TASIKMALAYA – Pengembangan produk pangan tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga memerlukan legalitas dan inovasi agar mampu bersaing di pasar. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Universitas Bakti Tunas Husada (UBTH) Tasikmalaya melalui Program Kreativitas Mahasiswa Skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Tahun Pendanaan 2026 melakukan pendampingan kepada PKK Kelurahan Indihiang dalam proses penguatan legalitas produk SOTAHU melalui persiapan sertifikasi halal dan Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Program ini merupakan bagian dari kegiatan “Inisiasi Pembentukan Rumah Produksi SOTAHU (Sosis Limbah Tahu) Sebagai Upaya Pemberdayaan PKK Indihiang dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Ekonomi Kreatif” yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun Pendanaan 2026.
Program diketuai oleh Syahla Nur’aqiilah bersama anggota Talitha Shanda Nabila, Irfa Nizmah Sallamah, Salma Fariha Maulida, dan Muhammad Zainal Muttaqin, di bawah bimbingan Ibu Maerani, S.Si., M.Si., dosen Program Studi S1 Teknologi Pangan Universitas Bakti Tunas Husada.
Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya membangun rumah produksi SOTAHU yang tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memenuhi aspek keamanan pangan dan persyaratan legalitas sehingga siap dipasarkan secara lebih luas. Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya penerapan sanitasi, higiene, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), serta pengelolaan usaha pangan yang berkelanjutan.
Selain penguatan legalitas, tim PKM-PM juga mengembangkan diversifikasi produk melalui inovasi Keripik SOTAHU, yaitu camilan yang dibuat dari irisan tipis SOTAHU yang dilapisi tepung beras kemudian digoreng hingga renyah. Produk ini dikembangkan dalam tiga varian rasa, yakni Original, Daun Jeruk, dan Pedas Daun Jeruk, sehingga memberikan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen sekaligus meningkatkan daya tarik pasar.
Diversifikasi produk tersebut menjadi strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah limbah ampas tahu sekaligus memperluas peluang usaha bagi anggota PKK. Melalui berbagai pelatihan, masyarakat didorong untuk tidak hanya memiliki satu produk unggulan, tetapi juga mampu menciptakan berbagai inovasi olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dengan dukungan legalitas usaha, inovasi produk, dan pembentukan rumah produksi, program ini diharapkan mampu melahirkan unit usaha pangan lokal yang berdaya saing. Lebih dari sekadar mengurangi limbah, SOTAHU dan produk diversifikasinya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif masyarakat Kelurahan Indihiang, membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.(DEDE SOMANTRI)****














Komentar