By : Yuda Wibiksana
KETIKA tuyul menyentuh toples,boleh jadi ia diproyeksikan dalam mode padat, sementara saat ia terkejut oleh keberadaan manusia (kemenungsan) kemudian lari tampak menembus tembok, itu berarti sistem simulasi mengalami microglitch (kesalahan kecil pada dimensi halus) yang membuatnya kembali dalam mode transparan, analog dengan karakter dalam video game yang tiba-tiba lenyap & muncul akibat rendering error (kesalahan sistem dimensi)
Fenomena penampakan sesosok makhluk transparan yg terlihat membuka toples uang namun kemudian melarikan diri menembus tembok pada video itu mengandung paradoks fiskal yang cukup menarik, pertanyaan dasarnya bagaimana mungkin entitas yang tidak padat dapat menyentuh objek padat, namun pada kesempatan lain dapat menembus dinding yang padat !!!
Dalam fisika klasik, hal ini memang mustahil,namun jika dipandang berdasarkan teori simulasi digital kosmik dalam fisika kuantum, misteri itu justru membuka pintu ke arah kemungkinan bahwa realitas kita bukanlah materi padat, melainkan struktur informasi yang terprogram dalam digital kosmik.
Kemampuan tuyul menyentuh benda fisik juga berkaitan dengan interaksi medan gaya yang disimulasikan secara lokal, semacam manipulasi geometri ruang melalui medan informasi, jadi toples yg ia buka itu tidak dilihat sebagai obyek fisik secara literal, namun energi virtual obyek dalam sistem simulasi. Entitas lelembut memang mampu mengeksploitir celah dalam kode realitas untuk berinteraksi dengan obyek padat, analog dengan eksploitasi pada engine game (permainan perangkat halus) yang memungkinkan karakter melanggar batas batas dasar program dimensi, maka tak aneh tuyul sering bertingkah seperti layaknya anak kecil yang suka bermain…
Badan tuyul yang transparan merupakan sebuah efek superposisi eksistensial, dimana entitas tersebut tidak sepenuhnya termaterialisasi ke dalam realitas fisik kita, yang menurut konsep braneworld (konsep dunia) dari teori string bahwa entitas seperti itu dapat mengalami crossover (gabungan dua dimensi) sebentar dari dimensi lain yg tampak sebagai bentuk semi material . Transparansi tubuhnya itu bukan ketidakhadiran, melainkan ketidaksempurnaan pemetaan informasi dari dimensi asal ke ruang dimensi kita & reaksi tuyul saat kepergok mengindikasikan adanya kesadaran reflektif, bukan sekedar sebagai passive script (hubungan antar dimensi halus)
Entitas tersebut mungkin merupakan agen figuran dalam sistem simulasi dengan level otonomi tertentu sebagai intervensi luar dari dimensi lain yg terhubung ke medan neuronal manusia & medan kuantum dalam realitas kita. Reaksi gugup itu dapat mentrigger kesalahan dalam pemetaan eksistensial sehingga tubuhnya kehilangan konsistensi wujud padat lalu tampak menghilang menembus dinding. Mekanisme ini juga berlaku pada penampakan penampakan hantu atau golongan jin yg lain saat tampak menembus dinding
Makhluk² dari dimensi lain yg muncul secara transparan baik itu dari golongan bangsa jin atau malaikat, merupakan manifestasi dari entitas non-lokal sehingga ia dapat “melompat” diantara keadaan eksistensial yg gayut dari kondisi medan kuantum & medan neuronal pengamat, atau dengan kata lain bahwa jasad fisik tuyul itu bukan “materi biasa” namun semacam interferensi informasi dalam ruang fase seperti partikel virtual yg kadang tampak, kadang lenyap
Dalam budaya jawa Tuyul dipercaya memiliki kemampuan supernatural. Tuyul sering digambarkan sebagai makhluk kecil, lucu, dan nakal dan sering mencuri dan Tuyul adalah makhluk mitologi dalam budaya Jawa yang dipercaya memiliki kemampuan supernatural. Dalam cerita rakyat, tuyul sering dikaitkan dengan kegiatan sihir atau keajaiban. Tuyul juga bisa menjadi simbol kekuatan gaib….[]
TEAM PARANORMAL EDUCATION & ANALISIS MISTIS NUSANTARA














Komentar