oleh

REDI MULYADI Selama 34 Tahun Menggeluti Dunia Jurnalistik

TIDAK terasa “perjalanan hidup” ini sudah cukup jauh melangkah dan memasuki angka 34 tahun. Ya, selama 34 tahun ini adalah “catatan sejarah” perjalanan panjang dalam hidupku dalam menggeluti dunia jurnalistik. Ada banyak suka dan duka yang dijalani. Namun, aku lebih banyak menikmati sukanya ketimbang dukanya.

            Alhamdulillah, apa yang kuimpikan 34 tahun yang lalu itu, satu persatu mulai terwujud. Terutama membuktikan kepada dunia bahwa aku “mampu” memiliki media cetak plus online yang berkembang pesat, dapat bersaing dengan “media cetak” surat kabar harian, dimana aku dulu pernah berkiprah.

Kenapa aku “bermimpi” berkeinginan memiliki media cetak sendiri?

Ada cerita tersendiri yang tak akan kulupakan. Pada awal berkiprah, aku selalu memperkenalkan diri sebagai “penulis” meski banyak orang yang menyebut aku sebagai “wartawan” bahkan “wartawan freelance”. Tak peduli dengan sebutan itu. Tapi aku lebih senang mengaku sebagai “penulis” ketimbang wartawan, karena tanpa ada beban dan bebas menulis di media mana saja, bisa mendatangkan “rupiah” honor tulisan dalam jumlah besar. Apalagi kalau tulisan (berita atau feature) dimuat media nasional (KOMPAS Group, MEDIA INDONESIA, BISNIS INDONESIA, SUARA PEMBARUAN) maka kocek pun selalu tebal.

Nah, ketika tulisan “berita” sering dimuat di berbagai media cetak, biasanya aku suka mengambil honorarium tulisan itu ke kantor redaksi terutama yang berada di Bandung (kantor Redaksi PIKIRAN RAKYAT di Jln.Soekarno Hatta maupun Jln.Asia Afrika), dan pernah juga ke Surat Kabar Harian (SKH) “KEDAULATAN RAKYAT dan MINGGU PAGI” Yogyakarta. Pada saat itulah, aku “bermimpin” berkeinginan keras untuk memiliki media cetak.

AWAL MENULIS

Sejak 10 Oktober 1987 sudah mulai menulis di berbagai surat kabar antara lain : Mitra Desa, Galura, Harian Pikiran Rakyat, Harian Bisnis Indonesia, Harian Media Indonesia, Suara Pembaruan, Peluang, Kapital, Harian Terbit, Pos Film, Harian Waspada, Minggu Pagi, HU Jayakarta, Swadesi, Buana Minggu, Mandala, Gala (kini Galamedia), Mangle, Bandung Pos, Panasea, Kartini, Amanah, Pertiwi, Senang (Kompas Gramedia Group), Seru (Kompas Gramedia Group) dan lain-lainnya. Pada masa Orde Baru itu,  hanyalah sebagai wartawan “freelance” lepas.Setelah itu ia menjadi wartawan Kantor Berita Nasional Indonesia (KNI) dan Tabloid SINAR TANI Biro Priangan Timur,

            Pada era Reformasi masuk ke berbagai media di antaranya Mingguan Nuansa, Patroli, Jabar Pos, Gema, Redaktur Persada, Koresponden HU Priangan (Pikiran Rakyat Grup), Kepala Biro Buser Trans, Redaktur Pelaksana NUANSA POST dan Pemimpin Redaksi BERITA.com. Kontributor harian online DNAberita Medan.

            Kemudian sejak 1 Januari 2009 sampai sekarang menjadi Pewarta Harian Online KABAR INDONESIA dan memperoleh penghargaan sebagai “Citizen Reporter of the Month 2009” bulan September 2009. Sejak 10 Januari 2010 sampai 10 Januari 2012 sebagai Redaktur di Media Pendidikan “TABLOID LINTAS PENA”, dan mulai 10 Januari 20 sampai sekarang Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi “TABLOID LINTAS PENA” , Pemimpin Umum “SKU NUANSA POST”, dan Pemimpim Umum “LINTAS HUKUM INDONESIA”. Plus pemilik fortal berita: https://tabloidlintaspena.com/, http://nuansapost.com/ dan http://lintashukum-indonesia.com/

            Hari ini, 10 Oktober 2021 yang berarti sudah 34  tahun berkiprah di “Dunia Jurnalistik” yang penuh suka duka. Alhamdulillah, aku bersyukur karena cita cita ingin memiliki media cetak sendiri TERWUJUD. Bahkan 3 media yang beredar luas secara nasional dan 2 bangunan kantor milik sendiri. Hasil jerih payah dan perjuangan yang panjang…..!!!

Puaskah..? Tidak….! Karena masih banyak “PR” atau “IMPIAN” aku wujudkan, di antaranya “MEMPERSATUKAN REKAN WARTAWAN” Surat Kabar Harian, Mingguan dan Online. Aku ingin wujudkan “KESEJAHTERAAN WARTAWAN” khususnya yang tergabung di PT.LINTAS PENA MEDIA Group. Alhamdulillah sudah 4 orang yang mendapat rumah KPR dan tiap tahun menyelenggarakan IBADAH QURBAN untuk 10 orang rekan secara giliran. Dan puncak keinginan TERBESAR aku ingin   dapat mengakomodir seluruh Perusahaan Pers dan mencegah Kriminalisasi Pers di Indonesia.  Juga mengajak 10-20 orang rekan melaksanakan IBADAH UMROH.Semoga ada keajaiban…!!!

PENGHARGAAN

  1. Saya memperoleh penghargaan “ANUGERAH LOMBA PENULISAN JURNALISTIK” dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia— saat itu masih Dr.Ir.Mohammad Nuh,DEA—pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke-49 yang berlangsung di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara pada 20 September 2014. Dan kini Prof.Dr.Ir.Mohammad Nuh,DEA menjadi Ketua Dewan Pers
  1. Pada tanggal 19 Mei 2017, kita memperoleh penghargaan “ANUGERAH LOMBA PENULISAN JURNALISTIK” dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI karena masuk 6 Besar.
  2. Karena penghargaan “ANUGERAH LOMBA PENULISAN JURNALISTIK” dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI tersebut, alhamdulillah mendapat Penghargaan dari Walikota Tasikmalaya pada Hari Jadi Ke-16 Tahun 2017.
  3. Dan masih banyak penghargaan Jurnalistik di tingkat Kota/Kabupaten Tasikmalaya maupun Tingkat Provinsi Jawa Barat. Dan umumnya saya harus bersaing dengan rekan rekan wartawan surat kabar harian.
  4. Penghargaan dari Lembaga Lintas Budaya Nusantara dan Rajawali Soekapura

BIODATA PENULIS

NAMA                                    : REDI MULYADI

TEMPAT/TGL LAHIR            : Cianjur, 19 Juni 1968

AGAMA                                 : Islam

PENDIDIKAN TERAKHIR       : –

ALAMAT                                : Jl.Cigeureung Gg.Cicariu Rt.006/009

                                                Nagarasari – Cipedes Tlp: 081323171347

                                                 Kota Tasikmalaya 46132

RIWAYAT PEKERJAAN        : Direktur Utama PT.LINTAS PENA MEDIA

                                                 Pemimpin Redaksi “TABLOID LINTAS PENA”

                                                 Pemimpin Umum “NUANSA POST”

                                                 Pemimpin Umum “LINTAS HUKUM INDONESIA”

                                                 Ketua YAYASAN BERKAH LINTAS PENA

Komentar