oleh

Organisasi Syiah Bernama Huseiniah

Oleh : Ali Assegaf

SAYA ingat bagaimana saat itu saya mendapat bimbingan tokoh utama dari ulama terkemuka Lebanon – yang begitu berkesan dihati saya jelang istirahat di Kota Tasikmalaya Jawa-Barat kisaran tahun 2007 tentang Huseiniah ini, yang secara rinci memiliki fungsi dan tandanya – yang kini saya coba detailkan dalam tulisan ini.

Huseiniah adalah simbol berdirinya Kemah Imam Husein As – diwilayahmu. Pendiri kemah ini jika tak dicapai kriteria seorang yang hidup karena Al Husein – maka kemah ini didirikan oleh sekelompok orang yang berjanji setia menghidupkan acara-acara Al Husein As.

Orang Yang Hidup Dengan Al Husein

Sejarah Karbala’ bukan hanya memperlihatkan al husein as saja – tetapi bagaimana sahabat-sahabat al husein as. yang berani oleh sebab kecintaan, terlatih oleh sebab cinta, peka dan cerdas oleh sebab cinta – bahkan sahabat-sahabat al husein ini yang menyiapkan diri berkorban sebelum al husein dan keluarga nya maju kedepan, mereka menjadi pagar atas Al Husein As. Mereka kaum yang tak melihat hidup kecuali bagaimana sikap al husein as terhadapnya.

Karbala’ mempertontonkan mereka ini – yang oleh sebabnya benteng itu, pagar itu, fisik di Karbala’ saat itu – kini adalah huseiniah atau kemah al husein di wilayah mu, yang mendirikan semua tujuan Al Husein yang akan kita uraikan.

Jika kelompok sekelas kriteria ini – atau orang yang sedia berkorban harta dan jiwanya belum kita dapati, maka – huseiniah dapat di dirikan oleh sekelompok orang yang menghidupkan dzikra Al Husein As.

Berbeda dengan yang pertama – orang yang hidup dengan Al Husein As, sudah menjadi qaid (pemimpin) – sedang sekelompok yang menghidupkan dzikra Al Husein As disebut kelompok yang berjanji setia untuk wujudnya yang pertama – orang yang hidup oleh Al Husein As.

يا أبا عبد الله نحن لا نحيي ذكراك بل ذكراك هي التي تحيينا

Wahai Abu Abdillah As. kami tidak menghidupkan peringatan tentang-mu namun mengingat, mengenangmu lah yang menghidupkan kami.

Itu sebabnya tugas utama setelah imam Khomeini qds menjadikan revolusinya ini adalah revolusi imam husein as. dan mendirikan kemah al husein as itu di iran – maka tugas utama syiah manhaj Khomeini qds – fokus membuat organisasi huseiniah ini.

Itu sebabnya huseiniah punya format yang sama dengan wilayah faqih – bukan struktur proxy seperti ormas

Wilayat faqih hadir karena adanya taklif – yang dengan taklif itu munculah organisasi wilayah ini. Kaidahnya adalah jika ada ancaman pada Islam – bangkitnya seorang ulama itulah qaid nya – pada topik thema : pemimpin merdeka wilayat faqih telah di jelaskan ciri utamanya, sama dengan ciri utama Islam Rasulullah dan Ali b abi thalib as. Misi utama karbala’ – menjelaskan semuanya sehingga gerakan Islam asil – Islam sejati selalu sama sejak dahulu hinggga saat ini – di setiap tempat dan setiap hari sebagai asyura yang memiliki tujuan karbala’ ini. Sehingga huseiniah juga memiliki fungsi dan target nya.

Fungsi dan Target Huseiniah

Masih dalam bimbingan di tasikmalaya tahun 2007 itu – bahwa huseiniah tempat mengenalkan Makrifat Allah, Rasul dan Ahl bait as yang majlisnya dapat berlaku khusus dan umum – sehingga pengenalan terhadap Allah, Rasul dan Ahl bait as – mendekatkan manusia pada Allah dengan membawa pada misi kemerdekaannya.

