oleh

Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya dan Warga Rawat Masjid Arrohmat dari Kaca hingga Puing

KAB TASIKMALAYA — Sapu, kain lap, dan kepedulian menjadi bagian dari kebersamaan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya bersama warga di Masjid Arrohmat, Kampung Cilintung, Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan secara gotong royong untuk menciptakan lingkungan masjid yang lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan masyarakat.

Sejumlah warga dan personel Satgas berbagi tugas. Ada yang menyapu dan mengepel lantai, mengelap kaca jendela, memindahkan barang serta material bangunan bekas yang sudah tidak terpakai, hingga membersihkan sisa-sisa puing yang masih berada di sekitar lingkungan masjid.

Tak hanya itu, bagian yang terdapat pecahan kaca dan serpihan material bangunan juga dibersihkan dengan hati-hati untuk menghindari potensi bahaya, terutama bagi jamaah yang beraktivitas di sekitar masjid.

Kegiatan sederhana tersebut memperlihatkan bahwa gotong royong tidak selalu berbicara tentang pekerjaan besar. Terkadang, kepedulian justru terlihat dari hal-hal kecil: mengambil sapu, mengangkat puing, mengelap kaca, hingga memastikan tidak ada benda berbahaya yang tertinggal di lingkungan rumah ibadah.

Bagi Satgas TMMD, kebersamaan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sementara bagi warga, kehadiran Satgas menjadi penyemangat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan rumah ibadah agar tetap terawat.

Masjid yang bersih dan aman bukan hanya memberikan kenyamanan secara fisik, tetapi juga mendukung terciptanya suasana yang lebih khusyuk bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah.

Dari Kampung Cilintung, pesan sederhana kembali muncul: membangun desa bukan hanya soal mendirikan sesuatu yang baru, tetapi juga merawat apa yang sudah menjadi milik bersama.

Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya bersama warga bergotong royong membersihkan Masjid Arrohmat, mulai dari lantai, kaca, barang bangunan bekas, hingga pecahan kaca dan puing yang berpotensi membahayakan jamaah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat..(REDIM)***

Komentar