mendapatkan pengganti domba – dalam melakukan penyembelihan ismail. Saat itu Ibrahim memohon sebagai penegak sholat ada apa dengan penegakan sholat ini?

Penegak Sholat

Sepintas pekerjaan ini hanya perkara perorangan, namun ini ciri utama pengikut wilayah Ali – riwayat-riwayat ahl bait as banyak menekankan pentingnya iqamah sholat. Bahwa tidak sama orang yang menjalankan sholat dengan mereka yang bangkit menegakkan Sholat ini. Melalui Penegak sholat ini, seorang dapat menghubungkan posisi dirinya dalam wilayah besar ahl bait as, dan wilayah besar ahl bait as hanya akan dirasakan bagi mereka yang menegakan sholat ini.

Penegak sholat berarti pelatihan rutin setiap muwali, tidak terikat dengan dunia. Kehidupan ini seperti perahu kecil yang dilalui setiap hamba – penegakkan sholat berarti memastikan tidak adanya air (cinta dunia) kedalam perahu (hati) kehidupannya – yang membuat setiap muwali tidak tenggelam. lihat fatwa rahbar diantara yang membatalkan sholat adalah suara tangisan kehilangan dunia dalam sholat

Imam Sholat

Selain muwali seluruh dunia yang jumlahnya hampir satu milyar ini – dituntut melalui bathinnya untuk penegakan sholat, didorong mereka untuk sholat berjamaah. Uniknya – sholat berjamaah kaum muwali disyaratkan bersaksi imam sholat yang adil. Kesaksian yang berubah pada seseorang terhadap imamnya, saat itu membatalkan persyaratan imamnya. Bukankah ini membuat masyarakat muwali ahl bait as masyarakat yang dinamis, membuat setiap orang yang hendak diikuti menjaga diri. Semua wajib menjaga ucapan, tindakan dan mencegah diri dari perbuatan dosa besar atau kecil berkelanjutan – sebagai syarat imam sholat ini. Berarti Islam wilayah ahl bait as, adalah masyarakat yang dinamis – tak mudah ditipu dan tak mengambil jalan doktrinal atau kriteria tidak mandiri… Semua berkewajiban untuk ini, ini yang menjadi rahasia kenapa wali faqih terjaga oleh muwalinya insya Alloh sampai hari kemunculan imam zaman ajf.

Huseiniah

Banyaknya pemerhati sejarah, ibarat melihat banyak ragam buku dalam susunan buku dipustaka, umumnya melihat sama, dan terkadang dibingungkan buku (sejarah) mana yang menarik untuk dipilih. Bila buku itu adalah catatan cahaya, maka siapapun yang masuk ruang Pustaka cahaya ini akan tertegun dengan sejarah Karbala ini.

Ada dua kata ashabul husein yang akan jadi topik ini. Pertama :

ما رأيت أصحاباً خيراً من اصحابي

Aku (al-Husain) tak melihat sahabat sebaik-baik sahabat ku

Kedua :

 وَعلَى الأرواحِ الّتي حَلّتْ بِفِنائِكَ

Dan atas para ruh (arwah) yang berada dipelataranmu ( note : sahabat al-Husain)

Jika sebelumnya kedudukan penegakkan sholat, karbala’ manifestasi sholat yang membangun tatanan sosial. Semua yang menyaksikan kesetiaan pada al-Husain as dikarbala adalah para penegak sholat ini, bahkan karbala’ exis untuk penegakan sholat ini. Penegak solat ini magnet kuat orang-orang yang secara merdeka ingin berkorban untuk perbaikan ummat kakek al-Husain as. Penegak sholat yang aktif menilai siapa yang layak menjadi imam sholat ini mereka yang sadar pentingnya berjamaah. Berjamaah secara sosial adalah kemah alhusein as disekitarmu.

