JAKARTA – Bupati Tasikmalaya @cecepnurulyakin77 tancap gas menemui Menteri Kesehatan RI @bgsadikin Rabu (13/5). Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi formalitas, tapi membawa misi besar: memastikan warga Kabupaten Tasikmalaya bisa berobat dengan fasilitas yang jauh lebih proper.
Ada empat poin “curhatan” berbobot yang dibawa ke Jakarta, mari kita simak!
1. PUSKESMAS GLOW UP!
Tak boleh lagi ada Puskesmas yang kesannya suram atau fasilitasnya ala kadarnya. Bupati mendesak adanya perbaikan total pada gedung dan sarana prasarana Puskesmas. Targetnya jelas: untuk kenyamanan pasien dan tenaga medis, agar berobat tak terasa “beban”.
2. LAYANAN PONED JADI PRIORITAS
Ada kabar baik untuk para Ibu dan calon bayi. Layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Puskesmas akan di-upgrade. Standarisasinya ditingkatkan supaya penanganan darurat saat persalinan bisa lebih cepat dan aman tanpa harus selalu jauh-jauh ke pusat kota.
3. RS TNT GASPOL!
Bupati meminta pembangunan fisik RS TNT dipercepat. Bukan hanya soal megahnya bangunan, tapi soal seberapa cepat fasilitas ini bisa mulai melayani ribuan warga yang butuh perawatan spesialis.
4. BEASISWA SPESIALIS UNTUK DOKTER LOKAL
Ini yang paling keren untuk anak muda di dunia medis! Bupati mendorong PNS dokter umum untuk lanjut kuliah spesialis beasiswa LPDP via @kemenkes_ri. Syaratnya? Setelah lulus, mereka siap mengabdi di wilayah pelosok. Jadi, kualitas dokter di desa tak akan kalah dengan di kota.
Langkah ini menunjukkan @pemkabtasik tak main-main soal urusan nyawa dan kesehatan warga. Ada energi akselerasi yang terasa; sebuah pesan bahwa pelayanan publik harus “berlari” mengejar ketertinggalan.
”Kesehatan itu hak dasar. Kita tak mau ada warga di pelosok yang merasa dianaktirikan hanya karena jarak. Dengan dukungan pusat, kita bangun sistem yang lebih adil dan berkualitas,” begitu kiranya pesan optimisme yang terpancar dari pertemuan ini.(ADE BACHTIAR ALIF/ DISHUBKOMINFO)***














Komentar