
Oleh : Ali Assegaf
KATA Islam memiliki tiga pengertian, pertama makna dua huruf سل – yang berarti mengeluarkan pedang dengan mudah, cepat dan Tepat Dari pemaknaan ini, seorang muslim adalah pribadi yang punya bashirah yang kuat yang tidak salah, tidak lambat respons apalagi salah.
Pengertian kedua : punya tiga huruf سلم – damai. Dalam Qs al anfal – 61
وَإِن جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Jika mereka yang menerangimu condong pada سلم perdamaian, maka condonglah padanya. Serta bertawakallah pada Allah, sesungguhnya Allah Maha mendengar dan Maha mengetahui.
Ayat ini tidak diartikan sampai mereka jadi islam, karena itu bertentangan dg sifat islam yang tidak memaksakan, tetapi berarti damai – maka makna inti islam adalah damai.
Sehingga lawan dari سلم – ini adalah فساد membuat ganguan, kerusakan sehingga ayat sebelumnya melawan mereka atas kerusakan yang mereka lakukan, dan tetap islam condong pada damai.
Selain salam adalah damai, salam dalam Qs an-Nisa 90
إِلَّا الَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ أَوْ جَاءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ أَن يُقَاتِلُوكُمْ أَوْ يُقَاتِلُوا قَوْمَهُمْ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوكُمْ ۚ فَإِنِ اعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ فَمَا جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا
Pada ayat ini menjelaskan bukan hanya damai, tetapi menetapkan kedamaian mereka yang menyerah.
Bahwa islam arti salam, adalah condong damai dalam dirinya, dan pada yang meminta perlindungan padamu.
Itu sebab hadist yang terkenal menjelaskan bahwa
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده
Muslim adalah yang salam ( tidak membuat kerusakan (فساد) lawan dari salam ) atas muslim lainnya dengan lisan dan tangannya.
Sedang makna ketiga dari islam 4 huruf nya اسلام – jika salam bermakna damai – maka islam menciptakan menjaga perdamaian ini.
فَأَخْرَجْنَا مَن كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ الْمُسْلِمِينَ
Al muslimin dalam kisah nabi luth di Qs azzariyat 35-36 menunjukan sifat dan misi semua para nabi – yaitu menciptakan kedamaian sosial.
Kesalahan makna islam diartikan lain dalam alquran, apalagi sebagai islam makna memaksa hingga menyerah dalam Qs fath 16
قُل لِّلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ إِلَىٰ قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ
Perangilah mereka atau muslim ( bukan berarti menyerah atau sampai masuk islam apalagi) tetapi sampai mereka berdamai
Dari tiga makna diatas, muslim atau orang islam – tidak terikat makna agama dalam kontek ayat sosial ini, tetapi mereka yang memiliki bashirah – mencegah lawannya islam yaitu kerusakan dengan kecenderungan damai pada diri mereka sendiri. Dan ini sekaligus menjawab – bahwa para nabi-nabi seluruhnya diutus untuk menjadi juru damai sosial ditengah masyarakatnya.Kajian sebelum ini ad-din (tatanan) dan setelahnya iman. (*****






Komentar