Kab Tasik LINTAS PENA—-Di akhir tahun pelajaran, di sekolah-sekolah biasanya melakukan acara perpisahan atau pelepasan siswa kelas akhir. Dalam beberapa tahun terakhir, upacara pelepasan siswa atau istilah daerahnya “Paturay Tineung” biasanya dilakukan dengan upacara adat. Selain untuk menandai telah selesainya masa belajar di sekolah, tata cara perpisahan dengan upacara adat ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya lokal, dalam hal ini budaya Sunda.
Seperti yang dilakukan SDN Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/6) yang melepas 16 orang siswa-siswi kelas 6. Pelepasan 16 siswa-siswi SDN Nusawangi tahun pelajaran 205/2026 dengan upacara adat berlangsung semarak dan penuh suasana haru yang dilaksanakan di halaman sekolah. Acara dibuka dengan lagu dan iringan gamelan Sunda, dengan memohon izin kepada seluruh hadirin untuk memulai acara seorang ponggawa pembawa payung sambil menarikan gerakan indah memainkan payung, yang digunakan untuk memayungi perwakilan siswa yang akan dilepas.
Pembawa umbul-umbul terdiri dari orang ponggawa dan diringi putri penari mengiringi prosesi upacara adat pelepasan atau Paturay Tineung kemudian datanglah Ki Lengser. Pakaian yang dikenakan Ki Lengser terdiri dari baju kampret, celana pangsi dilengkapi dengan sarung yang diselendangkan, serta totopong (ikat kepala). Dengan memperlihatkan giginya yang ompong dan gerakan tari lucu menyambut perwakilan siswa yang akan dilepas.
Kepala SDN Nusawangi, IIn Nurjani, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan, pada tahun 2026 ini SDN Nusawangi melepas sebanyak 16 orang siswa kelas 6. “Insya Allah semua siswa alumni SDN Nusawangi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Baik itu SMP negeri, swasta maupun MTs,” harapnya.
Kepala SDN Nusawangi berdoa, semoga seluruh siswanya dimasa yang akan datang akan menjadi orang-orang yang terbaik di negeri ini. Gapailah cita-cita yang tinggi menuju masa depan gemilang. Sementara itu,
Komite SDN Nusawangi, Ustad Heri Herdawan, mengaku bangga dengan prestasi yang dimiliki siswa SDN Nusawangi. Prestasi yang dimaksud tidak hanya prestasi akademik. Namun ketika siswa berani tampil dihadapan umum, dikatakan Ustad Heri itu bagian dari prestasi. “Berani tampil di hadapan umum dalam pagelaran pentas seni itu bagian dari prestasi. Tentunya prestasi tersebut harus lebih ditingkatkan,” tegas Komite Sekolah.”pungkasnya (JOHAN R)











![LINTAS_PENA_1[1]](https://tabloidlintaspena.com/wp-content/uploads/2017/10/LINTAS_PENA_11-1024x652.jpg)

Komentar