LUBUKLINGGAU—-Belum lama ini tim LINTAS PENA MEDIA sudah mulai melakukan penelusuran terkait dugaan merebaknya aroma busuk, terkait pungutan liar ( pungli) dalam penerimaan siswa baru ( PSB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)
Ironisnya, praktek pungli ini dilakukan para oknum tertentu sebagai calo, baik pihak luar sekolah atau oknum guru di sekolah yang menerima siswa baru oleh karena itu, berbagai data hasil penelurusan yang ada jika sudah lengkap nantinya, akan dilaporkan kepada pihak pihak terkait atau Aparat penegak hukum terhadap oknum kepsek, guru ataupun para calo PSB ini
” Wajib ditindak tegas oknum kepala sekolah atau oknum guru, karena para orang tua atau pun wali murid resah, akibat marak calo getayangan melakukan pungli terhadap orang tua yang anak mereka yang akan melanjutkan pendidikan anak kejenjang berikutnya yakni menengah atas” kata Agus Kurniawan,S.IP Ketua Himpunan Daerah ( HJD) MLM kepada awak media, Senin kemarin(17/6) saat diwawancarai
Selain itu, menurut Agus Kurniawan, pihaknya sudah mengantongi beberapa nama sekolah yang diduga kuat melakukan praktek pungli tersebut. Namun masih dalam penelusuran mendalam. Bahkan menurut keterangan para orang tua atau wali murid, kebanyakan mengatakan untuk masuk sekolah favorit, bukan perkara mudah para orang tua terpaksa harus mengeruk kocek lebih dalam dengan menyiapkan dana Rp.1,5 sampai Rp.2,5 juta bahkan lebih agar anaknya bisa diterima disekolah tersebut meskipun mereka harus melewati tes terlebih dahulu
“Memang pendaftarannya dibuka untuk umum dan transparan tapi kalo kita tidak nyetor uang Rp.1,5 sampai Rp.2 juta kecil harapan anak kita bisa masuk dan lulus tes yang diadakan pihak sekolah” kata orang tua wali murid saat dibincangi. #TIM














Komentar