Kota Tasikmalaya,LINTAS PENA—Pada hari Kamis 22 Desember 2022, SDN 2 Sukamaju telah menggelar acara Unjuk Kolaborasi Trisentra Pendidikan dengan judul Performance Art Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Acara yang sangat meriah dan menjadi suguhan yang membahagiakan untuk seluruh kalangan. Mulai dari siswa, orang tua, guru, ataupun masyarakat. Performance Art Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila selain untuk memberikan kesempatan kepada siswa “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Namun lebih dari itu, untuk sekarang ini adalah lebih kepada terapis mental untuk mengobati trauma healing yang sangat panjang yaitu kehadiran Covid-19 yang tidak diinginkan.
Pada acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya yang diwakili oleh Sekretaris Pendidikan Kota Tasikmalaya, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Kasi Guru dan tenaga Kependidikan, dan Pengawas Bina. Selain itu, turut hadir juga seluruh Kepala sekolah se-Kecamatan Indihiang atau perwakilannya, perwakilan dosen dan pengurus Himpunan Mahasiswa (HIMA) Universitas Perjuangan, forum Orang Tua Siswa dan Tokoh masyarakat serta tidak kalah meriahnya acara inipun dihadiri pula oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Andi Warsandi, SE.
Tampilan yang disuguhkan dalam Unjuk Kolaborasi Trisentra Pendidikan dengan judul Performance Art Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diantaranya adalah exhibition (pameran) hasil karya Peserta didik, Market Day, Pentas Seni Peserta Didik, Pentas Seni Orang Tua/Wali Murid, Pentas Seni Guru, Flashmob dan Leksikon SDN 2 Sukamaju.
Kepada LINTAS PENA, Cucu Damanix, S.Pd. sebagai ketua pelaksana menyampaikan bahwa pelaksanaan ini sengaja di gelar sebagai perayaan, apresiasi, dan mendekatkan secara langsung kepada seluruh siswa metode pembelajaran aktif terlibat dalam dunia nyata dan projek yang bermakna secara pribadi. Projek yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar di situasi belajar secara langsung (aplikatif), yang berbeda dalam situasi yang lebih tidak formal, struktur belajar yang fleksibel, kegiatan belajar yang lebih interaktif dan juga terlibat langsung dengan lingkungan sekitar (kolaboratif) dan lintas mata pelajaran untuk penguatan karakter dan kompetensi umum (transversal atau general competences). Dengan tetap mengindahkan Prinsip-prinsip projek penguatan Pelajar pancasila yang holistik, kontekstual, berpusat pada murid, dan eksploratif.
Lebih lanjut Cucu sampaikan juga bahwa Unjuk Kolaborasi Trisentra Pendidikan dengan judul Performance Art Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDN 2 Sukamaju ini sengaja dikonsep secara terintegrasi dimana pembelajarannya baik dalam segi Pengetahuan dan keterampilan (kompetensi) yang dalam projek terdiri dari lintas disiplin ilmu, berpadu dan melebur, tidak dipisahkan lagi mana yang merupakan bagian dari mapel-mapel. Seperti sekarang ini terekspos jelas kearifan lokal, bhineka tunggal ika, berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI, dan Kewirausahaan secara sederhana. Projek ini berfokus pada proses menuju kompetensi dan karakter yang diharapkan terbangun pada anak, bukan pada produk atau hasil akhir.
Semisal projek yang dipamerkan saat ini di SDN 2 Sukamaju adalah hiasan dari tutup botol dan kapas, fashion Show Kreasi Busana dari Koran Bekas, tirai Kertas, media Pembelajaran Perkalian dari Kardus, Mimuman berkhasiat dari bahan Bunga Kecombrang, Pupuk organic cair dari nasi yang sudah basi, Topeng dari bubur kertas, Olahan hasil bumi yang langsung diambil dari kebun sekolah berupa singkong, boneka karet, hiasan akar bamboo, batik jumputan dan lain sebagainya.
Selain pameran, market day turut serta dalam memeriahkan unjuk kolaboasi trisentra pendidikan ini, karena memang masih dalam rangkaian projek penguatan pelajar pancasila yang merupakan bagian dari aplikasi kewirausahaan, kearifan lokal, bhineka tunggal ika, berekayasa dan berteknologi untuk Membangun NKRI yang melibatkan peserta didik dalam proses produksi, distribusi dan konsumsi. Yang disuguhkan dalam market day kisaran harga Rp.2000,-/makanan, yaitu singkong keju, kolak singkong, keripik singkong, urab singkong, getuk, nugget singkong, bola ubi, kolak ubi, ubi kukus, kolak ubi ungu, es pisang ijo, kolak pisang, gorengan pisang, kacang tanah kukus, kentang spiral, jagung susu keju, labu kukus, jus markisa, comro dan lain sebagainya. Stand makanan tersebut disajikan dalam berbagai lapak-lapak yang ditata rapi seperti pasar tradisional sehingga pembeli mempunyai ruang yang leluasa untuk memilih dan membeli berbagai produk yang dijual dalam acara market day tersebut.
Kegiatan kreativitas guru, siswa, dan orang tua di bidang kreasi ditampilkan dalam sebuah pentas seni diantaranya ada bermaian degung dengan diiringi nyanyian khas sunda, penampilan puisi, mendongeng, nyayi solo, paduan suara, tarian tradisional dan/atau modern, dan kekompakan flash mob. Pungkas Cucu.
Di tempat yang sama Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya beserta Pengawas Bina SDN 2 Sukamaju menyampaikan hal yang sama bahwa Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi mudah-mudahan terus ditingkatkan lebih baik lagi sehingga akses layanan pendidikan semakin bermutu mulai dari infut, proses, dan outfutnya. Peserta didik di SDN 2 Sukamaju potensinya sangat besar, disamping lingkungan sekolah yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, diharapkan dari hasil karya yang dihasilkanpun sangat berguna sekali untuk kehidupan siswa di masa mendatang, salah satunya melalui kewirausahaan. Tentunya melalui dibukanya jalan seperti ini, setiap lulusan lebih memunculkan keberanian untuk merangkul tantangan, gigih menghadapi rintangan, melihat effort sebagai jalan untuk menjadi ahli, mampu belajar dari kritikan, dan mampu belajar untuk mencari inspirasi dari kesuksesan orang lain sehingga dimensi profil pelajar pancasila dapat terwujud merdeka dengan peluk kebahagian.(****












Komentar