oleh

Presiden Prabowo Mau Tutup 750 BUMN…! Bakal Ada PHK Besar-besaran?

PEMERINTAH Indonesia tengah memulai langkah transformatif besar-besaran dalam menata ulang struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan perampingan drastis terhadap jumlah perusahaan negara yang saat ini berjumlah lebih dari 1.000 entitas, dengan target akhir hanya tersisa sekitar 250 perusahaan saja

Efisiensi Anggaran dan Pemangkasan Beban Negara

Langkah radikal ini diambil bukan tanpa alasan. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa banyaknya jumlah BUMN saat ini justru menjadi beban berat bagi keuangan negara. Selama ini, banyak perusahaan pelat merah yang tidak menghasilkan keuntungan, namun negara tetap harus menanggung biaya operasional atau overhead yang sangat tinggi.

Salah satu poin krusial yang disoroti Presiden adalah besarnya alokasi anggaran untuk membayar gaji jajaran direksi dan komisaris pada perusahaan-perusahaan yang tidak produktif. ”Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi, kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali sepuluh. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara. Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead” tegas Presiden Prabowo dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Minggu ,28 Juni 2026

 Dengan melakukan likuidasi atau penggabungan terhadap lebih dari 750 BUMN, pemerintah berharap dapat menghentikan pemborosan uang rakyat dan mengalihkan sumber daya tersebut untuk pembangunan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Transformasi ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu dua tahun ke depan agar BUMN menjadi lebih ramping, profesional, dan transparan.

Jaminan Keamanan Kerja bagi Karyawan

Menanggapi kekhawatiran mengenai nasib para pekerja di perusahaan yang akan ditutup atau dikonsolidasikan, Chief Operating Officer (COO)   Danantara Danantara  sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, memberikan jaminan tegas. Ia memastikan bahwa proses restrukturisasi ini tidak akan berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).  

Seluruh pegawai dari perusahaan yang mengalami perampingan akan tetap dipertahankan dan ditempatkan sebagai bagian dari perusahaan hasil konsolidasi. “Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” ujar Dony, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah efisiensi organisasi, bukan pengurangan tenaga kerja

Kebijakan Ekspor Satu Pintu dan Tantangan Sektor Swasta

Di sisi lain, upaya penguatan BUMN juga menyentuh sektor komoditas strategis melalui kebijakan ekspor satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia

Namun, kebijakan ini mendapat catatan khusus dari pelaku industri. Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners  Association (INSA), Carmelita Hartoto, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau dampak kebijakan ini terhadap rantai    logistik nasional. Meskipun mendukung upaya peningkatan transparansi, INSA menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran BUMN sebagai agen pembangunan dan ruang gerak sektor swasta.

Carmelita mengingatkan agar PT DSI tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan harus mampu membangun kemitraan yang sehat dengan pengusaha nasional. ”Jangan sampai kebijakan ini membuat sektor swasta tidak memperoleh ruang untuk terus berkembang. Dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi dan iklim usaha yang kondusif di tengah ketidakpastian ekonomi global.”

Kesimpulan

Rencana besar Presiden Prabowo untuk merampingkan BUMN menjadi 250 perusahaan merupakan langkah berani untuk menciptakan efisiensi fiskal dan profesionalisme di tubuh perusahaan negara. Meskipun menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan dengan sektor swasta dan implementasi kebijakan ekspor satu pintu, fokus pemerintah pada transparansi dan penghematan uang rakyat menjadi landasan utama dalam transformasi ekonomi nasional ini. Jika berhasil, restrukturisasi ini akan mengubah wajah BUMN dari beban negara menjadi mesin penggerak ekonomi yang tangguh.(SUMBER: https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/2026/06/revolusi-pelat-merah-presiden-prabowo-pangkas-750-bumn-demi-efisiensi-dan-selamatkan-uang-rakyat/

Komentar