Bandung, LINTAS PENA—- Sosok totalitas Wa Haji Umuh (77) tak asing lagi di mata Bobotoh dan dunia sepak bola Indonesia dan Asia yang kini terus mendunia.Sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat sekaligus Manajer Tim Maung Bandung, H. Umuh Muchtar memberikan pernyataan yang tegas pasca adanya kejadian yang tidak mengenakan pada saat konvoi Persib Hattrick (24/5).
“Sudahlah jangan menyalahkan Bobotoh tidak ada yang salah, mereka sangat antusias perayaan konvoi Persib Juara Hattrick saking cintanya kepada Persib,” cetus Wa Haji Umuh (26/5) selepas menghadiri peresmian Gedung PUSSENIF.
Kepada awak PT LINTAS PENA MEDIA Group, Umuh membeberkan perjuangan dan pengorbanan seluruh skuad PERSIB guna mencetak hattrick. “Semua telah bekerja keras dan membuahkan hasil Persib Juara. Kalau sudah juara kan harus bisa mempertahankannya dan kita tak boleh jumawa. Saya bersyukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada semua pemain yang telah tampil pada bagus,” papar Wa Haji Umuh.
Perjuangan yang krusial ia utarakan pada saat harus mendadak berangkat ke pare-pare. Sebelumnya Umuh tidak akan berangkat akan tetapi Ibunya Bojan Hodak meninggal, akhirnya mau tidak mau harus berangkat ke pare-pare.
“Jujur saya dalam keadaan tidak fit dan tidak untuk berangkat ke pare-pare tapi Alhamdulillah kan hasilnya membawa 3 poin penuh,” paparnya.
Terkait evaluasi dan skuad Persib musim 2026/2027, Wa Haji Umuh menegaskan akan segera menginformasikan pada siang itu juga di Graha Persib Jalan Sulanjana Kota Bandung.
Skuad Persib yang sudah pasti adanya pergeseran pelatih,
posisi Bojan Hodak sebagai pelatih kepala Persib Bandung resmi digantikan oleh Igor Tolic. Tolic sebelumnya merupakan asisten pelatih yang turut andil dalam kesuksesan klub, sementara Hodak beralih peran menjadi Technical Advisor Persib.
Wa Haji Umuh menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bojan dan para pemain, ia mengaku habis-habisan untuk memberikan yang terbaik. Pelatih dan pemain datang dan pergi dianggapnya hal itu semua lumrah karena ada masanya.
Ketika ditanya apakah akan ada agenda konvoi keliling Jawa Barat, Umuh menerangkan kekhawatiran lebih besar keselamatan para Bobotoh ditambah tidak memungkinkannya ada beberapa pemain yang harus mengikuti piala dunia salah satunya Putros.
“Alhamdullah saya sudah melaksanakan nazar bareng ribuan Bobotoh sambil mancing ikan sebanyak dua ton. Karena ke arah rumah saya macet total akhirnya para pemain dan official makan sea food di rumah makan terdekat. Alhamdulillah mereka puas dan kami semua sangat bahagia. Apa yang saya punya ya saya berikan semuanya demi membahagiakan rakyat Jawa barat,” pungkas Wa Haji Umuh. (ROSSY)****










Komentar