Lubuklinggau, LINTAS PENA—Menindaklanjutinya pemberitaan media ini yang dilansir sebelumnya mengenai bangunan RKB (Rumah Kelas Baru) di SMA Negeri 2 Lubuklinggau, Yang dibangun “Bermasalah” diduga tidak sesuai Spek, RKB SMAN 2 Lubuklinggau, Hitungan bulan sudah rusak,
Akhirnya dalam waktu dekat ini, pihak Dinas Pendidikan Sumatera Selatan akan cek lapangan, Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel) melalui Plt Kepala bidang ( Kabid) SMA, Basuni,S.Pd, MM Kamis (24/09/2026) via WhatsApp.
Sebelumnya juga pihak tim media beberapa kali menghubungi dan konfirmasi tertulis via WhatsApp tidak ada respon, dari yang bersangkutan guna meminta hak jawab disdik, Kemudian meminta izin, mengunakan photo(net-ref) dan terkesan pihak disdik ” bungkam” membiarkan permasalahan ini, Akhirnya Kabid SMA ini, buka suara terdengar dalam percakapan tersebut,
terkesan dengan nada mencak mencak ( marah-red)
Dia mengatakan tidak perlu hak jawab dan wartawan konfirmasi dengan pihak disdik, kalau proyek itu salah, silahkan lapor Inspektorat,”Yo sudah kalo salah, lapor yo lapor bae ke Inspektorat, dan tidak perlu hak jawab, Tapi mengenai informasi yang kalian sampaikan tindakan kami akan segera menurunkan Tim untuk cek kebenaran dilapangan tentu kita tetap mengutamakan Azas Praduga tidak bersalah” Tegas Basuni
Diketahui sebelumnya pihak tim media sudah melansirkan pemberitaan, Dimana tahun anggaran 2025 Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas pendidikan mengalokasikan anggaran sebesar kurang lebih Rp.569.200.000(Lima Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Lubuklinggau
Saat wartawan melakukan pantauan dilapangan Selasa (15/9) kondisi Ruang Kelas Baru yang baru hitungan bulan selesai dibangun terlihat sudah mulai menampakkan kerusakan hal ini di diduga akibat ada Spesifikasi Teknis saat pekerjaan dilaksanakan diabaikan oleh pihak rekanan(Pemborong)
Kerusakan yang mulai terlihat meliputi retak memanjang pada dinding bangunan,retak pada tiang teras bangunan,retak pada lantai teras (kaki lima bangunan) termasuk terlihat pula daun pintu sudah mulai berserabut diduga material kayu/papan yang digunakan merupakan jenis berkelas rendah ditambah lagi terlihat jenis besi rangka baja pada kusen jendela terlihat tipis terlihat pula teras Kaki lima disamping kiri/kanan bangunan hanya dilantai semen tidak di Keramik hanya teras depan yang dikeramik
Dijelaskan Mardini salah seorang guru SMAN 2 saat ikut melihat bangunan RKB pekerjaan RKB selesai pada bulan Desember tahun 2025 sedangkan untuk pihak rekanan (pemborong) sepengetahuan Dirinya merupakan orang dari Kota Lubuklinggau
“Dulunya memang tanah kosong kemudian dibangun 2 ruang kelas baru ini Pak,sedangkan selesainya seingat saya Desember 2025 jadi kalo dihitung bulan September tahun 2026 ini baru hitungan bulanla selesai kalau yang bekerja kemaren setahu saya orang Linggau inilah”
Tambah Mardini selain pembangunan kelas baru pihak pemborong juga memberikan mobiler (meja dan kursi belajar Siswa/Siswi) namun yang menjadi pertanyaan dari 2 kelas baru yang dibangun pengadaan mobilernya berbeda
” Setau saya selain bangunan ada juga bantuan mobiler nya pak tapi yang jadi pertanyaan kami kenapa beda antara 2 kelas ini yang satu kelas diberikan mobiler model terbaru (modern) sedangkan kelas 1 nya diberikan mobiler model lama (standar)”
“Mengenai tekhnis pekerjaan seperti kedalaman pondasi,ketebalan plavon PVC yang digunakan,jenis kelas kayu papan yang digunakan,ketebalan rangka baja kusen jendela,ketebalan lantai,jenis keramik yang harus digunakan, komposisi adukan semennya saya tidak paham pak kami pihak sekolah hanya terima jadi dari pemborong” ungkap Mardini (TIM)












Komentar