Oleh : Ali Assegaf
OTORITAS bersyarat ini menjelaskan makna takwini dan tasyri’i – yang dicapai ahl bait as. yang maksum. Pada tulisan saya tentang ahl bait mulzam – tidak semua ahl bait atau maksum memiliki Otoritas ini. Salman alfarisi semisal – mencapai maqam ahl bait, sehingga rasul yang bersabda : Salman dari kami ahli bait as – namun Rasul tak pernah menyuruh publik untuk mentaati Salman, Yang demikian karena Otoritas mutlak itu milik Allah dan dipastikan pada kemaksuman ahl bait as yang telah ditetapkan sebagai ulil amr (pengatur perkara).
Pada Seri sebelumnya juga bagaimana komunitas muwali ahl bait as digerakkan berjenjang untuk membangun solat berjemaah (organisasi), hingga wujud tegaknya amar makruf nahi anil mungkar dengan huseiniah.
Sedangkan pasca ghoib imam Mahdi ajf – muqollid merujuk pada marja’ nya – dimana sang muqollid dilatih untuk konsisten dengan ucapan dan langkahnya secara umum. Sedang muhtad – pribadi yang telah sampai pada fase dapat membuat kesimpulan hukum dan menerapkan bagi dirinya sendiri. Pada fase ini syarat adil muncul kembali, jenjang seorang menjadi marja’ – kriteria keadilannya menjadi sangat ketat, yang tidak sebatas keadilan yang diafirmasi makmum untuk jadi imam sholat.
disinilah komunitas ahl bait nusantara harusnya memahami dengan cerdas, sebagaimana huseiniah itu hadirnya antara seseorang yang paling siap berkorban atau sekumpulan mereka yang mengikat organisasi seperti forum.- dihubungkan dengan marja’ persyaratan kefaqihan menjadi standardnya. lembaga penghubung antara keduanya adalah formatur ini. Lembaga formatur itu adalah rujukan semua, yang keadilannya dibawah standart keadilan marja’ dan diatas sekedar sebagai imam sholat atau keadilan sosial huseiniah ini.
Saat alm ay Ali taskhiri datang di ICC saya hendak menyampaikan pesan pemikiran ini, namun penterjemah, moderator yang sejak awal melihat gelagat pemikiran saya berbeda dengan Ormas – mencegahnya dg melewatkan, sehingga kesempatan itu hilang hingga saya tuliskan pesan ini sekarang. Tanpa menyebutkan nama yang penghalang itu, kesedihan saya mendapati almarhum tak memperoleh informasi seharusnya. Semoga Alloh merahmati beliau, dan semoga tulisan inipun dapat sampai ke yang paling tepat mewujudkan formatur itu. Organisasi yang diklaim saat itu tidak layak, tidak pas, menjadi Ormas – formatur itu lebih pas sesuai lembaga yang memang dipimpin alm sheik Ali taskhiri – Yaitu majma’ Ahli bait as.
Topik ini diberi judul Otoritas bersyarat sebagaimana ketika sang makmum itu telah mendapati imamnya kehilangan persyaratan keadilannya, maka saat itu tidak lagi dapat memenuhi persyaratan berjamaah dibelakangnya.
DARI SISI PERAN
Peran formatur yang bisa bernama apa saja, kementerian Hukum dan ham memungkinkan hal ini, bahkan syarat minimal hanya 3 orang. Forum yang bisa bernama majma’ ahl bait as – selain lahir dari mekanisme afirmasi ummat, juga bisa yang dipercaya oleh para marja besar ahl bait as. Forum yang berkewajiban menjaga dirinya ini – yang paling mungkin menjadi media komunikasi ke pemerintah dan fihak luar.
Segala keperluan giat yang dibutuhkan, majma’ ahl bait Indonesia ini bisa membentuk berdasarkan penugasan khusus, memberi batas waktu penugasan dan bertanggung jawab kepada lembaga. Lembaga yang tak memerlukan struktur downline tiap-tiap provinsi, atau daerah se-indonesia – tetap dapat menjalankan kewenangan dan tugasnya hingga seluruh wilayah Indonesia. sebelum menjadi muwali ahl bait seperti saat ini, mempercayai kekhalifahan pasca nabi dengan system voting atau aklamasi ada solusi, namun system ini tidak layak bahkan menyalahi keimanan muwali ahl bait as.
Semangat itu kini begitu kuat, seperti ketika saya terdorong memunculkan alm syed hasan nasrullah di TVRI dengan situasi yang bukan hanya berat memunculkannya, tetapi juga tidak dipercayai. Ada yang membuat ingatan permohonan saya ke alm syed hasan nasrullah menjelang perpisahan setelah selesai mewawancarai – memohon persatuan dalam komunitas ahl bait di negri nusantara ini. Setelah keduanya sudah syahid, saya berharap ini juga jadi energy yang membakar semangat orang yang tak sekuat 20 tahun silam, ketika Kedua pinggul kakinya bukan asli lagi karena operasi, dan keterbatasan pada diri ini, dengan kekurangan yang mungkin membuat banyak orang salah paham, namun tulisan ini insya Alloh jalan kembali yang semoga Allah memberi kesempatan bagi saya untuk menziarahi maqam sheik Ali taskhiri dan alm syed hasan nasrullah – kepada keduanya saya ingin mengadukan.(****










Komentar