Peran Internal Huseiniah

Setidaknya ada dua peran peningkatan kesadaran individual dalam huseiniah ini – yang menjadi parameter individu dan sosial. Peran pertama : mendorong peningkatan makrifat pada Allah, Rasul dan Ahl bait as.

Makrifat yang selintas bersifat pemikiran atau bathin – harus diukur secara lahiriah dengan mencintai saudara mu seperti mencintai dirimu sendiri. Mencintai saudaramu wujud lahiriah yang memastikan jalan islam setiap yang merasa bermakrifat.

Lahir dan Bathin

Berhimpun dihari-hari Allah. Alquran berkata :

” قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ”

 Katakan dengan karunia Allah (wujud muhammad) dan rahmatNya (wujud Ali) maka dengannya bergembiralah, yang demikian itu sebaik-baiknya kalian dihimpun.

diantara fungsi lahiriah kegiatan mengingat peristiwa pada ahl bait as yang secara lahiriah menghimpun komunitas. Himpunan ini akan mendatangkan kekuatan, kesadaran dan persatuan – yang keseluruhannya bersifat bathin.

Sosial dan Individu

Huseiniah yang mencapaikan orang saling mencintai saudaranya itu, akan membuka dialog-dialog, akhlak buruk cenderung tersingkir, informasi sesama menjadi mengalir – komunikasi sesama menyadarkan taklif sosial inilah awal kehormatan bagi setiap anggota komunitas huseiniah dipersaudarakan dengan al-Husain as.

الحسين يجمعنا

Al Husein as menghimpun kami semua

Kesadaran sosial ini yang kemudian memunculkan seorang individu sebagai qaid atas taklif tersebut. Huseiniah ini kemudian membangun kesadaran wilayah ini.

Individu dan Sosial

Dalam catatan yang saya ketahui, huseiniah itu didirikan salah satu dari dua kelompok, yaitu mereka yang secara individu hidup dengan alhusein as pribadi ini qaid huseiniah tsb, yang akan mengambil peran huseiniah keluar majlisnya, yaitu merobohkan benteng sekat pemisah yang tidak tampak dimasyarakat, agar mereka mengenal misi alhusein dan menerimanya. Tidak menjadikan Kristen untuk masuk islam, bukan juga mengajak Sunni jadi Syi’ah – tetapi membawa lingkungan huseiniah menerima jalan kemerdekaan alhusein as, sehingga Sunni disekitarnya menjadi Sunni huseini, Kristennya menjadi Kristen huseini dengan mewujudkan setiap Syi’ah sebagai sahabat alhusein as yang menjadi bagian doa

وَعلَى الأرواحِ الّتي حَلّتْ بِفِنائِكَ

Fatwa Persatuan

Upaya mencaci maki tokoh yang dimuliakan dalam madzhab ahl sunnah adalah haram. Bahkan imam khamenei menyebut : ahl sunnah itu saudara Syi’ah. Ay sistani – menyebut ahl sunnah adalah jiwa (ruh) bagi Syi’ah. Selintas ucapan ini sederhana, namun jika kita telisik pesan ini sangat ampuh merontokkan benteng yang dibangun oleh musuh islam, agar muslimin tidak dapat mencapai persatuannya.

Sunni dan Syi’ah yang saling curiga, akan terbelah sekalipun mereka bertemu dalam mesjid yang sama. Kelak kecurigaan ini berubah menjadi fitnah dan bahkan mengubah pandangan saudaranya sebagai musuhnya, yang akhirnya memberi jalan musuh ahl sunnah dan musuh Syi’ah – dapat merobek islam dengan tangan dua madzhab yang saling curiga ini.

Bahkan alquran sendiri melarang cacian itu kepada sesembahan selain Allah SWT

 وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

Dan janganlah mencaci sesembahan selain Allah yang menyebabkan mereka mencaci Allah sebagai permusuhan tanpa pengetahuan. (Qs al-an’am 108)

Rasul yang turun buat orang kafir saat itu, merobohkan benteng kebencian cacian ini, agar mereka yang hendak mendekati islam tidak memiliki benteng curiga dan halangan.