Imam Ali as

> لَا تَكُنْ عَبْدَ غَيْرِكَ وَقَدْ جَعَلَكَ ٱللَّهُ حُرًّا

tak dijadikan budak bagi selai Nya sesungguhnya Allah menjadikan mu merdeka

Makrifat pada Allah, Rasul dan ahl bait as – akan menjadikan manusia itu merdeka memilih… Karbala’ dengan sahabat-sahabat al husein as mencerminkan pilihan orang2 merdeka ini. Itu sebabnya huseiniah berfungsi pendekatkan dan memperdalam orang pada Makrifat ini. Hari lahir dan syahadah maksum – bentuk tepat mentransfer makrifat ini bukan hanya penyampainya – tetapi juga hari nya menjadi hari-hari Allah yang menurunkan keberkahan itu sendiri. Sebagai mana ayat alqur’an

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Katakan dengan karunia Allah ( tafsir : Muhammad) dan rahmatNya ( tafsir : Ali) maka bergembiralah – Dia sebaik-baik perhimpunan.

Ini satu dari sisi pekerjaan huseiniah yang masing2 secara individu harus mencapainya. Huseiniah sekaligus tempat mengukur makrifat ini, hingga terbentuknya cara pandang yang benar di lingkungan. Bukti seorang itu memenuhi makrifat yang sebenarnya yaitu mencintai saudaranya hingga mencintai dirinya sendiri. Sehingga huseiniah ibarat tanaman jiwa2 ini – makrifat ini yang kemudian didalam kegiatan pencerahan – yang melahirkan kesadaran Taklif ummah atau taklif sosial.

Berbeda dengan ormas yang berhimpun untuk mewujudkan pimpinan dan dilanjutkan dengan membuat agenda kerja – demi wujudnya kegiatan. Huseiniah – dihimpun rutin diwilayah yang dekat dan punya ikatan kawasan lingkungan, dengan 2 syarat kelahiran individunya diatas yaitu : (1) makrifat Allah, Rasul dan Ahl Bait (2) mencintai saudaranya seperti mencintai diri sendiri sebagai ukuran bermakrifat

Ketika Imam Ali As bersabda :

الناس صنفان أما أخ لك في الدين أو نظير لك في الخلق

Manusia ada dua – jika dia bukan saudaramu se agama – dia didatangkan sebagai saudaramu dalam ciptaan.

Dengan logika karbala’ – kajian2 yang menempa individu2 ini – maka huseiniah telah menjadi sosok masyarakat huseini yaitu seperti seorang pribadi yang banyak orang tapi satu wajah sahabat al husein as. Sehingga dua fungsi dan target huseiniah pertama dan kedua secara individu tercapai.

Fungsi dan Target Huseiniah Secara Sosial

Ketika lokasi huseiniah itu dekat dan bukan sebagai proxy ormas – komunitas ini paling sering berhimpun dalam pemantapan individunya – akan mendekatkan kesadaran pada taklif yang dibutuhkan bagi komunitasnya, bagi lingkungan agar terwujud hubungan persaudaraan bersama sesama Muslim dan juga persaudaraan kemanusiaan sebagaimana imam Ali as menjadikan cara pandang syiahnya ini dalam giat sosial.

Dekatnya komunitas dan seringnya berhimpun dengan pandangan persaudaraan inilah – yang mencerahkan akal karena achlak yang lahir dari kesadaran individu bermakrifat dan bersaudara ini – kepada kesadaran taklif dan membuat skala prioritas. Dari tegaknya perkara kifa’i (wajib adanya) –  ke kewajiban lain hingga progress capaian Pengabdian wujudnya masyarakat islami – alawi atau qur’ani.

