ISTIGHFAR adalah memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan kalimat: Astaghfirullaah al’adzhiim atau dengan kalimat lain yang semakna.Permohonan Ampun ini dilakukan dengan hati yang tulus dan dibarengi dengan penyesalan atas kesalahan yang telah diperbuat serta bertekad untuk tidak mengulanginya lagi
Walaupun dosa-dosa Rasulullah SAW telah diampuni dan sudah dijamin masuk Surga, namun beliau adalah orang yang paling banyak beristighfar di setiap waktu.
عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنِ الْأَغَرِّ الْمُزَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ
Dari Abu Burdah dari Al Aghar Al Muzani ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hatiku benar-benar diliputi sesuatu, dan sungguh dalam sehari aku minta ampun kepada Allah sebanyak seratus kali.” (HR Ahmad 17575)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristighfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)
Pelajaran Yang Terdapat Dalam Hadits :
1. Hadits di atas memotivasi kita untuk memperbanyak taubat dan istighfar.
2. Dengan memperbanyak taubat dan istighfar akan menghapuskan dosa dan kesalahan yang bisa jadi dilakukan tanpa sengaja.
3. Bilangan istighfar yang disebutkan dalam kedua hadits di atas tidak menunjukkan angka tersebut sebagai batasan dalam istighfar, namun yang dimaksud adalah banyaknya Rasulullah SAW beristighfar.
4. Agar kita mudah dan terbiasa beristighfar :
(1) Paksakan, karena bisa jadi dosa-dosa kita membuat kita terlalu berat untuk mengucap kalimat istighfar.
(2) Rutinkan istighfar 3 kali setelah selesai sholat fardhu, karena ini juga anjuran agar kita tidak lalai dengan menganggap cukup atau telah baik ibadah kita.
(3) Melatih diri agar langsung beristighfar ketika lalai berdzikir, meski saat dalam pekerjaan, terlebih setelah jatuh dalam kelalaian.
(4) Dan pastikan beristighfar dengan sepenuh hati, dengan mengevaluasi terhadap apa yang melalaikan kita.
Ayat Al Qur’an Tentang Perintah Memperbanyak Taubat dan Beristighfar :
Rasulullah SAW adalah orang yang telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang. Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah,
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (2)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata , supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,” (QS. Al Fath : 1-2)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman,
وَا لَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ ثُمَّ تَا بُوْا مِنْۢ بَعْدِهَا وَاٰ مَنُوْۤا اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman, niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 153)
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala lainnya,
وَ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْٓءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
“Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ : 110)
Ya Allah, Engkau adalah Rabb kami, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan kami. Kami adalah hamba-Mu. Kami akan setia pada perjanjian kami dengan-Mu semampu kami. Kami berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kami perbuat. Kami mengakui nikmat-Mu kepada kami dan dan mengakui dosa kami, oleh karena itu, ampunilah kami. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
Aamiin Yaa Rabbal’alamiin.










Komentar