Bagaimana dengan perbedaan madzhab yang muncul setelah Rasul, harusnya memahamkan kita – benteng kecurigaan itu ada yang dibangun, setiap muwali harusnya paham – demikian cara rahbar merobohkan benteng sunni-syiah ini dengan pesan fatwanya.

Inilah peran utama huseiniah, menjaga persatuan Ummat dengan turut serta merobohkan semua benteng penghalang komunikasi sesama. Bagaimana kemudian huseiniah yang dalam bingkai Ormas – siapa yang dapat menjamin dalam huseiniah itu, Ormas saudaranya tidak terhalangi. Bagaimana dengan pandangan orang diluar, yang melihat ini kelompok yang itu dan berbeda dengan yang ini.

Huseiniah Merontokkan Benteng

Sebagaimana misi utama karbala’ adalah kemerdekaannya, huseiniah tidak bisa diklaim milik sekelompok orang atas nama lembaga. Tetapi huseiniah adalah imam sosial komunitas kita, yang paling berkorban dari Penegak sholat yang harus diberikan peran secara dinamis. Anda keberadaannya masih muda, huseiniah milik imam husein as yang Abdullah ar-rodhi’ juga berperan didalamnya.

Tujuan Persatuan

Goncangan istana fir’aun atas mimpinya kelahiran anak Israel – Musa as, yang memastikan kepastian kehancurannya. Bani Israel disatukan dengan berita itu, sehingga muncul energy besar dari dalam masyarakat bahwa fir’aun akan dikalahkan.

Apa makna pesan persatuan Rahbar atas sunni-syiah ini ? – ini pesan didalam diri setiap Sunni dan setiap Syi’ah yang sadar – benteng musuh itu roboh. Fir’aun zaman ini tak akan dapat mengadu dan memisahkan masyarakat huseini. Energy positif ini memastikan jalan kepada imam almahdi ajf.

Memiliki Sikap

Jika sebelumnya sudah disampaikan tentang larangan cacian, musuh islam ikut serta memutar balikan makna Laknat dan Bara’ah – seakan pekerjaan melaknat itu bagi orang yang tak cukup bashirah layak digunakan disetiap tempat. Diksi laknat yang sudah berubah dari definisi sebenarnya, semakin menjadi jalan pemisah dan bahkan perdebatan.

Laknat yang berarti terputus dari rahmat (kasih) Allah, memunculkan praktek mengerikan semua orang berakal. Sehingga laknat dalam alquran bagian dari bentuk agar melingkari kejahatan yang dikutuk, agar eskalasi kejahatannya tidak meluas. Itu sebabnya, diantara tugas huseiniah ini membantu diksi-diksi agama yang sudah terdistorsi dimasyarakat. Tujuan utamanya – agar masyarakat dapat berkomunikasi dan mencegah kejahatan orang yang terputus rahmat meluas dimasyarakat.

Saat yang sama, alquran begitu indah mengajarkan Bara’ah – yang menurut kamus ma’ani memiliki kata dasar membersihkan. Alias mereka yang Bara’ah lebih cenderung mendorong orang yang dikutuk (terputus dari rahmat Nya) tidak mempengaruhi dirinya. Mungkin ini istilah tepat dari upaya kekotoran praktek dzalim seorang atau manipulasinya.

Bashirah membantu setiap kita menggunakan pilihan tepat, tanpa berkontribusi terhadap kejahatan org dzalim atau menebalkan benteng kecurigaan sesama saudaranya.

Tentu problem terbesar manusia adalah rasa takutnya, yang kemudian memilih tidak ambil bagian terhadap perkara ini alias diam. Sebab itu, huseiniah adalah madrasah kita melatih ketajaman makrifat ini hingga menjadikan kita nyata bersama keberanian sahabat Alhusein As(*****

Komentar