oleh

Warga Tasikmalaya Keluhkan Menerima Beras Bansos Bau Apek, Daging Bau Busuk, dan Banyak Penerima Bansos Tidak Merata

Kota Tasikmalaya, LINTAS PENA. Bansos Kartu Sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dijadwalkan cair pada bulan Desember 2021 .Program sembako BPNT merupakan program pemerintah yang dijalankan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk membantu masyarakat miskin dan rentan.

            Pada pembagian BPNT bulan Desember 2021 kemarin, khususnya di wilayah Priangan Timur banyak ditemukan  n masalah penyaluran bansos yang tidak merata. LINTAS PENA menemukan banyak warga di wilayah Kota Tasikmalaya memerlukan bansos dan sangat layak mendapatkan bantuan sosial, tetapi belum mendapatkan bansos reguler. Selain itu, ada beberapa warga telah memiliki Kartu Kesejahteraan Keluarga (KKS), sebelumnya mendapatkan bansos reguler seperti PKH dan/atau Program Sembako (BPNT). Tetapi sejak awal tahun mengatakan bantuannya tidak ada lagi. 

            “Bahkan di kampung saya,sejak ada bantuan dana Covid 19 baik itu BLT atau BPNT atau apalagi namanya, tidak merata dalam pembagiannya. Karena yang menerimanya itu lagi dan itu lagi, yang kalau lihat ekonominya tidak terlalu gimana gitu. Tapi yang kasihan, warga dari keluarga yang tidak mampu, justru tidak menerima bantuan apa apa. Juga ada warga yang usianya lanjut hanya mengelus dada karena tidak menerima bantuan apa apa, Sedangkan warga yang usianya muda menerima bantuan setiap kali ada pembagian bandos” ungkap Tika warga Ciumbeng Kel.Indihiang Kec.Indihiang.

            Pada pembagian BPNT yang diterima warga pada Desember 2021 kemarin, kata Tika, warga di RT.03 dan RT.04 ke-RW-an 1 menerima beras kondisinya sangat jelek dipenuhi jamur dan bau. “Parah banget beras yang diterima PKM kali ini. Kualitasnya sangat buruk, baik dan berjamur, sehingga bebek juga tak mau memakannya.Bukankah beras itu dibeli pemerintah dengan harga mahal dan agar beras tersebut bisa dikonsumsi masyarakat?”katanya.

            Endang Rahmat salah seorang Ketua RW di Kel.Panglayungan seperti diungkapkan di status FBnya mengungkapkan, kalau warga PKM yang menerima dading dari BPNT ternyata bau apek. “Warga melaporkan kalau dimakan rasanya bau tengi.Sebagian oleh PKM daging itu dibuat saja karena khawatir terjadi apa apa, misalnya keracunan.” Ujarnya

            Dia sangat menyayangkan, penyedia sembako untuk BPNT memberikan daging yang sudah busuk,sehingga mubazir karena tidak bisa dimakan.”Padahal daging tersebut dibeli dengan harga sesuai harga pasar agar bisa dimakan masyarakat,ini justru dibuang.”katanya.

            Ade B Alief salah seorang Ketua RW di Kec.Sariwangi Kab Tasikmalaya pun mengakui, pembagian BPNT sembako yang diterima warganya dikeluhkan, terutama kualitas beras yang sangat jelek. “Ada beberapa warga yang melaporkan, kualitas beras bansos yang terimanya sangat buruk, warnanya hitam, banyak kutu, bau menyengat.Nasi yang dimasak dari beras bansos berwarna kecoklatan. Nasi yang dijadikan pakan ayam saja dan ayam pun tidak mau memakannya.”kata dia. Bahkan ada di antara warga yang menerima beras kualitas jelek itu, kemudian ditukarkan dengan beras yang baru di karung, dan ketika dibuka beras di karung itu tetap saja jelek.”Pembagian bansos BPNT sembako kali ini cukup parah, terutama kualitas beras yang jelek, juga buah buahan banyak yang busuk.”pungkasnya. (REDI /DEDE/LUKMAN)***

Komentar

News Feed