Kajian organisasi Tuhan di bumi sudah menjelaskan hal ini, masyarakat islami – alawi atau qur’ani bukan menjadikan sunni menjadi syiah – bukan membuat gerakan misionaris Islam sehingga yang non Islam menjadi muslim – tetapi program menjadikan misi imam husein as untuk kehormatan, kemuliaan, kemanusiaan dan keadilan wujud ditengah masyarakat hingga mereka merasakan keberadaan huseiniah adalah payung pelindung,  penjaga dan perawat persaudaraan ditengah masyarakat wilayah nya.

Itu sebabnya huseiniah, menjadi warna tersendiri di setiap wilayah yang tidak bisa disatukan bentuk dan coraknya. Alias huseiniah – mewujudkan ketokohan lokal dan mandiri – hal yang mustahil dapat dilakukan dalam ormas yang justru menyatukan warna, bentuk dan corak yang jadi bawaan masyarakat seputar huseiniah.

Huseiniah harus mandiri secara keuangan – tidak eksis hanya dengan donasi yang berkelanjutan. Kalaupun donasi itu tetap ada – harus lebih kecil dari sumber pendapatan yang menopang huseiniah ini. Itu sebabnya – huseiniah agar dapat kegiatannya mandiri harus memiliki saham usaha yang memandirikan kebutuhan ini. Yang demikian karena ayat

وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ

Dan mereka yang berjihad di jalan Allah dgn harta mereka dan jiwa mereka – setinggi-2 derajat di sisi Allah swt.

Sistem keuangan di setiap daerah akan menjadikan team orang kayanya di lingkungan huseiniah ikut terlibat secara professional, untuk mengambilkan hak saham usaha bagi huseiniah ini. ( melalui mekanisme system madzhab Ahl bait ). Juga huseiniah tidak disyaratkan seorang pengajar agama yang mendirikan – bisa muncul dari komunitas wanita, yang kadang lebih teliti dan rapi dalam menyediakan setiap kegiatan kegiatannya di huseiniah. Intinya persaudaraan itu mencapaikan taklif di lingkungan dan membuat setiap kegiatan organisasi yang tidak permanen sejauh wujudnya pelayanan sosial di masyarakat ini dan dari setiap agenda kerja sosial nya – terdapat qiyadah ini.

Ibarat giat begini adalah ibarat sahabat-sahabat al husein as, yang membuat kesepakatan lebih dahulu – untuk melawan musuh al husein as, dan tak membiarkan bani hasyim berkorban duluan. Huseiniah  ini sahabat-sahabat al husein itu – yang paling peka mendengar jeritan orang berkebutuhan dilingkungan kita… yang merancang giat bersama mereka yang seagama bahkan saudara dalam kemanusiaan. Giat yang mustahil dilakukan oleh ormas – terlebih untuk pelaporannya.

Ada banyak faktor, kadang menjaga nama orang berkebutuhan tidak perlu dicantumkan nama dan yang membutuhkan – guna menjaga kehormatan mereka – hanya cukup dengan symbol huseiniah di lingkungan itu, bantuan dapat dilakukan baik dari donasi ataupun dari upaya usaha mandirinya. berbeda dengan ormas yang boleh jadi mendorong centralisasi Dana terpusat – yang kemudian setiap daerah proxy mengajukan permohonannya.

Kesimpulannya huseiniah memiliki wajah lokalnya

  • komunikasi dengan lingkungan terdekat sebagai realisasi keutamaan mendahulukan tetangga – sehingga kawasan jadi masyarakat huseini
  • beda dengan ormas yang melihat masyarakat di kapling seperti partai atau kelompok sosial lainnya dan dibangun dikotomi ditengah mereka – komunikasipun berjarak dan jauh
  • melahirkan ketokohan lokal dan huseiniah menampilkan corak masyarakat sekitar – mengeksitensikan budaya dan kreatifitas tidak tersentral seperti ormas
  • kehadirannya sebagai syiah yang muncul dari mereka – yang ditengah mereka – masyarakat tak melihat keanehan budaya, bahasa, bahkan busana – cermin corak lokalnya.(****

Komentar