Sebuah undangan dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengubah rencana keberangkatan tim SMAN 1 Pontianak ke Jakarta. Pada awalnya hanya satu siswa yang dipanggil yakni Josepha Alexandra, tapi berkat koordinasi cepat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, seluruh tim akhirnya mendapat kesempatan yang sama.
Joshepa Alexandra, salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak, awalnya menerima undangan pribadi untuk bertemu Wakil Presiden di Jakarta. Undangan itu berkaitan dengan prestasi yang ditorehkan tim sekolah dalam ajang lomba tingkat nasional.
Mengetahui hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, langsung menghubungi tim sekretariat Wapres. Menurutnya, tidak etis jika hanya satu siswa yang berangkat sementara sembilan rekannya yang berjuang bersama tidak ikut.
“Ini kerja tim. Kalau berangkat hanya satu orang, rasanya kurang pas. Prestasi ini milik seluruh tim,” ujar Syarif Faisal saat dikonfirmasi.
Setelah komunikasi dan pembahasan lebih lanjut, pihak Wakil Presiden menyetujui permintaan tersebut. Undangan resmi kemudian dikirimkan untuk 10 peserta lomba dari SMAN 1 Pontianak.
Keberangkatan rombongan pun disiapkan secara lengkap. Selain para siswa, turut mendampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, serta guru pendamping yang selama ini membimbing tim.
Langkah ini mendapat apresiasi dari guru dan orang tua siswa. Mereka menilai keputusan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap kerja kolektif.
Perjalanan ke Jakarta ini bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan dengan Wapres Gibran Rakabuming diharapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi sekaligus menjadi ruang dialog antara generasi muda Kalbar dengan pemangku kebijakan nasional.
Bagi SMAN 1 Pontianak, peristiwa ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah pusat bisa membuka peluang lebih luas bagi siswa daerah.
“Ini contoh nyata bahwa suara dari daerah didengar. Semoga jadi semangat tambahan buat siswa lain di Kalbar untuk berani tampil di tingkat nasional,” kata salah satu guru pendamping.
Rombongan dijadwalkan bertolak ke Jakarta dalam waktu dekat. Pihak sekolah belum merinci agenda lengkap pertemuan, namun menyebut bahwa diskusi seputar pendidikan dan pengembangan potensi siswa daerah akan menjadi fokus utama.
Momen ini juga diharapkan bisa memperkuat jaringan SMAN 1 Pontianak dengan lembaga pusat, sehingga ke depan lebih banyak siswa Kalbar mendapat akses dan kesempatan serupa.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bertemu 10 siswa-siswi SMAN 1 Pontianak yang merupakan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Istana Wappres. Dalam kesempatan tersebut, RI 2 memberikan semangat kepada mereka.
Dalam pertemuan itu, siswa-siswi SMAN 1 Pontianak tersebut diundang langsung oleh Wapres ke Jakarta untuk berdialog terutama setelah adanya polemik babak final LCC Empat Pilar MPR RI terkait keputusan dewan juri terhadap jawaban peserta lomba cerdas cermat. Siswa-siswi tersebut didampingi oleh tiga guru dari SMAN 1 Pontianak.
“Di dalam tadi, kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar,” kata siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra Roxa Potifera (Ocha) dikutip dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Gibran, kata Ocha, juga memberi semangat kepada para siswa untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum (public speaking). Serta, meningkatkan kemampuan berdebat dan mempertahankan argumentasi.”Kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum,” ungkap Ocha.
Dalam kesempatan itu, Oca mengaku senang diundang langsung untuk bertemu Wapres. Dia mengaku tidak pernah membayangkan akan bertemu tatap muka dengan Wapres di Istana Wapres.”Kami dan tim sangat kaget karena informasinya tiba-tiba,” ujar Ocha.
Selepas bertemu Wapres Gibran, dia pun menyatakan kasus yang terjadi saat babak final LCC Empat Pilar MPR RI itu akan menjadi pembelajaran bagi dirinya dan teman-temannya untuk berkembang. “Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang,” sebut Ocha.
Ocha merupakan siswi SMAN 1 Pontianak yang menerima poin minus 5 dari Dewan Juri babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalbar. Keputusan juri tersebut disorot karena jawaban Ocha benar.
Ocha pun dalam acara itu langsung melayangkan protes kepada dewan juri. Namun, protesnya tidak diterima dan dewan juri memilih memberikan poin kepada tim lain, yang akhirnya tim tersebut keluar sebagai pemenang.
Rekaman video yang menampilkan rangkaian peristiwa Josepha menjawab sampai akhirnya protesnya ditolak dewan juri itu kemudian viral di media sosial. Banyak dukungan diberikan kepada Ocha dari berbagai warganet hingga pimpinan MPR RI.
Bahkan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggelar sesi jumpa pers tersendiri di Jakarta untuk merespons polemik babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalbar tersebut. Muzani mengumumkan babak final akan diulang.
Muzani menyampaikan acaranya akan diawasi langsung oleh pimpinan MPR dari awal sampai akhir. Tidak hanya itu, susunan dewan juri juga akan diganti seluruhnya, mengingat susunan dewan juri yang lama dinonaktifkan karena kekeliruan memberikan skor saat babak final.
#StudentAchievement #SMAN1Pontianak #TeamWork #YouthEmpowerment #IndonesiaEducation #StudentSuccess #Leadership #VicePresident #SchoolPride #Pontianak












Komentar