oleh

SUARA KEADILAN (Ada Apa di Bulan Mei 1998)

OlehL Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung dan Tokoh Masyarakat Jawa Barat)

Hari ini kita semua warga Republik
Sejak tahun sembilas empatpuluh lima
Semua Rakyat menyuarakan MERDEKA.
Semua penjajah hengkang dari NKRI

Hari ini kita berikrar sebagai warga bangsa
Kita berikrar untuk berkeTuhanan yang Mahaesa
Kita berikrar untuk menjunjung Marbat Kemamanusiaan yang Adil dan Beradab.
Kita berikrar untuk menjaga Persatuan Indonesia
Kita berikrar untuk melaksanakan Kerakyatan yg dipimpin oleh hilmah kebijsksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Kita berikrar untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Hari ini bukan tahun sembilanbelas enampuluh lima
Fitnah politik, adu domba, Rakyat jadi Korban.
Tokoh-tokoh masyarakat yg berbeda haluan dipenjara tanpa proses hukum
Kiyai jadi korban finah
Pupuhu Adat disingkirkan
Politik kedaerahan, kesukuan, rasis, SARA

Gedung Indonesia Menggugat jadi saksi bisu yang ada hanya kenangan
Soekarno muda usia tigapuluhan masih bersuara lantang pantang menyerah pada penjajah. 
Gerakan TRITURA ..berhasil menurunkan Soekarno…NASAKOM..
Soeharto berhasil melakukan Cup detat
Katanya tak berdarah…
Rakyat ditiap tempat yang tak berdosa karena fitnah bersimbah darah..
Soeharto pakai Angkatan Bersenjata Republik Indonesia -ABRI- untuk mengendalikan Pemerintahan
Soeharto mendirikan GOLKAR yg didukung ABRI
Soeharto mewadahi kelompok Nasionalis dengan nama Partai Demokrasi Indonesia – PDI- (PNI, MURBA, PARTINDO…pusi).
Soeharto mewadahi kelompok Muslim dengan nama Partai Persatuan Pembangunan -PPP-.
Lima kali Pemilu hasilnya tetap Presidennya Tetap Soeharto…hanya Wapres yg betganti.
Adam Malik; Soedarmono; Umar Wirahadi Kusuma; Trisutrisno; Bj Habibie…
Garis-garis Besar Haluan Negara -GBHN-dibuatkan dan dilaksanakan pada lima kali Repelita…
Gajih Beak Hutang Numpuk ( GBHN) Tandingan
Tigapuluh dua tahun Rakyat dibungkam; Bisu; Gagu; yang melahirkan generasi Gagap.
Soeharto lengser, mundur keperabon, oleh Gerakan Mahsiswa dan Rakyat Indonesia menduduki Gedung DPR/MPR sampai SOEHARTO diLengserkan pada tanggal 20 Mei 1998…

BJ HABIBIE jadi Presiden Transisi , walaupun statusnya Presiden RI 3. Habibe berkuasa hanya untuk mempersiapkan Presiden RI 4.

GUSDUR- Abdurahman Wahid-, jadi Presiden RI 4. Gusdur robah paradigma, Istana Presiden jadi Istana Rakyat. Rakyat dari berbagai kelompok, golongan, dan LSM, diterima dengan tangan terbuka dan beliau beri arahan dan menerima masukan dari kelompok yang termarjinalkan, terpinggirkan secara keyakinan dan ekonomi. Gusdur tak lama berkuasa dan selama berkuasa beliau sebut DPR RI adalah Taman Kanak-Kanak. Ketika Gus baru bangun tidur dan masih berpakaian tidur, Gusdur diseret kemuka publik dan diliput oleh wartawan dalam dan luar negeri, Gusdut diminta mundur jadi Presiden RI 4. Gusdur menerima desakan tersebut , karena Gusdur tak mau bangsa ini terpecah dan menumpahkan darah.
Gusdur mengatakan:” Maju saja belum kok disuruh Mundur”…

Megawati Soekarno Putri , naik jadi Presiden RI 5, tidak dalam posisi aman secara politik. Ada karya yg dihasilkan yakni berdiri lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi -KPK-. . Taufuqurahman dan Ery Riyana mimpin KPK , namun KPK digoyang  karena dianggap lembaga Super Body.
KPK lembaga yang paling disegani saat itu.

SBY naik jadi Presiden RI 6,  SBY berjanji melaksanakan Supremasi Hukum, fakta tak berjalan mulus. Karena Kesadaran Hukum dan Budaya Hukum , menjadi syarat Supremasi Hukum. 10 th berkuasa para Koruptor masih lenggang kangkung.  Program Bantuan Operasional Sekolah -BOS- berjalan hingga hari ini. Lawan politik internal Partai Demokrat disingkirkan. Ada beberapa petinggi PD yang terlibat Korupsi, Nazarudin, Anas Urbaningrum, Andi Mslarangeng, dan Englelina Sondach  termasuk Setiya Novanto Ketum Golkar, masuk ditahan di Lapas Sukamiskin Bandung. Jagad Politik jadi oleng, PD menurun kursi di DPR RI.

Jokowi muncul jadi Presiden RI 7 , setelah melewati jenjang karir politik 2 periode walikota Solo dan satu Periode Gubernur DKI Jakarta  , 2014-2024, bangun Infrastruktur, dari mulai Tol Darat , Tol Laut, hingga Gedung Pememerintahan di IKN, Penajam, Martapura Dalam, Kalimantan Timur. RUU digulirkan oleh Jokowi, DPR RI masih belum memutuskan. Kartu Pendidikan dan Kesehatan berjalan baik. Diujung kekuasaan baru ribut soal Ijazah. Ada apa? Lawan politik rupanya tidak diam.
Ribut lah Politik Dinasti , Dinasty Politic. Pasca Gibran jadi Wapres RI 8, Presiden Prabowo Subianto , Sementara Presiden sebelumnya tidak dapat tamparan Dinasti Politik.
Prabowo Subianto, Jadi Presiden RI 8, Janji pidatonya akan mengejar dan memberantas koruptor, hingga ke Alaska sekalipun. Kejagung, ST Burhanuddin, beraksi menjadi Super Body untuk melakukan penangkapan para Koruptor dan mavioso. Usulan RUU hukuman mati belum dikabulkan oleh DPR RI. Kebijakan strategis MBG masih dalam tahap uji coba, walaupun ada kendala dilapangan. Purbaya selaku Menkeu bergerak cepat, hingga banyak konglomerat, oligarki, tiarap….Rakyat masih menunggu kapan para Koruptor dan Mavioso dihukum mati…

Komentar